MARRIED BY ACCIDENT WITH MAFIA

MARRIED BY ACCIDENT WITH MAFIA
Baby Ezz



Menjadi orang tua baru bukanlah hal yang mudah, meskipun sudah ditemani oleh ahlinya tetap saja banyak yang harus diperhatikan dan dipelajari. Mulai dari cara menyusui bayi yang baik, harus mengikuti mood bayi, harus ini dan harus itu. Semuanya harus di pikirkan secara matang, makanya jangan suka menanyakan pada seseorang 'kok belum punya anak? Atau 'Ihh... Kok g becus banget sih jadi orangtua!".


Seperti malam ini terlihat Agisha masih menyusui bayi mungil itu, asi yang sudah di perah dan dimasukkan ke dalam botol susu nampaknya bayi kecil itu menolak padahal masih sama asi yang dikeluarkan Agisha, bayi mungil itu lebih memilih dari sumbernya langsung.


'Apa belum kenyang juga boy, lihatlah mommy juga butuh istirahat" Zeus masih setia menemani istrinya begadang


'Sebaiknya kamu tidur saja sayang, biar aku saja yang memegangi putra kita" Zeus tidak tega melihat wajah mengantuk istrinya


'Tidak apa-apa, mungkin sebentar lagi baby akan kenyang" Agisha menatap bayi yang masih saja mengenyot kuat sumber kehidupannya itu


Apa semua bayi memang serakus ini? Agisha bingung mau mengatakan apa, Agisha pikir jika putranya itu begitu kuat dalam menyusu, tidak jauh berbeda dengan daddy-nya, bahkan di sela-sela tidur mereka Zeus kerap menyusu padanya padahal tidak ada asi disana. Entah apa enaknya menyusu itu.


Detik berlalu tetapi bayi mungil itu tak kunjung melepaskan isa*pannya membuat Zeus merasa sedikit kesal pada putranya itu, masih bayi tetapi sudah membuat istrinya kelelahan. Entah jadi apa besarnya nanti.


'Aku sudah tidak tahan lagi" Zeus memaksa memutuskan acara menyusu putranya hingga suara tangisan bayi itu menggelegar di kamar VVIP itu


'Kok kamu gitu sih?" tanya Agisha panik


'Habisnya dia tidak mau mengerti kamu sayang, lihatlah kamu sudah mengantuk. Kamu sungguh egois sekali boy!" omel Zeus menatap tajam putranya yang masih menangis


Agisha menggelengkan kepalanya mendengar omelan Zeus, karena kasihan Agisha pun menyodorkan kembali ujung buah dadanya membuat bayi itu kembali menyusu dengan tenang.


Akhirnya acara menyusu itu selesai juga dan kedua orangtua baru itu tidur dengan nyenyak setelah begadang untuk menemani bayi mungil itu.


Pagi harinya Agisha masih berbaring di tempat tidur ditemani Zeus yang memeluknya dari samping.


'Apa bekas operasinya sakit sayang?" tanya Zeus mengecup leher Agisha


'Tidak juga, mungkin nanti baru terasa. Aku baik-baik saja kok" Agisha menikmati pelukan hangat suaminya


'Oh iya apa kamu sudah memikirkan nama untuk bayi kita, sejujurnya aku ada sih tapi aku ingin kamu yang memberinya nama" ujar Agisha mengelus tangan Zeus yang tengah mengelus perutnya


'Aku sudah memikirkan nama yang bagus untuk putra tampan kita, semoga kamu dan baby kita juga suka sayang" Zeus tersenyum manis saat mengingat nama yang akan dia berikan pada bayi mungil itu


'Benarkah? Nama apa yang kamu berikan?" tanya Agisha tidak sabaran


'Namanya panjang sekali" kekeh Agisha tetapi kekehannya langsung berhenti saat merasa nyeri pada perut bawahnya


'Kamu sih, sudah dokter katakan jangan banyak tertawa" omel Zeus


'Habisnya unik aja sayang, nama bayi nya panjang sekali" ucap Agisha menggelengkan kepalanya


'Supaya jalan hidup putra kita juga panjang sayang, sekarang waktunya kita makan sebelum bayi perusuh itu datang" Zeus bangkit dari ranjang dan membantu Agisha untuk bangun


Zeus sudah cocok menjadi seorang ayah dan suami siaga terbukti dengan semua yang sudah dipersiapkan dirinya jauh hari, Zeus sudah memperhitungkan risiko nya. Zeus tidak ingin istrinya kelelahan, menjaga anak itu bukan sepenuhnya tugas seorang isteri tetapi tugas bersama, ada waktunya menjaga anak itu ditugaskan pada sang suami, setidaknya biarkan para suami memberikan waktu istirahat untuk istrinya.


Kebanyakan para suami di Indonesia melepas tanggung jawab dalam menjaga dan mendidik anak, mereka beranggapan jika dalam mendidik anak dialihkan pada sang istri, padahal pada kenyataannya dalam menjaga anak harus dilakukan secara bersama. Jika ditanya 'Kok kamu ga ikut jaga anak?" Maka jawaban para bapak-bapak minim ilmu begini 'Tugas merawat anak, mendidik anak itu adalah tugas seorang istri. Apa gunanya saya menikahinya kalau menjaga anak saja dia tidak bisa?!".


Teruntuk buat calon ayah, ayah baru dan ayah yang sudah berpengalaman. Mohonlah kerjasamanya dalam menjaga dan mendidik anak. Menjadi orang tua itu berat bukan sekali tembak dan istri hamil maka tanggung jawab suami sudah selesai,  semuanya harus seimbang dilakukan. Dan juga para ibu jika melihat suami kalian kelelahan dalam bekerja mohon juga pengertiannya. Jika tidak mau ribet maka tidak usah menikah karena menikah itu butuh mental yang kuat. Kita kembali lagi ke ceritaaa.


Zeus dengan telaten menyuapi Agisha saat makan, jujur saja Zeus menikmati semuanya. Masa kecilnya yang suram tidak membuatnya terpuruk tetapi malah dirinya semakin bangkit meskipun dirinya menembus jalur kotor dengan menghidupkan orang-orang kejam disekelilingnya. Jika kalian bertanya apakah dirinya menyesal telah membunuh orang-orang dengan tangannya sendiri? Maka jawabannya tidak, sekalipun Zeus tidak menyesal menghilangkan nyawa musuhnya, yang Zeus sesalkan adalah dirinya tidak bisa sepenuhnya memperkenalkan Agisha ke publik sebagai istrinya, Zeus bersyukur juga atas istrinya yang tidak begitu banyak permintaannya. Jika wanita diluaran sana menginginkan pernikahan mewah dan glamor maka Agisha adalah kebalikannya, Agisha berkata 'Mengadakan pesta besar-besaran hanya membuang-buang waktu, tenaga dan juga yang saja". Zeus berharap segera bisa memberikan pernikahan mewah untuk istrinya itu meskipun hanya orang-orang terpilih saja yang di undang. Sepertinya itu bukan ide yang buruk?.


'Aku sudah kenyang, dokter bilang hanya mengkonsumsi beberapa kalori saja" tolak Agisha saat Zeus ingin menyuapinya lagi


'Sedikit lagi sayang, ini sudah mau habis kok" Zeus memperlihatkan makanan khusus Agisha


Agisha pun menurutinya, setidaknya biarkan suaminya berprilaku layaknya seorang suami yang baik untuknya. Terkadang pria sangat suka dengan hal-hal yang sederhana seperti menuruti perkataannya.


Keduanya sudah selesai makan dan kini terlihat Agisha kembali menyusui putra kecilnya itu. Jujur saja Agisha begitu takjub dengan wajah tampan bayinya itu, ada satu hal yang Agisha kagumi dari bayinya itu. Yaitu baby Ez memiliki netra mata yang berbeda, mata kiri berwarna abu-abu sedangkan mata kanan berwana biru. Awalnya Agisha kaget karena setahunya Zeus hanya memiliki bola mata abu-abu sedangkan dirinya berwarna coklat, tetapi setelah di telusuri lebih dalam mendiang daddy Zeus memiliki bola mata berwarna biru, mungkin gen dari kakeknya menurun pada bayi mungil itu.


'Hai sayang, mommy sama daddy sangat menyayangi kamu. Mommy berharap kamu bisa menjadi sehebat daddy kamu" Agisha mengecup pipi baby Ez yang kini masih menutup mata setelah kekenyangan



Zeus tersenyum hangat melihat interaksi hangat keduanya, Zeus pun berjalan mendekat kemudian mengecup bibir manis istrinya, rumah tangga seperti ini  yang dia harapkan. Masa lalunya yang kelam tidak akan membuatnya terus terpuruk, jika keduanya orangtuanya gagal menjadi orangtua yang hebat maka dirinnya harus berhasil menjadi suami dan daddy yang baik untuk istri dan anak-anaknya.


🌾🌾🌾


riri-can