Me And Myself

Me And Myself
BAB 1



Hai,,namaku Alea,kalian bisa memanggilku Al.Aku tahu ini mungkin akan sedikit aneh karna Alea yang kalian tahu adalah Alea yang pendiam dan tidak pernah tersenyum.


Baiklah..biar aku jelaskan dulu sedikit.Pada dasarnya aku memang pendiam dan tidak pernah tersenyum.Apa lagi bagi orang yang hanya bertemu sekali denganku, kebanyakan dari mereka bahkan mengira aku itu gadis yang sombong.Memang aku tidak pernah merasa kesal apa lagi marah mendengar desas desus mereka tentangku karna aku tahu mereka punya alasan untuk itu.


Lagi pula aku memang pendiam dan tidak pandai bersosialisasi,maka dari itu aku tidak pernah menghiraukan mereka.Mereka berhak berpendapat apapun tentangku selagi aku tidak merasa di rugikan aku tidak akan mempersalahkannya.


Aku juga tidak suka ikut campur urusan mereka dan tidak mau memperdulikannya.Aku bahkan sedikit kudet karna saking tidak pedulinya aku terhadap kehidupan di sekitarku.


Aku memiliki alasan atas semua sikap yang aku perlihatkan.Jika aku bisa jujur,sebenarnya jauh di lubuk hatiku yang terdalam aku sangat ingin seperti gadis seusia ku pada umumnya.Memiliki teman,tertawa dan menangis bersama,jalan-jalan dan bahkan tidur bareng.Aku sangat menginginkan itu,dan aku juga ingin memiliki seorang kekasih yang tulus mencintaiku dan peduli padaku.


Tapi apalah dayaku,karna kenyataannya aku telah mengubur semua keinginanku itu sejak bertahun-tahun yang lalu.Aku hanya akan fokus pada pendidikanku demi Masa depan yang aku impikan.Aku tidak membutuhkan teman ataupun pacar untuk membantuku dan menyemangatiku.


Ya ya ya..aku tahu kalian pasti akan berfikir yang sebaliknya denganku,kalian pasti akan mengatakan bahwa setiap orang membutuhkannya,terutama seorang teman dan bahkan sahabat.Awalnya aku memang meresa begitu,aku juga berpikir bahwa aku membutuhkan salah satu dari mereka.Hanya saja sekarang aku tidak mau ambil pusing dan aku sudah muak dengan hal yang seperti itu.


Asal kalian tahu saja.Dulu,dulu sekali aku memiliki banyak teman dan tentu juga ada seorang sahabat yang selalu mendukungku.Bahkan aku juga pernah memiliki seorang kekasih.Tapi yaa..begitulah hidup,orang datang dan pergi sesuka hati mereka.


Buktinya sekarang aku sendirian di dunia yang luas ini,jangankan kekasih dan sahabat,keluargaku saja tidak terlalu peduli padaku.Bahkan mungkin mereka tidak ingat kalau aku masih bernafas di dunia ini.Maka dari itu aku tidak peduli lagi,aku sudah terlalu nyaman dengan kesendirian dan rasa kesepian yang semakin membara ini.


Jika kalian mengira kalau keluargaku itu adalah keluarga yang harmonis maka kalian salah besar.Justru kami jauh dari kata harmonis,dari awal kalian kan juga tau kalau aku terlahir dari keluarga mapan.Jadi sebagai gantinya aku harus merelakan kebahagiaan ku sendiri.Seluruh anggota keluargaku terlalu sibuk dengan urusan mereka masing-masing,apalagi kak Leta.Dia tidak hanya sibuk dengan urusan kantor,dia juga sibuk mengurus urusan rumah tangganya.


Meski aku memiliki seorang keponakan yang cantik,imut,lucu dan menggemaskan tetap tidak membuatku merasa bahagia.Tapi ya mungkin kadang aku tanpa sadar tersenyum dengan tingkah lucunya itu.


Eh ya udah ntar aja aku lanjut ceritanya,sekarang aku harus berangkat ke sekolah.Aku tidak mau terlambat masuk meski hanya semenit.Oh ya btw aku udah kelas tiga SMA dan sudah semester akhir.Karna itu juga sih aku tidak boleh terlamabat karna tiga bulan lagi sudah harus ujian nasional.


"Al kamu gak ikut sarapan dulu,semalam kamu juga makan di kamar.Mama udah kangen loh sarapan bareng kamu kayak dulu lagi."


"Nga ma Al buru-buru takut telat." Aku berlari menuruni tangga dan langsung bergegas menuju garasi.


"Ya sudah kalai gitu,kamu hati-hati nyetirnya jangan ngebut-ngebut."


Suara mama yang terdengar seperti seorang Ibu yang mengkhawatirkan anaknya.Aku sedikit berdecak,aku tidak menjawab meskipun aku mendengarnya dengan sangat jelas.Kemana saja Ia selama ini,biasanya juga aku sendiri yang makan di meja itu.Mereka entah kemana dan makan dimana aku tidak pernah tau.


Hah sudahlah,bisa-bisa aku beneran kecelakaan nanti gara-gara hal yang tidak penting until di pikirkan.Aku langsung melajukan mobilku menuju jalanan yang masih agak sepi,karna hari memang masih pagi.Telat hanya sebuah alasan bagiku karna aku memang malas until ikut sarapan dengan mereka.


Aku melajukan mobilku dengan kecepatan sedang,tanpa sadar pipiku terasa basah.Sepertinya air mataku keluar dengan sendirinya tanpa izin dariku.Aku buru-buru menghapusnya dengan tanganku.Aku tertawa,bodoh sekali aku.Bisa-bisanya aku mengis hanya karna masalah sepele."Dasar lemah" umpatku pada diriku sendiri.


×××


Sesampainya di sekolah aku langsung memarkirkan mobilku.Seperti dugaanku,sekolah masih terlihat sepi.Di parkiran hanya ada beberapa kendaraan yang sepertinya memang sudah datang lebih dulu dariku.


Tapi seperti kataku,aku tidak peduli.Jadi aku langsung keluar dari mobilku dan bergegas menuju ke kelas yang letaknya di lantai dua.Tidak lupa sebuah earphone berwarna putih yang selalu aku pakai kapanpun dan dimanapun aku berada.Tidak ada musik yang aku putar,aku memakainya hanya agar tidak ada seorang pun yang berusaha bicara padaku.Mereka akan mengira aku tidak mendengarkannya dan tidak akan lanjut bicara padaku.


Sebenarnya banyak orang di sekolah ini yang berusaha bicara padaku dan berniat menjalin sebuah hubungan denganku.Baik sebagai teman atau bahkan pacar.Menurut mereka aku adalah seorang gadis dengan paras cantik dan juga berbagai pretasi di beberapa bidang salah satunya matematika.Ditambah aku lahir dari keluarga kaya membuat mereka semakin bertekad untuk mendekatiku.Tapi dengan sikap cuek, pendiam dan terkadang pemarah membuat mereka mengurungkan niatnya bahkan sebelum aku meminta mereka untuk melakukannya.


Aku duduk di bangku ku sambil membaca buku yang entah sudah berapa kali aku menamatkannya.Buku ini juga berperan sebagai tameng bagiku, terkadang aku hanya membuka halaman secara asal dan tidak sungguh-sungguh membacanaya.Aku sengaja memilih tempat duduk yang terlerak di pojok dekat pintu barisan paling belakang.


Mungkin sekitar sepuluh menit aku duduk sendirian di kelas, sampai bel masuk akhirnya berbunyi.Dan murid berhamburan masuk kelas menuju tempat duduknya masing-masing.


Melihatku yang datang paling pertama sudah bukan hal baru lagi bagi mereka.Sama halnya denganku,mereka juga tidak akan mengusikku kecuali keadaan yang memang mengharuskan mereka bicara padaku.


Bahasa Inggris,mata pelajaran pagi yang memang salah satu pelajaran kesukaanku.Guru hanya menerangkan beberapa hal mengenai meteri yang di pelajari,tidak terlalu penting bagiku.Bukan karna sombong,hanya saja semalam aku telah mempelajarinya dan kalian mengertilah maksudku.Untuk apa mengulangi seseuatu yang jelas-jelas sudah kalian pahami.


Enam puluh menit yang membosankan bagiku,jangankan aku yang memang sudah mempelajari matari yang akan di jelaskan.Murid yang bisa di bilang bodoh saja tampak beberpa kali menguap sepanjang guru menjelaskan.Mungkin aku memang menyukai mata pelajarannya,tapi guru yang sudah berumur ditambah lagi cara menerangkan yang tidak menarik membuatku semakin merasa bosan.


Saat bel pergantian jam berbunyi aku lebih memilih mojok di perpustakaan dari pada pusing di kelas mendengar suara murid yang sudah seperi ibu-ibu di pasar saja.Aku tidak suka membolos,hanya saja guru sedang rapat jadi ini kesempatan bagiku untuk kembali ke duniaku.


×××


Disisi lain,tampak seorang murid laki-laki yang tampak tergesa-gesa dan sedikit panik berjalan menuju kelas IPA 1.Laki-laki dengan rambut coklat dan mata abu-abu dan juga salah satu pria yang tidak pernah putus asa untuk menjadi seorang teman bagi Alea.


"Al..Alea.Alea dimana?"tanyanya pada anak IPA 1 sambil ngos-ngosan.


"Apasih Ray..gajelas amat.Kalo ngomong tu pelan-palang jangan buru-buru gitu,udah kek orang di kejar anjing gila aja lu."saut salah satu siswi kelas itu.


"Hooh..mana berisik juga lagi."tambah siswi lain.


Pria yang di panggil Ray tersebut hanya pelanga-pelongo dengan mata menyusuri seluruh ruangan kelas IPA 1.


"Eh lo Ray,,jangan mentang-mentang lo itu anak kepsek main nyelonong aja ke kelas orang,permisi dulu kek."ocek Johan selalu ketua kelas.


"Iya gue tau,tapi ka gak usah bawa-bawa bokap gue juga dong."


"Ya terus lo mau apa nyari-nyari Al segala.Lo ga bosan apa di cuekin terus ama tu cewek.Lagian kan lo juga termasuk sebagai salah satu cowok terganteng di sekolah ini.Cari cewek yang lain lah."


"Bukan urusan lo,lagian gue ngejar-ngejar Alea cuman pengen temenan doang kok ama dia gak lebih."jawab Ray dengan tatapan jenggah langsung ke arah Johan.


"Gue kesini mau ngasih tau Al kalo mobilnya ada yang nyoret-nyoret."tambahnya lagi sontak membuat seluruh siswa heboh.


"Apa."ucap mereka serentak.


"Yang bener lu Ray,jangan ngadi-ngadi dah lu.Lagian siapa sih yang berani nyoret-nyoret mobil tu cewek.Cari mati tu anak."


"Iya,,perasaan semua murid di sekolah ini gak ada yang berani gangguin tu cewek.Gue aja ya sebagai cowok,jangankan gangguin,liat mata dia aja gue kagak berani."


"Bener tuh,,emang sih Alea gak pernah ngapa-ngapain kita,palingan cuma di pelototin doang."


"Ya iyalah,,kita kan juga kagak pernah mengusik dia,ngomong kebanyakan aja udah di pelototin."


Dan banyak lagi kata-kata takut yang keluar dari mulut mereka.


"Diaaaammm...kok malah pada begosip sih kalian semua.Kan jadi kelamaan gue disini gegara demgerin ocehan lo lo pada.Sekarang kasih tau gue Al dimana,buruan.?!"


Murid yang tadinya pada ribut gak jelas langsung berhenti karna teriakan Ray yang sampai terdengar ke kelas sebelah.


TO BE CONTINUED...


Jangan lupa baca juga cerita aku yang lain ya PSYCHOPATH IN LOVE


Give me a LIKE and always support me.. I'll do my best. 😉