
Sudah jam istirahat,kantin sekolah sekarang telah penuh oleh lautan manusia,semua anak bergerombolan untuk memesan makanannya,semuanya bertanding untuk mendapatkan giliran pertama dan tidak ada yang mah kalah.
Saat Alea sudah berada di kantin,banyak siswa yang membicarakannya karena Ia sangat jarang makan di kantin.Semua mata tertuju padanya,bahkan murid yang tadi berdesak-desakan kini terlihat tengah memberinya jalan.Tidak ada satu pun yang berani melanggar Alea,mereka membiarkannya untuk memesan makanan terlebih dahulu.
Alea memilih duduk di meja kosong yang agak jauh dari siswa lain setelah Ia selesai memesan makanannya.
Salah satu siswa perempuan dari kelas Alea duduk tidak jauh darinya,Ia duduk bersama dengan beberapa siswa yang lainnya.
"Woi..woi..woi..gue ada berita baru gue yakin kalian gak bakalan percaya." katanya membuat siswa lain antusias dan semakin mendekat padanya,Ia memang salah satu siswa ter update kalau ada berita baru di sekolah.
"Apaan lagi woi gue penasaran?."
"Berita apa emang woi?."
"Kalian tahu,,tadi gue kan lagi jam pelajaran kimia kan ya.."
"Terus..terus.." potong salah seorang siswa.
"Nah tadi tuh gue gak sengaja liat Alea senyum,langka banget kan?"
"Hah,,Alea muka datar itu senyum? emang dia senyum gara-gara gara apa sih."
"Ya gara-gara si murid baru tengil itu lah,si Nathan."
"Apa.." ucapnya serentak yang membuat murid-murid lain menoleh ke arah mereka.
"Ish jangan teriak-teriak lah,,kita diliatin noh sama orang-orang."
"Iya..iya..terus kok dia bisa senyum sama ntu anak,bukannya dia juga yang nyoret-nyoret mobil Alea yah?"
"Nah itu dia makanya." ucap siswa yang bernama Sindy.
"Jadi pas dia nyoret-nyoret mobil Alea,hari itu dia juga malah duduk di tempat Alea biasa duduk." lanjutnya.
"Wah,,parah tu anak."
"Terus kemaren kan Alea izin kan,jadi gak ada masalah lagi.Nah tadi pas Alea sudah masuk dia kembali duduk ke bangkunya,eh si bocah tengil itu malah marah-marah dong.Dia malah menuduh Alea yang rebut tempatnya padahal kan bukan,dia juga berani ngambil novel Alea pas Alea lagi baca ntu novel.Terus novelnya di tarok ke meja lain dong,mungkin dia kesel karna di cuekin sama Alea kali ya." mengambil nafas sebelum Ia kembali bercerita.
"Terus dia malah tambah kesal gegara Toni malah balikin novel Alea yang tadi di tarok di atas mejanya sama si Nathan ntu.Dia ngegebrak meja Alea dengan keras dan siap buat marah lagi dong,tapi di saat bersamaan guru malah masuk.Terus dia di marahin deh,disuruh duduk ke bangkunya.Nyalinya ilang dalam sekejap terus duduk di tempat lain ."
"Gede juga nyali tuh anak,dia belum liat Alea marah sih." ucap murid cowok yang juga ikut gabung dengan mereka.
"Emang lu udah pernah,,huh?"
"Ya enggak juga sih,tapi kan kalo dia udah natap dingin kek mau bunuh kita kan itu tandanya dia udah marah banget." jawabnya.
"Terus kan dia udah duduk nih ya,,nah saat itulah gue gak sengaja liat Alea senyum.Menurut gue sih dia tuh kek nya puas banget gitu ngeliatin ntu anak songong ilang nyali abis di marahin." kata Sindy semakin antusias.
"Kalo gue jadi Alea sih juga bakalan gitu,lagian dari awal gue emang udah gak suka sama tuh anak,songong amat gayanya." Johan yang tiba-tiba muncul entah dari mana.
"Belum lagi dia sok-sok an tebar pesona sama anak-anak cewek di kelas,makin enek gue liat tuh anak." tuturnya lagi.
"Kirain cuman gue doang yang gak suka sama ntu anak,ternyata lo juga Jo." melirik Johan sambil tersenyum.
Ray yang sedang lewat tidak sengaja mendengar omongan mereka,dia jadi penasaran dan bergegas ke arah Alea.
"Al..Al..beneran ntu anak baru satu kelas sama lo,terus udah bikin lo kesal lagi?"
"Hhmm."
"Gada waktu."
"Hah..maksud lo gak ada waktu buat bikin perhitungan sama dia?"
"Orang model dia kalo di ladenin makin menjadi,buang-buang waktu gue aja."
Ray manggut-manggut,benar juga apa yang di katakan Alea.Dia sebenarnya juga sudah menduga kalau murid baru bernama Nathan itu pasti murid tukang buat onar,jadi gak perlu di tanggepin lah.Di kalo nol aja dia nya."Bener juga sih." katanya.
"Oh ya satu lagi,tadi pagi kalau gak salah gue liat lo lagi ngomong ama tu anak.Emang lo ngomongin apa sama dia?"
"Gak ada." jawaban yang selalu singkat,padat,dan jelas.
"Terus lo ngapain dong kalau gak ngomong apa-apa sama dia,gak mungkin lo cuman berdiri doang sambil natap muka dia kan.Atau jangan-jangan lo suka lagi sama dia makanya lo gak marah padahal dia udah sering cari gara-gara sama lo,jangan bilang iya." bicaranya semakin ngaur membuat Alea jadi tidak nafsu makan lagi.
"Berisik amat lo."menepuk meja sampai terdengar keras dan pergi meninggalkan Ray bersama dengan makanannya yang masih belum abis.
×××
Alea sudah berada di parkiran sekolah, Ia hendak masuk mobil dan pulang,namun lagi-lagi Nathan muncul dan mengganggunya.
"Heh loh,,siapa nama lo tadi,aah masah bodoh dengan nama lo.Maksud lo apaan tadi hah,lo berani cuekin gue terus tadi pagi lo juga ngomong gak jelas amat,lo berani nantangin gue hah..?" berteriak tepat di belakang Alea.
"Belum ada dalam sejarah gue di guniin sama orang,apa lagi sama cewek.Dan lo berani-beraninya nyuekin gue dan gak nge hargain gue.Secara tidak langsung lo itu idah nge hina gue sama nginjak-nginjak harga diri gue,tau lo." ucapnya lagi semakin keras.
Alea masih diam,dia tidak mau ambil pusing dan segera pergi dari sana.Namun pada detik selanjutnya Nathan malah menyentak tangan Alea karena melihat Alea yang hendak masuk ke mobilnya.
"Eh lo kalo gue ngomong tuh dengerin bangsat." membuat siswa lain yang hendak pulang menoleh ke arahnya.
Alea benar-benar sudah tidak tahan lagi,dia langsung berbalik dan memberi bogeman mentah tepah mengenai hidung Nathan.Semantara Nathan yang tidak memduga hal itu terhuyung ke belakan,Ia memegangi hidungnya yang terasa sakit dan mungkin sekarang hidung mancungnya patah.
Dia yang tidak ada persiapan sedikit pun terhadap serangan tiba-tiba yang di layanhkan oleh Alea tentu merasa kaget,belum lagi dia merasa hidungnya yang berdarah akibat pukulan keras dari tinju Alea.Walau sakitnya tidak seberapa,dengan bebrapa murid yang menyaksikan hal tersebut tentu akan menjadi aib baginya, bisa-bisa nanti dia jadi bulan-bulanan para siswa karna di pukul sampai berdarah oleh seorang wanita.
"Gue bilang gak bakalan ada yang ke emapat kalinya,dan lo masih berani gangguin gue.Selama ini gue udah sabar ngadepin lo karna gue tahu lo itu caman anak badung yang gak guna.Dan dalam sejarah gue juga belum ada satu orang pun yang berani ngusik ketenangan gue apa lagi bikin gue sampai marah." ucap Alea akhirnya.Dia menarik nafas sejenak dan melanjutkan kalimatnya sambil mendekat ke Nathan.
"Kalo dulu lo di takuti sama di segani bukan berarti di sini bakalan sama, mereka yang takut sama lo hanyalah kumpulan orang-orang bodoh yang gak punya nyali.Dan lo jangan pernah berharap kalo lo bakalan ngerasain hal yang sama di sini,karna lo cuman bakalan mendapatkan kebencian dari mereka.Kenapa selama ini gue gak pernah ngeladenin lo,karna bagi gue lo itu gak lebih dari sampah yang gak ada gunanya.Tampang sok tapi otak kosong,cih..gak guna,benar-benar memuakkan." lanjutnya.
Setelah selesai bicara,Alea tidak mau berlama-lama melihat wajah di depannya yang hanya membuatnya muak.Mungkin ini adalah kalimat terpanjang yang pernah Alea ucapkan sepanjang hidupnya di sekolah ini.
Beberpa murid yang mendengar dengan jelas ucpan Alea barusan hanya bisa ternganga,bahkan kata-kata itu tidak di tujukan kepada mereka,tetapi itu benar-benar membuat mereka ikutan merasa tertusuk olehnya.Baru kali ini mereka melihat amarah Alea yang sesungguhnya dan itu benar-benar wah dan sangat menakutkan.
Sementara Nathan masih berdiri dengan hidung yang berdarah,Ia benar-benar malu dan tidak percaya.Dia berniat memberi Alea pelajaran tapi dia malah semakin di buat malu olehnya.Sungguh idiot,mau di tarok di mana muka tampannya nanti.
Di sisi lain Alea juga terlihat sangat marah,tapi kali ini bukan karna mengingat Nathan,melainkan karna dirinya sendiri.Bagaimama mungkin dia bisa kelepasan begitu,seharusnya dia tidak usah terpancing tadi.Tapi apa,dia malah menonjok wajah Nathan dan di saksikan oleh beberapa murid yang masih belum pulang.Dia bahkan menghina Nathan dengan kata-kata yang tidak pantas,dia bahkan merasa lebih sampah dari pada Nathan yang di sebut sampah olehnya.
"Aaaggh..bodoh sekali kamu Alea,kau bahkan tidak lebih rendah dari binatang." ucapnya sambil memukul setir dengan keras.
"Bodoh..bodoh..bodoh..dasar kamu Alea bodoh." lanjutnya lagi.
Alea menyetir mobil sambil marah-marah sepanjang perjalanan,entah sudah berapa banyak kata umpatan yang Ia keluarkan until dirinya sendiri.
TO BE CONTINUED...
Jangan lupa baca juga cerita aku yang lain ya PSYCHOPATH IN LOVE
Give me a LIKE and always support me.. I'll do my best. 😉