
Tuan Arkam bersama keluarganya memilih pamit dari acara keluarga itu, menurutnya acaranya sungguh tidak mendidik, seharusnya dia bersantai ria bersama keluarganya.
'Papa, mama maaf" sesal Issabella yang merasa jika semuanya ini akibat perbuatannya
Jika saja dirinya tidak memberikan Zeus obat perangsang maka Agisha tidak akan hamil dan menikah. Issabella tidak tau mau berkata apa untuk menebus kesalahannya pada Agisha.
'Sudah, nasi sudah jadi bubur. Kita lupakan saja dan kita mulai dengan kehidupan yang baru" ucap tuan Arkam mengelus rambut Issabella
'Aku lapar" ujar Agisha mengelus perutnya
'Kamu lapar sayang?" tanya nyonya Anneta mengerutkan keningnya
'Iya, di dalam sana makanannya tidak enak. Aku jadi tidak berselera untuk makan" kata Agisha
'Baiklah, papa juga lapar sih ma. Sebaiknya kita cari restoran dekat sini. Ayo semuanya masuk" ajak tuan Arkam
'Kamu mau makan apa sayang?" tanya tuan Arkam pada Agisha
'Mau makan yang berkuah gitu, biasanya pas sekolah aku sama teman-teman beli" ucapnya
'Makanan berkuah? Bakso maksudnya?" tanya tuan Arkam
'Bukan, umm... Kalau ga salah namanya soto pa" Agisha mengingat-ingat nama makanannya
'Papa baru tau ada nama makanan seperti itu, dimana restorannya? Apa kamu masih ingat?" tanya tuan Arkam
'Bukan restoran pa, waktu itu kami makan di warung gitu" ucap Agisha membuat ketiganya melongo
'Kamu yakin?" tanya Issabella ragu
'Benar, rasanya enak banget. Tuh kan aku jadi pengen cepat-cepat makan, bayinya lapar" cicit Agisha malu-malu
'Sepertinya kamu ngidam Gis, udah pa kita langsung ke warung tempat jualan itu saja, nanti cucu kita ileran seperti dulu Issabella ileran karena papa ga nuruti kemauan mama" sinis nyonya Anneta membuat tuan Arkam terkekeh
'Kapan aku ileran ma?! Yang benar saja orang cantik sepertiku ileran, mama pasti berbohong" Issabella tidak terima dikatakan bahwa dirinya ileran
'Kamu mana ingat kak, dulu pas kamu kecil ileran karena papa kamu tidak mau menuruti kemauan mama" cerita nyonya Anneta tertawa terbahak-bahak
'Jangan mengada-ada ma, mama bohong kan pa?" tanya Issabella ketus
'Itu benar sayang, bahkan baju kerja papa penuh iler mu pas kecil" kekeh tuan Arkam melirik Issabella dari kaca spion
Issabella kini terlihat menahan malu, bagaimana bisa dirinya ileran, jika teman-temannya tau aibnya ini pasti dirinya akan jadi bahan gosip.
'Ini semua salah papa, kalau papa menuruti kemauan mama pasti aku ga bakalan ileran" kesal Issabella membuang muka
'Bagaimana jika teman-teman ku tau soal ini" ucapnya cemas
'Mengapa harus takut, menurut papa itu adalah sesuatu momen cerita yang bagus, papa sangat senang di momen-momen saat kalian berdua masih kecil, Issabella yang suka ileran dan Agisha yang suka menangis, bahkan papa tidak kalian bolehkan untuk bekerja, untung saja papa kaya" sombong tuan Arkam
'Sombong sekali" cibir nyonya Anneta mencubit kecil kaki tuan Arkam
Issabella merasa beruntung memiliki kedua orangtua yang menyayangi dirinya meskipun sudah membuat kesalahan fatal, Issabella tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan padanya, Issabella melirik Agisha yang sibuk mengelus perutnya. Hatinya merasa sedih karena perbuatannya Agisha menanggung beban berat.
'Maafkan kakak, kakak janji akan berubah, bahkan kakak akan memberikan nyawa kakak untukmu jika itu yang kamu mau" batinnya
'Memangnya keinginan apa yang tidak papa kabulkan?" tanya Issabella penasaran
'Kamu masih kecil sayang" gurau tuan Arkam mengedipkan matanya pada nyonya Anneta yang malu
'Ihhh... Papa kok gitu sih, aku sudah besar dan tua. Sebentar lagi ponakan ku juga lahir, jadi keinginan apa yang papa tolak?" tanya Issabella
'Coba tanya mama mu sayang?" kekeh tuan Arkam melirik Agisha yang diam saja
'Ada deh, kamu ini kenapa kepo sekali. Intinya kamu ileran" ucap nyonya Anneta cuek padahal di dalam hatinya dia begitu malu
Ingatannya tertuju pada saat dirinya hamil Issabella, tuan Arkam tengah bertugas di luar kota. Malam-malam nyonya Anneta menghubungi tuan Arkam dengan alasan dia ingin melakukan hubungan suami-istri, pada saat itu tuan Arkam tidak bisa menuruti keinginannya karena masih banyak kerjaan dan setelah Issabella lahir akhirnya nyonya Anneta menyalahkan dan menuduh tuan Arkam penyebab Issabella ileran. Mengingat kejadian itu membuat nyonya Anneta malu, apalagi tuan Arkam yang tersenyum geli disampingnya.
Mereka sampai di depan warung yang sudah tutup, terlihat Agista celingak-celinguk mencari makanan yang dia inginkan.
'Warungnya tutup sayang" ucap nyonya Anneta
'Yahhh.... Padahal aku ingin makan soto disini" Agisha menampilkan wajah sedihnya
'Bagaimana ini pa?" tanya nyonya Anneta bingung
'Umm... Bagaimana kalau kita cari tempat lain saja sayang? pasti banyak yang jual" usul tuan Arkam
'Tapi Agis maunya makan soto yang ini pa huwaaaa" Agisha tiba-tiba menangis kejar membuat tiga orang itu kelabakan
'Aduhh Gis, kan masih banyak yang jual soto. Kita cari tempat lain saja yaa" bujuk Issabella
'Tidak mau kak, Agis mau makan disini. Kalau ga makan soto ini Agis mogok makan!" kesal Agisha membuang muka
'Astaga, ribet banget dah ni bumil" guman Issabella
'Agis mau makan soto ma pa huwaaaa... Zeus hiks...." isaknya kejar
Tiba-tiba saja seseorang mengetuk kaca mobil, tuan Arkam pun menurunkannya, terlihat Daxon dan seorang bapak-bapak berusia 58 tahun yang ketakutan.
'Ada apa?" tanya tuan Arkam malas
'Bapak ini penjual sotonya" lapor Daxon tegas
Tuan Arkam terdiam, bagaimana bisa Daxon mengetahui jika saat ini mereka mencari soto untuk Agisha. Apa Daxon memata-matai mereka?.
'Kamu memata-matai keluarga saya?!" tanya tuan Arkam marah
'Saya hanya ditugaskan bos besar" balas Daxon acuh membuat tuan Arkam marah
'Papa, Agis mau makan soto hiks..." isak Agisha tersedu-sedu
Tuan Arkam melihat bapak-bapak di depannya yang terlihat ketakutan, bahkan bapak-bapak itu hanya mengenakan kaos putih dan sarung membuat tuan Arkam meringis.
'Anda benar penjual soto ini pak?" tanya tuan Arkam sopan
'B... benar pak" gugup bapak-bapak itu
Bayangkan saja tadinya dia tengah enak-enaknya tidur tiba-tiba saja pintu rumahnya di robohkan oleh beberapa pria berseragam hitam yang kini membawanya ke warung miliknya, dia masih ketakutan dan tidak tau apa-apa.
'Apa bapak bisa membuatkan soto untuk kami?" tanya tuan Arkam sopan
'Maaf pak, malam ini saya tidak berjualan" gugup penjual soto itu ketakutan
'Buatkan atau saya robohkan tempat ini!" ancam Daxon membuat bapak-bapak itu ketakutan
'Maaf tuan, tolong jangan robohkan tempat saya mencari rezeki untuk keluarga saya" ucap bapak penjual soto itu sedih
Tuan Arkam menggelengkan kepalanya melihat anak buah dari suami putrinya itu, padahal tidak fasih berbahasa Indonesia sok-sokan mengancam orang menggunakan bahasa Indonesia.
🌾🌾🌾
Gimana menurut kalian part ini, apa kalian merasa lucu atau bagaimana, silahkan berkomentar ya guys..
riri-can