
Tak ingin berlarut dalam suasana sedih,Yerin pun beranjak akan pergi
"Saya permisi ya bu..Dedek cepat sembuh ya.."Ucap Yerin sambil mengusap pipi anak kecil tersebut yang masih tertidur dengan kondisi tubuh yang masih demam
"Iya non..Sekali terima kasih banyak non..Hiks.."Sahut ibu tersebut dengan tersenyum bahagia
"Ibu juga harus cepat pulang..Bawa si dedek nya berobat.."Jawab Yerin yang juga tersenyum
"Iya non.."Jawab ibu tersebut mengangguk
Yeri kembali melanjutkan perjalanannya menuju rumah
Yerin benar benar tak tega melihat seseorang yang dalam keadaan susah.Walaupun ia juga hidup dengan keterbatasan ekonomi,namun ia berusaha untuk bersedekah dengan rezeki yang selalu ia dapat setiap harinya
Sesampainya dirumah,Yerin menarik nafas panjangnya.Seolah ia merasa ada ketenangan saat memberikan sedekah pada orang yang lebih membutuhkan darinya
Yerin pun.mulai menuju pintu rumahnya dan membuka pintu tersebut
Namun..
Terdengar yang memanggilnya
"Yerin.."Panggil seseorang yang membuatnya langsung menoleh kearah suara tersebut
...****************...
Hari yang semakin malam,Paman Daniel pun bersiap siap akan pulang.Saat ia akan keluar dari ruangannya,ia sedikit terheran dengan suasana restonya yang ternyata masih belum tutup
Dan beberapa staffnya sedang berkumpul dibagian kasir
Paman Daniel pun langsung berjalan menghampiri para staffnya
"Kenapa kalian??Kenapa resto kita masih belum tutup?"Tegur paman Daniel
Membuat mereka seketika terkejut dan menoleh kearah paman Daniel
Paman Daniel pun menoleh kearah pelanggan yang masih duduk sendirian tepatnya disamping kaca
"Apa dia sudah memesan makanan??"Tanya paman Daniel
"Sudah pak..Tapi sejak tadi saya lihat,pelanggan itu belum menyentuh sedikit pun makanannya..Dan saya juga sudah memberitahu dia kalau kita sudah mau tutup..Tapi dia cuma diam tidak menanggapi saya.."Jelas Toni lagi
"Kalian bersiap siap lah..Biar aku yang urus.."Ujar Paman Daniel pada semua staffnya
Mereka pun langsung mengangguk mengerti dan bersiap siap
Paman Daniel pun menghampiri pelanggan tersebut yang adalah seorang wanita yang usianya tak jauh berbeda dengan paman Daniel
"Maaf nona..Apakah nona masih tetap akan disini??Saya hanya ingin memberitahukan jika resto kami akan segera tutup.."Tanya paman Daniel sekaligus memberitahukan
Wanita tersebut pun menoleh kearah paman Daniel dengan raut wajah yang sedang menangis
Paman Daniel menatap heran dan bingung
"Maaf..Hiks..Kalau aku terlalu lama berada disini..Hiks..Aku ..Aku sedang menunggu seseorang..Tapi..Orang yang ku tunggu masih tidak datang.."Jawab wanita tersebut yang menangis tersedu
"Maaf nona..Saya turut prihatin dengan cerita nona..Tapi kami harus segera tutup resto..Saya harap nona bisa mengerti.."Ujar paman Daniel yang seolah tak ingin mencampuri urusan wanita tersebut
"Baik..Maaf,sudah merepotkan kalian..Hiks..Saya akan pergi.."Jawab wanita tersebut yang perlahan beranjak bangkit.Namun tetap dalam keadaan menangis
Dan saat ia akan melangkahkan kakinya untuk pergi,Tiba tiba saja wanita tersebut jatuh pingsan tak sadarkan diri
Paman Daniel pun bergegas langsung menghampiri wanita tersebut
"Nona..Nona..Kau baik baik saja??"Tanya paman Daniel dengan paniknya
Beberapa para staff yang melihat pun ikut membantu paman Daniel menolong wanita tersebut