
Malam hari..
Setelah selesai bekerja,Yerin kembali kerumah sakit.Dengan tujuan untuk membawa Noah pulang kerumahnya
Awalnya Yerin merasa bingung karna melihat nasib Noah yang masih dalam keadaan Amnesia dan tidak tahu harus membawanya pulang kekeluarganya.Akibat kecelakaan sebelumnya,Noah kehilangan dompetnya.Dan seseorang yang tak bertanggung jawab memanfaatkan keadaanya,dengan mengambil dompetnya ,saat Noah akan dibawa kerumah sakit .Hal itu membuat Noah kehilangan kartu identitasnya,dan membuat Yerin sulit mencari tahu identitas asli Noah
"Ayo..Kita pulang..Hari ini kau sudah diperbolehkan pulang."Ajak Yerin
Noah pun menatap Yerin dengan sinis
"Kenapa aku harus pulang denganmu??Memangnya kau siapa??Aku tidak sudi pulang denganmu.."Tanya Noah dengan ketus sambil buang muka
Yerin hanya bisa mendengus kesal
"Kalau kau tidak pulang bersamaku,lalu kau mau pulang kemana??Jangankan kau bisa pulang kerumah,identitas dirimu saja,kau tidak ingat kan.."Jawab Yerin sedikit sewot
Noah hanya menatap sinis tanpa menjawab ucapan Yerin
"Ya sudah..Kalau kau tidak mau pulang denganku..Kau disini saja seterusnya..Sebentar lagi kau juga akan diusir sama pihak rumah sakit..Dan hidupmu akan menjadi gelandangan diluar sana..Cih..Mau ditolongin malah bersikap sombong.."Ujar Yerin sewot
Sesaat Noah pun terdiam
Karna merasa tak ada tanggapan,Yerin pun bersiap siap akan pulang
"Nikmati saja hidup disini.."Sahut Yerin beranjak jalan ke pintu kamar
Tapi..
"Tunggu.."Sahut Noah
...****************...
"Kenapa kita harus jalan kaki??Kau tega sekali membuatku harus jalan kaki.."Protes Noah
"Ini sudah malam,tidak ada kendaraan lagi yang lewat..Ini juga terpaksa..Sudah lah jadi laki jangan manja..Lagi pula rumah ku sudah hampir dekat.."Jawab Yerin yang terus berjalan kaki
Noah tak mengira jika ia harus pulang dengan berjalan kaki.Dalam keadaan tak ingat apa pun,mengharuskan ia mengikuti perintah Yerin
"Kenapa aku harus bertemu gadis seperti mu..!!"Protes Noah lagi
"Dan kau pikir aku mau bertemu dengan orang menyebalkan sepertimu..Walaupun aku sedikit merasa aman,karna kau tak ingat kejadian sebelumnya.."Sahut Yerin tanpa menyadari ucapannya
"Apa katamu??"Tanya Noah yang tak mendengar kalimat terakhir Yerin
Yerin pun membuka pintu rumah,dan Noah hanya memandangi rumah Yerin yang begitu kecil dan sempit
"Ini rumah mu??"Tanya Noah bingung
"Iya..Rumah petakan..Tapi nyaman untukku..Ayo masuk."Jawab Yerin mengajak Noah masuk kerumahnya
"Kenapa rumah ini kecil sekali??Dan sempit.."Tanya Noah terheran
"Memang kecil,tapi cukup untuk aku hidup sendiri.."Jawab Yerin menuju dapurnya
"Lalu aku harus tidur dimana?"Tanya Noah sambil terus memperhatikan keadaan rumah Yerin
"Disini..."Jawab Yerin menunjuk kearah lantai ruangannya dengan dekat meja kecilnya
Noah mengernyitkan alisnya keatas
"Kau serius ,ingin aku tidur disini??"Tanya Noah lagi
"Iya..Memangnya mau dimana lagi??"
"Dan kau??"
"Tentu saja di kamar ku."
"Apa kau sudah gila??"
"Ha?Maksudmu??"
"Kau membiarkan ku tidur dilantai,sedangkan kau tidur dikamar dengan kasur mu yang empuk..??"
"Memangnya kenapa??Itu kamar ku..Tidak mungkin kau tidur dikamar ku..Kau mau cari mati??"
"Kalau begitu kau yang tidur disini,aku tidur dikamar mu.."
"Apa??Hahaha..Lelucon apa yang kau katakan??Amnesia mu ternyata bisa membuatmu lucu rupanya..Hahah..Bermimpi saja kau tuan.."
"Kenapa??"
๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ