
Hari ini Alea benar-benar merasa tidak bersemangat untuk pergi ke sekolah.Dengan apa yang telah ia lakukan kemarin,dia sangat yakin kalau murid-murid pasti sedang ramai membicarakannya.Entah dia akan di benci atau apa nantinya,yang jelas reputasinya sebagai siswi ter pintar di sekolah pasti akan terpengaruh oleh kejadian itu.
Apa lagi ia kemarin juga sempat di buat kesal oleh seorang pria tak di kenal,dan itu membuatnya semakin tidak bersemangat hari ini.
Alea masih berbaring di kasurnya,hari masih terlalu pagi.Jika biasanya Ia selalu berangkat pagi-pagi sekali demi menghindari keluarganya,hari ini dia justru masih merasa enggan untuk berpisah dengan kasurnya.
Meskipun Alea sangat malas untuk pergi ke sekolah,namun hati kecilnya tidak bisa menyangkal kalau dia adalah anak yang rajin dan merupakan murid paling cerdas.Jadi,walau masih betah berbaring,nyatanya Ia sudah mengenakan seragam dan bahkan sepatu pun sudah terpasang di kakinya.
Di saat Ia masih berdebat dengan pikirannya antara pergi atau tidak,di saat itulah suara ketokan pintu tiba-tiba mengagetkan Alea dan langsung menoleh ke arah pintu.
Ia menerka-nerka siapakah orang yang mengetuk pintunya itu,tidak mungking itu ibunya karna dia sekarang sedang di luar kota.Bibi? juga tidak mungkin,karna Alea tahu betul kalau sepagi ini pembantunya itu pasti sedang sibuk di dapur.
"Siapa?"
"Ini abang,buruan gih turun.Kemaren kata bibi kamu pulang dengan ke adaan basah kuyup,bibi mau bikinin kamu sup tapi kamunya langsung masuk kamar dan gak keluar-keluar.Jadi pagi ini bibi bikinin kamu supnya,dia juga ga berani bangunin kamu katanya."
Mendengar penjelasan dari abangnya membuat Alea jadi merasa bersalah,memang benar saat pulang kemarin dia langsung masuk ke kamarnya karna dia sedang kesal.Ia bahkan sampai tidak menyadari keberadaan pembantu yang sudah ia anggap seperti ibunya itu.Apa lagi tadi Ia juga mendengar kalau bibinya tidak berani untuk membangunkannya.Apakah sikap dinginnya selama ini juga berdampak padanya? entahlah,dia tidak mau ambil pusing.
"Hmm." jawaban singkat seperti biasanya.
Setelah Ia yakin abangnya sudah pergi dari sana,barulah Alea bangkit dari tempat tidur dan ikut turun ke bawah.
"Memangnya kenapa kamu kok bisa basah kuyub gitu kemaren,mana katanya kamu pulang udah hampir Maghrib lagi.Kamu kemana aja dan ngapain?" langsung mengintrogasinya saat Alea sudah sampai di meja makan.
"Gak ada."
Setelah kembali menjawab dengan jawaban yang super singkat,tidak ada lagi suara yang terdengar selain suara dentingan sendok yang beradu dengan piring.Begitu hikmat,terlalu hikamat malahan.
Alea berdiri,meminum seteguk air dan menyambar tasnya yang tadi Ia tarok di bangku sebelahnya.Ia pergi ke arah bibinya dan menjabat tangan wanita paruh baya tersebut dan kemudian menciumnya.
"Alea pamit bi,makasih sup nya." dan lalu pergi begitu saja.
Bukannya membalas ucapan Alea atau setidaknya tersenyum padanya, Ia justru ternganga dengan kejadian barusan.Nona muda yang super dinginnya itu mencium tangannya dan berkata manis padanya,apakah dia sedang bermimpi atau gimana.
Bukan hanya dia,bahkan abangnya pun di buat ternganga oleh tindakan mengejutkan barusan,malahan ia sepertinya lebih parah lagi sampai-sampai nasi yang tadi telah di sendoknya terjatuh berserakan bersamaan dengan sendoknya yang juga ikut terjatuh.
***
Benar saja, sekarang di sekolah situasinya sedang heboh.Mulai dari kelas sepuluh sampai ke kelas dua belas tengah sibuk membicarakan kejadian kemarin.Entah siapa yang pertama kali menyebarkan berita,yang jelas saat ini beritanya bahkan sedikit di lebih-lebihkan.Berita yang tersebar terlalu di dramatiskan,bahkan ada yang mengatakan kalau Alea juga menarik kerah baju Nathan setelah ia meninjunya.Jelas-jelas itu sudah keterlaluan,dalam cerita tersebut Alea di buat seolah-olah Ia adalah preman sekolah yang suka berbuat keributan bahkan berbuat tindak kekerasan.
Alea yang baru saja tiba di sekolah langsung mendapat begitu banyak sorotan, meskipun Ia sudah menduga hal seperti ini pasti akan terjadi,tapi tetap saja Alea merasa tidak nyaman saat setiap langkanya di perhatikan begitu.Ia merasa seolah-olah akan di terkam dan lalu di makan saja di buatnya.
Sesampainya di kelas,tatapan yang sama pun harus di dapatkannya.Walau sebenarnya Alea sangat merasa tidak nyaman,tapi ia tetap terlihat tenang,seolah Ia tidak merasa terganggu sedikitpun dengan hal itu.
"Apa kau juga tahu beritanya? Wah,,aku sungguh-sungguh tidak pernah menduga hal itu akan terjadi.Aish,, seharusnya aku tidak pulang cepat kemaren,aku ingin melihatnya secara langsung,cih! Kurasa dia tidak akan datang hari ini, sekarang dia sudah tahu kan apa akibatnya jika mengganggunya Alea."
"Benar,,benar,,aku juga tidak menyukai anak baru itu,apa lagi dia harus satu kelas dengan kita,aku jadi semakin kesal saja di buatnya."
"Belum lagi lagaknya yang sok itu, benar-benar membuatku merasa jijik dan muak di buatnya.Dia pikir dia itu siapa,sok-soak an mau berkuasa di sekolah kita.Jelas-jelas posisi itu sudah ada yang mengisinya dan orang itu adalah Alea.Dia adalah gadis paling pintar di sekolah dan dia juga anak orang kaya,selain itu dia juga menjadi salah satu gadis paling cantik disini.Di satu sisi aku sangat iri padanya dan di satu sisi lagi aku juga sangat mengaguminya."
"Dan satu lagi,aku juga takut padanya."
Meski banyak dari siswa itu terutama bagi mereka yang sudah mendengar kejadian kemarin yang memaklumi tindakan Alea dan bahkan membelanya,tapi tetap saja ada beberapa di antara mereka ada yang menyalahkannya dan bahkan tidak menyukai Alea sedikit pun.
Bagi mereka tindakan Alea sangat tidak cocok dengan dirinya yang di gadang-gadangkan sebagai murid pintar,yang tentunya harus berperilaku baik dan sopan apa lagi dia seorang wanita.Mereka menganggap kalau apa yang di lakukan Alea telah melampaui batas,memang Alea memiliki sifat yang super dingin.Tapi memukul seseorang? rasanya itu tidak pantas dan kelewat batas.
"Dasar tidak tahu malu,lo pikir karna lo itu murid pintar,kaya dan cantik lo bisa seenaknya memukul seseorang begitu? Dasar wanita tidak berpendidikan,keluar saja lo dari sekolah ini jika perilaku lo aja seperti itu."
Tiba-tiba seorang siswi dari kelas sebelah datang dengan beberapa temannya langsung menghampiri meja Alea dan menggebrak meja itu.
"Heh lo gak usah sok gak denger gue ya,gue tahu lo denger.Gue itu udah lama sabar sama sikap lo,selain lo yang sok kecakepan lo itu juga suka bertindak semena-mena sama kita.Lo kira ini sekolah punya nenek lo apa,main seenka jidat lo aja." Berdiri sambil berkacak pinggang di depan meja Alea.
Para murid yang tadi sibuk bergosip tentang Alea kini sudah teralihkan oleh kedatangan gadis itu,mereka tahu kalau gadis yang kini tengah berkacak pinggang di depan Alea adalah gadis paling songong di sekolah,gadis manja tapi sadis itu adalah satu-satunya orang yang mampu secara terang-terangan bersaing dengan Alea,dia juga murid pintar,kaya dan juga cantik.Hanya saja dia terlalu memperlihatkannya dan suka menindas murid yang menurutnya tidak selevel dengannya.Dia tukang buli dan ke kanak-kanakan.Dia selalu menindas yang lemah,dan jika dia merasa di tindas dia akan mengadukannya pada orang tuannya.Pada intinya dia adalah siswi kaya paling menyebalkan dan satu-satunya pesaing Alea,atau lebih tepatnya musuh bebuyutan.Meskipun Alea tidak pernah menganggapnya begitu.
Dia selalu bisa di kalahkan oleh Alea dalam berbagai hal.Ia selalu menjadi yang kedua,semua olimpiade selalu di menangkan oleh Alea,meski Alea tidak pernah masuk dalam berbagai lomba atau apapun yang menyangkut olahraga,tapi Alea selalu menyalahkannya saat ada pertandingan antar kelas.
Sementara bagi siswa yang lain,melihat hal seperti ini selalu menjadi bahan tontonan menarik bagi mereka,melihat siswi pintar berdebat itu akan sangat menyenangkan baginya.
"Gue gak pernah merasa gue seperti apa yang lo bilang tadi."
"Apa,,apa lo bilang tadi? gak ngerasa? Heh lo bener-bener keterlaluan yah,jangan mentang-mentang semua murid takut sama lo terus lo pikir gue juga bakalan takut sama lo? Mimpi lo.Lo itu gak cocok jadi murid disini,kita semua gak ada yang pernah main kekerasan seperti apa yang lo lakuin tahu loh."
"Benarkah?"
Alea masih terlihat santai dan acuh tak acuh,dia tidak tersulut emosi karna dia tahu seperti apa watak siswi yang kini sedang menatapnya jengah.
"Bukannya lo selalu nyuruh-nyuruh orang buat ngalukin apa yang lo suruh ya,lo bertindak seolah-olah mereka itu babu lo.Atau mungkin lo yang lupa?"
"Oh ya ampun,,jangan bilang kalau lo juga gak ngerasa lo yang ngelakuin itu?" Sambungnya lagi sambil pura-pura terkejut dengan menutup mulutnya.
Siswi yang di ketahui bernama Amanda itu ingin membuka mulut tapi sudah lebih dulu di potong oleh Alea.
"Kalau lo sendiri gak mampu bersikap baik gak usah sok-sok an ngajarin gue.Gue punya alasan atas tindakan yang gue lakuin sementara lo,gue rasa lo cuman mau seenaknya aja tanpa ada alasan yang jelas."
"Lo.."
"Kalau lo udah selesai mendingan lo pergi,bentar lagi bel masuk dan gue gak mah waktu gue terbuang sia-sia karna harus ladenin lo." Ucap Alea melambaikan tangan mengusikku dari sana.
"Awas aja lo yah,urusan kita belum selesai.Ayok guys,lama-lama disini bisa-bisa bikin kita ketularan minus akhlaknya." Berlalu meninggalkan Alea dengan beberapa siswi lain yang juga mengekor di belakangnya.
"Cabut lo sana,kita juga enek liat muka lo lama-lama."
"Hooh,,lagian kelas kita juga ga sudi kali di masukin murid songong kayak lo."
"Diam lo.!"
"Huuuu..." Murid cewek serentak menyorakkan kepergiannya.
Meski Alea nakutin,tapi setidaknya Alea gak bakalan gangguin mereka selagi mereka gak gangguin Alea juga.Beda sama si tuh Amanda, tukang kebuli,tukang banyak bacot,tukang.. pokoknya beda lah dari Alea.Alea tetap yang terbaik di mata mereka.
***
Tidak lama setelah Amanda keluar dari kelas mereka bel masuk pun berbunyi.Siswa yang masih di luar kelas berlari berbondong-bondong ke kelas mereka.
Sementara itu,di dalam kelas Alea masih ada satu siswa yang belum masukDia si biang kerok yang dalam seminggu ini jadi bahan topik pembicaraan karna berurusan dengan Alea.Yap,,dia adalah Nathan.Tampaknya dia terlalu malu untuk datang ke sekolah hari ini setelah kejadian kemarin.Kalau bukan karna berita sudah menyebar kemana-mana,dia pasti akan hadir hari ini,toh kemaren yang melihat kejadiannya secara langsung tidak banyak.
Tapi masalahnya berita sudah ramai di bicarakan sejak kemaren malam di grup kelas,dan Ia sangat yakin kalau itu bukan hanya di grup kelasnya saja,tapi sepertinya seluruh sekolah sudah tahu.Maka dari itu dia memutuskan untuk tidak hadir karna ia tidak akan sanggup mendengar ocehan siswa bergosip tentangnya.
Bersamaan dengan suara langkah kaki seseorang,di saat itulah semua murid perempuan ternganga saat sesosok pria bertubuh proporsional dan wajah yang bisa di bilang sangat tampan masuk ke kelas mereka.Melihat dari barang bawaannya sepertinya dia adalah guru baru,dan sepertinya masih berusia 24 /25 tahunan.Masih mudah dan sialnya sangat tampan.
"Pagi anak-anak, perkenalkan saya adalah guru baru di kelas ini,dan hari ini adalah hari pertama saya mengajar.Saya dengar kalau di kelas ini ada salah satu murid paling pintar di sekolah,dan akan sangat menyenangkan bagi saya untuk dapat mengajar disini untuk yang pertama kalinya.Maka dari itu saya mohon bantuannya." di akhiri dengan sebuah senyuman ramah yang terlihat sangat manis dan maskulin.
"Aduh jangan senyum gitu lah pak,ntar kalo saya pingsan gimana?"
"Yah mulai deh lebay nya,modus itu pak gak usah di dengerin."
"Yah abisnya tuh senyum manis banget,meleleh aku pak meleleh."
"Huuuu..." Serentak menyoraki yang justru membuat kelas menjadi semakin heboh.
"Sudah,,sudah,,saya tahu senyuman saya manis,gak usah kamu omongin semua orang juga tahu." Jawaban spontan dengan kepercayaan dirinya berhasil mengundang gelak tawa dari semua siswa.
Dan untuk Alea sendiri merasa muak dan tidak percaya akan ada guru narsis di kelasnya. "Cih,,pede amat." Gumaman kecil yang justru di dengar oleh semua orang dan bahkan guru itu sendiri,karena tanpa sadar Alea berdecak tepat di saat suasana sedang hening sebentar.Yang terdengar hanya suaranya saja,dan tentu saja membuat semua perhatian tertuju ke arahnya.
TO BE CONTINUED...
Jangan lupa follow IG Author @faadelia._
Give me a LIKE and always support me.. I'll do my best. 😉