
Yerin pun berpikir sejenak
"Kurasa tidak paman.."Jawab Yerin
"Kenapa tidak?"Tanya paman Daniel penasaran
"Karna aku cuma gadis sebatang kara dengan kehidupan yang sangat pas pasan..Hehehe
"Jawab Yerin tertawa kecil
"Kenapa kau bisa berpikir begitu??"Tanya paman Daniel terheran mendengar jawaban Yerin
"Ya..Kenyataannya memang begitu paman..Dan aku takut terluka.."Jawab Yerin dengan pelan dan menunduk
Sesaat paman Daniel menatap Yerin dengan mengernyitkan alisnya keatas
"Takut terluka??"Tanya paman Daniel menatap bingung
"Ya paman..Didunia ini,aku tidak memiliki siapa pun..Walaupun aku memiliki teman seperti Celin..Tapi aku tidak bisa menyandarkan hidupku padanya,disaat perasaanku tersakiti..Jadi lebih baik aku membentengi hatiku dan menutupnya..Agar aku bisa tetap bertahan menjalani hidupku.."Jelas Yerin panjang lebar
Sesaat paman Daniel terdiam.Karna ia pun juga tahu seperti apa kehidupan Yerin saat ini.Celin selalu menceritakan tentang kehidupan Yerin yang menyedihkan.Terutama saat Yerin diusir oleh bibinya sendiri yang seharusnya menjadi keluarga terakhir Yerin miliki
"Tapi,bagaimana jika ada seorang lelaki yang ingin serius padamu??Yang akan melindungimu dan menjadi teman hidupmu sampai tua..Apa yang akan kau lakukan??"Tanya paman Daniel menguji Yerin
'"Itu mustahil paman,tidak akan ada satu pun lelaki yang mau menerima gadis dengan latar belakang tanpa keluarga..Tapi jika memang ada,aku akan sulit untuk memberi jawabnya..Karna menguji lelaki di jaman sekarang ini tidak mudah..Melihat apakah benar serius atau tidak."Jelas Yerin panjang lebar
Seketika membuat paman Daniel kembali terdiam dan memilih tak melanjutkan apa yang dibahasnya dari awal.Begitu juga dengan Yerin yang juga diam
Sesampainya di suatu tempat makan,paman Dani mengajak Yerin untuk menikmati makan malam bersama
Sesudah makan malam,Paman Daniel mengantar Yerin pulang kerumah
"Disini rumah mu?"Tanya paman Daniel memperhatikan rumah Yerin dari dalam mobilnya
"Iya paman..Kecil dan sederhana.''Jawab Yerin tersenyum
"Kecil dan sederhana ,asal nyaman tidak ada salahnya.."Ujar paman Daniel tersenyum
"Iya..Paman benar..Terima kasih sudah mentraktir ku makan malam paman..Makanan tadi sangat enak..Hehehe..Dan terima kasih juga sudah mengantarku pulang.."Ujar Yerin dengan tersenyum bahagia
Paman Daniel pun mengangguk
"Istirahat lah..Besok jangan sampai terlambat.."Jawab paman Daniel
"Siap komandan..Hehehe"Sahut Yerin dengan semangat
Setelah cukup jauh mobil paman Daniel pergi,Yerin pun masuk kedalam rumah
Sesaat ia sedikit terheran dengan kondisi rumah yang gelap dan sepi
"Kenapa sepi sekali??Dimana si Ucup??Lampu juga dibiarkan tidak menyala..Apa dia sedang pergi??"Tanya Yerin mulai bingung
Sembari menunggu,Yerin pun menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya
Setengah jam dikamar mandi,ia lun keluar dengan keadaan yang sudah bersih
Namun sesaat ia masih penasaran dengan masih tidak melihat keberadaan Noah
Yerin tak mengetahui jika Noah telah pergi dari rumahnya.Karna keberadaannya yang telah diketahui oleh Ema,Noah pun diharuskan untuk kembali kerumahnya.Dan membuat tak sempat berpamitan dan menemui Yerin untuk terakhir kalinya.Karna Noah sendiri tak tahu jika itu adalah pertemuan terakhir nya pada Yerin.Sebab Ema tidak akan membiarkan Noah untuk menemui Yerin lagi.Karna melihat Yerin hanya seorang gadis biasa dari kalangan yang berbeda jauh dengan Noah
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Visual Noah
Yerin
Alex
Fiona
Paman Daniel
Celin
Julian