
Noah dan Fiona mendatangi sebuah butik gaun pernikahan yang sudah ditentukan.Noah tak ingin lagi membantah aturan yang sudah direncanakan sang.Ia merasa tak ada guna menentang aturan sang ibu
Sebab wanita yang dicintainya sudah pergi,yang saat ini ia tidak tahu keberadaannya.
Noah juga tak ingin mengejar cinta Yerin lagi,demi membuat Yerin merasa aman dari ulah sang ibu.Setelah mengetahui rencana jahat sang ibu pada Yerin
Tiba dibutik,Fiona mulai mencoba beberapa gaun yang sudah di pilih kan ibu Noah.Fiona pun juga hanya bisa mengikuti aturan ibu Noah dan juga ayahnya.Walau saat ini hatinya hancur dan kecewa setelah melihat Alex bersama Yerin
Membuatnya hanya bisa pasrah dan mengikuti rencana ibu Noah dan ayahnya
Saat mencoba gaun,Fiona menunjukkan gaun yang ia pakai pada Noah
"Bagaimana??Apakah kau menyukainya??"Tanya Fiona
Noah hanya memasang wajah datar tanpa tanggapan.Sedangkan Ema justru bersemangat melihat gaun yang dipakai Fiona
"Gaun ini cantik sekali kau pakai sayang..Sepertinya ini lebih pantas untukmu..Apa kau menyukainya??"Sahut Ema menghampiri yang berdiri dengan gaun yang masih ia pakai
Fiona hanya tersenyum palsu
Noah pun sesaat meninggalkan butik dan menunggunya diluar
Ema dan Fiona hanya menatap bingung
"Jangan pikirkan,apa pun yang kau pakai Noah pasti akan menyukainya."Sahut Ema lagi
Fiona pun menoleh kearah Ema dengan kembali tersenyum
Noah merasa tidak semangat dan malas melihat kedua wanita yang ada didepan matanya,memilih keluar untuk mencari ketenangan
...****************...
Yerin mulai mengawali pekerjaannya dengan mengikuti Alex kekantor.Sebagai asisten pribadinya,Yerin bekerja dengan sigap agar selalu tepat waktu jika Alex memberinya perintah
"Jadi ini kantor milik tuan??"Tanya Yerin merasa terheran dengan kantor yang begitu besar dan tinggi
"Bukan..Tapi kantor ini milik seluruh staff disini.."Jawab Alex sembari duduk dikursinya
"Milik staff??Maksudnya??"Tanya Yerin bingung
Alex hanya tersenyum tipis
"Ya..Perusahaan ini berdiri berkat kerja keras para staff ku..Jadi ini milik staff ku bukan milik ku."Jelas Alex
"Oh..Hahaha..Tuan bisa saja..Itu sama saja ini milik tuan..Kan tuan yang memimpin perusahaan ini ..Aku jadi malu menjadi asisten pribadi tuan.."Ujar Yerin sambil tertawa kecil
Sesaat Alex memperhatikan tawa kecil Yerin yang polos dan menurutnya juga manis
"Kenapa kau harus malu??Kau kan bekerja padaku."Tanya Alex
"Iya ..Tapi aku bekerja dengan orang hebat..Sedangkan aku hanya seorang gadis biasa yang tiba tiba bekerja dengan orang hebat seperti tuan..Jadi aku merasa minder."Jawab Yerin
"Jangan pikirkan itu..Anggap saja aku tetap sebagai temanmu..Dan anggap selama diluar kantor..Bagaimana?"Ujar Alex
"Oh..Begitu..Baik tuan..Siap..Hehehe.."Jawab Yerin sambil memberi hormat
"Kau bisa membuat kopi??"Tanya Alex mengalihkan topik
"Oh..Bisa ..Bisa tuan..Apa tuan ingin minum kopi??Akan ku buat sekarang.."Tanya Yerin
"Iya..Kau bisa membuatnya disana..Ada mesin kopi disana dan air panas.."Jawab Alex sambil menunjukkan arah tempat mesin kopi yang kebetulan berada diruangannya
"Baik tuan..Tunggu sebentar ya.."Kata Yerin beranjak ke mesin kopi
Alex pun mengangguk dan memulai pekerjaannya
Cukup lama Yerin berada di mesin kopi,namun tak kunjung membawakan kopi tersebut pada Alex
Karna penasaran Alex pun menghampiri Yerin
"Apakah kau bisa gunakan mesin kopi itu??"Tanya Alex seraya berjalan menghampiri Yerin