Me And Myself

Me And Myself
BAB 2



Setelah mengetahui bahwa Alea berada di perpustakaan,Ray pun langsung bergegas menuju kesana.


"Al..Alea,.lu dimana sih?"


"Nak Ray tolong jangan berisik ini perpustakaan." tegur salah seorang guru penjaga di perpustakaan.


"Eh iya maaf buk,,kalau boleh tahu,Ibuk liat Alea gak buk?" kini Ray sudah berbicara pelan kepada guru tersebut,bahkan hampir berbisik.


"Kamu juga tidak perlu bisik-bisik begitu ngomongnya.Mau cari nak Alea?"


"Hehe..iya buk,saya ada perlu sebentar.Alea nya dimana ya buk?"


"Tadi kalau tidak salah Ibuk lihat dia di meja yang paling ujung sana,kamu coba saja cek kesana." tunjuk guru tersebut pada bangku yang memang terletak paling ujung.


Ray tidak bisa melihatnya dari tempat Ia berdiri sekarang karna terhalang oleh rak buku."Oh ya sudah kalau begitu saya permisi dulu buk."


Ia pergi ke arah tempat duduk yang di tunjuk oleh gurunya tadi.Dan benar saja,Alea memang berada disana dengan buku-bukunya.Tidak lupa earphone yang selalu menempel di telinganya.


"Al,,lu ikut gue sekarang." Ray langsung main tarik saja tangan Alea tanpa memperdulikan Alea yang menatapnya dingin tanda Ia tidak suka.


Di dalam hati Alea berkata 'nih anak ngapain sih pakai narik-narik gue segala.Dia gak bosan apa gangguin gue terus,udah jelas-jelas gue gak suka dan selalu cuekin dia.Malah muncul lagi.'


"Lepasin tangan gue." Alea sudah tidak tahan.Setelah mereka keluar dari perpustakaan,Ia langsung menyentak tangannya dan menatap Ray dengan tatapan dinginnya.


"Gak mempan sama gue,mau lu pelototin kek apa kek gue gak takut samu lu.Hayok buruan ke parkiran ikut gue,yang ada lu ntar nyesel karna gak mau ikut sama gue." jawab Ray dengan nada bicara yang sedikit bercanda.


"Gak usah pegang-pegang,gue bisa jalan sendiri." Alea kembali menarik tangannya dan berjalan lebih dulu meninggalkan Ray yang senyum-senyum gak jelas.


"Aneh." ucap Alea yang melihat tingkah Ray.


"Tungguin gue dong Al."


Setelah Ray berhasil menyusul Alea yang memang sudah berada jauh drinya,Ray bicara tanpa henti tidak peduli kalau lawan bicaranya bahkan tidak menganggap keberadaannya.


"Heh Al..lu dengerin gue gak sih."


Alea hanya diam,bahkan menoleh pun tidak.Tapi bukan Ray namanya kalau dia langsung berhenti bicara,dia bahkan melanjutkan ceritanya.


"Lu bisa diam gak sih.Jadi cowok udah kayak emak-emak aja,berisik." bentak Al yang sudah tidak tahan lagi.


Dia memang harus lebih bersabar dengan dedemit yang satu ini.Setidaknya itulah panggilan Al untuk Ray.


"Ya gak bisalah.Lagian gue di kasih mulut tuh buat ngomong bukan buat di diemin aja kayak lu."


Alea menghentikan langkahnya,Ia benar-benar sudah tidak tahan lagi.Ia hendak memarahi Ray tapi sudah di potong lagi oleh Ray.


"Eits lu gak bisa marah ke gue,lagian gue ngomong fakta kok." tangannya yang masih berada di mulut Al semakin membuat Al menatapnya marah.Memang Al itu gadis yang baik,tapi hanya selama dunianya tidak di usik.Dan sekarang dia benar-benar di buat kesal olehnya.


Melihat Al yang sudah menatapnya dingin,Ray sontak menarik tangannya.Rupanya dia takut juga dengan tatapan Alea.


"I..Itu..Eh apa tadi.Hmm gue mau ngomong apa lagi yah." ungkapnya sambil gelagapan.


Mereka sempat diam sejenak,Alea yang terus menatapnya seperti itu membuatnya jadi salah tingkah.Dia tahu kalau sekarang Alea pasti benar-benar sudah merasa kesal sekali padanya.Tidak mau terjebak dalam kondisi yang mencekam seperti ini,(tentu saja mencekam bagi Ray) Ia langsung pergi meninggalkan Alea yang masih terus menatapnya.


"Bu..buruan gih ke parkiran." akhirnya kata itulah yang keluar dari mulutnya,Ia bicara tanpa menoleh ke arah Alea.


×××


Di parkiran kondisinya sudah ramai,yang awalnya hanya ada kelas IPA 1,sekarang sudah semakin banyak lagi.Bahkan adik kelas pun juga terlihat disana,tentu saja mereka penasaran.Mereka penasaran siapakah yang telah berani mencoret-coret mobil murid paling dingin di sekolah mereka.


Selain itu,mereka juga penasaran apakah reaksi yang akan di keluarkan oleh Alea nantinya.Apakah Ia akan berwajah datar seperti biasa atau mungkinkah kali ini Ia akan marah.


Sikap pendiam yang tergolong dingin itulah yang membuatnya di kenal oleh semua murid di sekolahnya.Sebenarnya Ia juga termasuk sebagai wanita idaman.Parasnya yang cantik,otak cerdas,belum lagi Ia anak orang kaya.Tapi ya sikapnya itu loh yang membuat orang enggan untuk mendekatinya.


Dimata adik-adik kelasnya Ia sangat di takuti.Pernah dulu ketika murid kelas satu saat masa orientasi di kerjai oleh kakak OSIS untuk meminta tanda tangannya Alea.Murid yang belum terlalu mengenalnya tentu akan merasa senang sekali,terutama murid laki-laki.


Bagi mereka ini adalah kesempatan bagus untuk bisa berbicara dengan salah satu murid tercantik di sekolahnya.Tapi begitu tujuannya hampir terlaksana,semua harapan mereka harus sirna.Karna nyatanya mereka hanya mendapat bentakan dari Alea,belum lagi Alea menatap mereka dengan tatapan dingin andalannya.


Jangankan tanda tangan,kertas mereka bahkan di lempar begitu saja oleh Alea.Tentu saja dia melemparnya,karna bagi Alea mereka sangat mengganggu ketenangannya.Bayangkan saja,saat itu Alea sedang duduk di taman sambil membaca bukunya.Tapi tiba-tiba beberapa murid kelas satu datang bergerombolan ke arahnya,diantara mereka ada yang berteriak-teriak dan bahkan sampai menarik-narik baju Alea agar mereka di beri tanda tangan terlebih dahulu.


Alea yang tidak suka dunianya di usik langsung meneriaki mereka dan melempar buku tanda tangannya sebelum Ia meninggalkan murid tersebut dengan tatapan tidak percaya.Sejak saat itu tidak ada lagi adik kelas yang berani mengganggunya.Bahkan mereka tidak berani hanya sekedar menyapa saat mereka tidak sengaja berpapasan dengan Al.


"Ada apa woi rame-rame...ada apa kasih tahu gue dong?" tanya seorang murid laki-laki yang baru tiba di area parkir.


"Lo tau Alea kakak kelas yang super dingin itukan?"


"Iya terus hubungannya sama dia apa woi?"


"Hehe..iya deh,terus..terus."


"Nah katanya sih mobil dia ada yang nyoret-nyoret gitu.Makanya murid-murid langsung heboh jadi pada kesini semua deh buat nyaksiin kira-kira kejadian apa yang bakalan terjadi selanjutnya." jawab salah satu temannya.


"Wah wah..uji nyali tu orang.Gak takut mati apa"


"Gue juga mikirnya gitu,siapa sih yang berani gangguin tu macan betina." kata salah satu murid yang lain.


"Eh hati-hati lo kalau ngomong,ntar kalo orangnya denger mampus lo.Gue gak mau ikut kalo udah kayak gitu ceritanya."


Dan masih banyak lagi kata-kata yang keluar dari mulut mereka.Beberapa murid ada juga yang asik nanya-nanya siapa pelakunya.


Dan beberapa murid lain bahkan ada yang mengamadikan momen tersebut dengan ponsel mereka,menurut mereka ini adalah momen langkah yang wajib di abadikan.Ada juga siswa yang asik live di akun sosial media mereka.


Alea sudah berada di parkiran,dengan Ray yang terus mengekornya dari arah belakang.Mereka memberi jalan pada Alea agar dapat menuju ke mobilnya yang sudah di coret-coret tersebut.


Alea nampak sedikit heran,Ia berpikir mengapa selusuh siswa berkumpul disana.Apakah ada hal menarik terjadi disana atau apakah ada hal lain.Alea sudah menerka-nerka alasan apa yang membuat mereka semua berkumpul disana.Ray juga kelihatannya sedikit panik saat menjemputnya di perpustakaan tadi.


Kini Alea sudah berada di depan mobilnya,Ia sedikit terkejut melihat kondisi mobilnya yang sudah penuh dengan coretan dari cat berwarna merah,terlihat kontras sekali dengan mobilnya yang memang berwarna hitam itu.


Alea mengitari mobilnya.Bukan hanya satu,tapi bahkan hampir seluruh bagian mobilnya telah di coret.Ia menunduk dan menyentuh bagian depan mobilnya yang sudah penuh dengan cat.Alea tidak suka ini,Ia tidak suka saat seseorang merusak hal yang menjadi miliknya.Selama ini dia tidak memperdulikan desas-desus para siswa mengenai dirinya.Tapi ini sudah kelewatan,apa lagi ini adalah mobil pemberian Ayahya.


Alea mengepalkan kedua tangannya,Ia kemudian berbalik dan menatap semua siswa yang ada di sana.Semua orang dapat melihat bahwa sepertinya Alea sangat marah,mereka bahkan semakin bergidik melihat tatapan Alea yang sudah siap untuk membakar siapapun yang melihatnya.Mereka memang sudah sering melihat Alea dengan tatapan dingin,bahkan setiap hari mereka melihat Alea seperti itu.Tapi kali ini berbeda,kali ini benar-benar sudah seperti tatapan seorang pembunuh,bahkan sudah seperti tatapan seorang psykopat seperti yang mereka lihat di film-film.


"Siapa pelakunya." pertanyaan singkat yang keluar dari mulut Alea juga tidak kalah dingin.Tidak ada satu orangpun yang berani bicara,mereka hanya diam dengan kepala yang sedikit tertuntuk.


"Gue nanya siapa pelakunya." Alea sedikit berteriak dengan suara yang di tekankan di akhir kalimatnya.


"Tadi lo semua kenapa berisik, sekarang gue tanya malah kek orang bisu."


"Al mereka takut sama lo,muka lo tuh nyeremin.Mana berani mereka ngomong." terdengar suara Ray yang berusaha menjelaskan pada Alea.


"Lagian kita semua juga kagak tahu siapa pelakunya,di antara kita kagak ada yang berani juga kali.Kan lo juga tahu itu." sambungnya.


Alea kembali diam setelah mendengar penjelasan dari Ray.Ray yang melihat reaksi Alea merasa sedikit senang,tampaknya kali ini Alea mendengarkannya.


Seketika suana di parkiran berubah hening,sangat sunyi sekali seperti di kuburan.Alea masih di posisinya dengan tatapan dingin menoleh ke semua siswa secara bergantian.Begitupun para siswa yang seperti tersihir olehnya,tidak ada satupun dari mereka yang bersuara atau berusaha meninggalkan tempatnya masing-masing.


"Gue pelakunya." suara dari seseorang yang berhasil memecah keheningan tersebut.Murid-murid yang mendengarnya berusaha mencari siapa pemilik suara tersebut yang diyakini seorang pria.


Alea yang juga mendengar hal tersebut ikut bereaksi sama dengan murid yang lain,Ia juga terlihat mencoba mencari siapa pemilik suara tersebut yang mengakui bahwa dialah pelakunya.


Tidak lama dari belakang kerumunan siswa muncullah seorang siswa dengan jaket kulitnya,serta headband dengan warna senada yang melekat di kepalanya.Pria tampan dengan mata coklat keemasan yang juga menatap Alea dengan tatapan sinis.


"Gue pelakunya,emang lo mau apa?" tanyanya tanpa takut sedikitpun membuat semua orang menganga tak percaya.


Dia berjalan dengan perlahan ke arah Alea dengan kedua tangan yang menyelip di saku jaketnya.Dari penampilannya Alea sudah menduga kalau pria tersebut merupakan seorang siswa yang pastinya badung.Alea yang tadinya sudah terbakar emosi akhirnya kembali santai dengan tatapan yang tidak sedingin tadi.


Ia merasa tidak pernah melihat pria itu,dan dengan penampilannya yang seperti murid badung itu membuat Alea merasa percuma jika harus meladeninya.


"Kenapa lo diam aja,lo takut?." ledek pria tersebut yang kini sudah berada tepat di hadapan Alea.


Ray yang berada di samping Alea menatap mereka secara bergantian,Ia harus siap siaga kalau-kalau emosi Alea meledak nantinya.Namun yang Ia lihat hanya sikap santai dan acuh take acuh Alea saja.Tidak terlihat lagi amarah dan tatapan membunuh seperti yang Alea lakukan tadi.


Alea tidak membalasnya,Ia hanya menatapnya tanpa berkedip walau hanya sebentar.Begitupun pria tersebut,mereka hanya diam disana dan balik menatap Alea.


Alea yang memutus pandangan mereka lebih dulu,Ia kemudian berbalik dan kemudian malah menatap Ray.Ray selalu orang yang menjadi sasaran mata Alea jadi sedikit kikuk,Ia bingung harus bereaksi bagaimana.


"Ntar kalo guru nyariin gue bilang aja gue izin keluar sebentar,tolong lo urus juga surat izin gue."


Alea berkata sambil menepuk pundak Ray sebelum Ia membuka pintu mobilnya."oh ya tolong lo tarokin juga novel gue ke dalam tas." lanjutnya menyerahkan novelnya ke tangan Ray.


"Pengecut,tadi aja gayanya sok,lah sekarang malah kabur." ucap pria tadi dengan nada mengejek dan lagi-lagi membuat semua orang terkejut.


Alea tidak marah,dia bahkan tidak menghiraukannya.Ia menaikkan kaca mobilnya dan berlalu dari sana.Pria yang tadi mengejek Alea malah mengumpat tidak jelas,ini baru pertama kali terjadi padanya.Selama ini belum ada orang yang berani melawannya apa lagi di cuekin.


Ray dan murid lain malah tertawa,Ia merasa geli dengan tingkah pria tersebut.Dia sangat yakin bahwa sekarang pria itu pasti merasa sangat kesal setelah di cuekin oleh seorang gading bernama Alea.


Mereka semua geleng-geleng kepala dan satu persatu pergi meninggalkan area parkir,ada yang menuju kantin dan ada yang kembali ke kelasnya.Ada juga beberapa siswa yang pergi ke perpustakaan.Dan Ray sendiri pergi ke kelas Alea untuk meletakkan novel seperti yang tadi di ucapkan Alea kepadanya.Setelah itu Ia lanjut mengurus surat izin untuk Alea.


TO BE CONTINUED...


Jangan lupa baca juga cerita aku yang lain ya PSYCHOPATH IN LOVE


Give me a LIKE and always support me.. I'll do my best. 😉