
Malam yang sudah sangat larut,Noah akhirnya memutuskan untuk pulang kerumah
Tiba dirumah,Ema pun langsung menyambutnya
"Noah..Kau pergi kemana saja nak??Kau pergi begitu saja tanpa memberitahu mama??"Tanya Ema mengkhawatirkan Noah
Sesaat Noah menatap Ema dengan serius
"Benarkah saat aku mengalami amnesia,mama berusaha menyingkirkan Yerin?Mama juga berusaha melibatkan orang orang terdekatnya,hanya untuk menyingkirkannya dari kehidupan ku??"Tanya Noah mengungkit sebelumnya yang pernah terjadi saat ia mengalami amnesia
Seketika membuat Ema terkejut dan mulai gugup dengan pertanyaan Noah.Ia pun mulai bingung harus bagaimana ia menjelaskan
"Kenapa ma??Apa mama mulai bingung??Dan heran,bagaimana aku mengetahuinya??"Tanya Noah lagi yang membuat Ema mulai terpojok
"Kenapa mama harus melakukan ini??"Tanya Noah mulai menyudutkan Ema
"Soal itu,mama minta maaf Noah..Mama memang bersalah..Karna saat itu mama hanya memikirkan hubungan mu dengan Fiona..Mama tidak tahu jika ternyata Fiona sudah mengkhianati mu nak..Mama minta maaf..Mama salah sudah bertindak kena pada gadis itu.."Jawab Ema menyesali perbuatannya
"Tapi penyesalan mama sudah membuat Yerin pergi..Pergi dalam perasaan yang tersakiti..Jika aku tahu,kalau sebelumnya aku pernah mencintai gadis itu,aku juga tidak akan bertindak kejam padanya.."Jelas Noah dengan tatapan dingin
Ema pun semakin menyesali perbuatannya.Ia tak menyangka jika Noah masih mengingat Yerin,yang masih mencintainya
"Mama akan membantumu menemukannya..Kali ini mama tidak akan mencampuri hubungan mu dengan gadis itu... Untuk menebus semua kesalahan mama pada gadis itu,mama akan melakukan apa pun untuk mempertemukan kalian..Mama janji Noah."Ucap Ema meyakinkan Noah
Sesaat Noah pun menarik nafas panjangnya dan mengangguk
"Aku lelah,aku istirahat dulu.."Ujar Noah menuju kamarnya dan meninggalkan Ema
Maafkan mama nak..Mama akan melakukan apa pun untuk kebahagiaanmu..Mama sangat bersalah..Batin Ema
...****************...
Rumah sakit..
Terlihat pria tua sedang terbaring lah diatas ranjang rumah sakit,yang masih dalam keadaan belum sadarkan diri
Pria tua tersebut,tal lain adalah ayah Fiona.Fiona dan ibunya hanya bisa memandangi ayahnya yang masih dalam keadaan memprihatinkan
"Ini seperti teguran untuk keluarga kita Fiona..Mama tak menyangka jika semua ini harus terjadi pada keluarga kita..Akibat ulah papa mu..Yang terlalu berambisi merebut kedudukan Noah.."Sahut ibunya dengan murung
Fiona pun menoleh kearah ibunya
"Tidak apa apa ma..Jika papa tidak memaksaku menikah dengan Noah,mungkin hal ini juga tidak akan terjadi..Ini memang semua salah ku..Aku tidak bermaksud untuk melibatkan kalian..Tapi aku tidak menyangka jika papa sudah merencanakan sesuatu yang justru dapat lebih menghancurkan keluarga kita."Jawab Fiona merasa bersalah
"Semoga dari semua kejadian ini,kita masih ada kesempatan untuk memperbaikinya..Tapi mama tidak tahu apa yang akan dilakukan keluarga Noah nantinya pada kita..Mama mengkhawatirkan kau dan papa nak..Mama tidak masalah jika kita harus kehilangan semua harta yang kita miliki..Asal kita bisa memulai kehidupan baru lagi dengan bersama sama..Walau harus sederhana nak,dan mama berharap dengan kejadian ini papa mu bisa berubah."Ujar ibunya panjang lebar
Sesaat Fiona menatap ibunya dengan serius
"Ma..Bolehkah aku bertanya sesuatu??"Tanya Fiona
Sang ibu pun menatap bingung