
Zeus pun masuk ke dalam rumah tuan Arkam, terlihat juga nyonya Anneta yang tengah duduk di sofa ruang santai, Zeus mengabaikannya. Bukannya tidak sopan tetapi istri kecilnya tengah ngambek hanya karena tidak dituruti kemauannya.
CEKLEK
Pintu kamar Agisha terbuka, terlihat Agisha tidur dengan gulungan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya, Zeus menggelengkan kepalanya melihat tingkah kekanakan Agisha.
'Benar juga dia masih anak-anak" ucap Zeus tertawa pelan
'Apa yang kamu tertawakan?!" tanya Agisha membuka gulungan selimut itu
'Tidak ada sayang, hanya saja ada seekor kelinci yang tengah merajuk pada suaminya" kata Zeus semakin membuat Agisha kesal
'Kamu menyamankan aku dengan seekor kelinci?" tanya Agisha tidak percaya
'Kapan aku mengatakannya sayang, aku hanya mengatakan seekor kelinci baru saja merajuk pada suaminya" ucap Zeus tenang
'Keterlaluan! Aku sangat-sangat membencimu!" amuk Agisha dengan nafas yang tidak teratur
Zeus tidak ingin membuat istrinya kenapa-kenapa memilih mengalah, bisa bahaya jika Agisha mengamuk yang mengakibatkan detak jantungnya memompa lebih cepat dan berakibat fatal pada janin yang dikandungnya, itu tidak baik untuk keduanya.
Bayi yang ada di dalam perut Agisha dapat merasakan apa yang dirasakan oleh ibunya, Agisha harus selalu bahagia supaya bayinya juga bahagia.
'Maafkan aku sayang, aku hanya bercanda" sesal Zeus
Beberapa hari ini Zeus belajar banyak hal soal ibu hamil, bahkan dia membayar mahal seorang dokter kehamilan hanya untuk memahami karakter seorang ibu hamil.
Ada satu hal yang dia pahami soal ibu hamil dan bayi yang dikandungnya, seorang bayi yang di dalam kandungan bisa meyerap atau mengingat apa yang dilakukan oleh ibunya, mulai dari rasa senang, sedih ataupun ibunya yang terluka. Maka bayi itu juga dapat merasakan semua itu, yang artinya selama kehamilan sang ibu tidak boleh sedih dan stress.
'Kamu jahat hiks..." isak Agisha tersedu-sedu
'Iya sayang, aku jahat" jawab Zeus memeluk Agisha
'Kamu tidak mencintai aku kan?" tanya Agisha dengan mata bulatnya
'Siapa yang mengatakannya sayang? Aku sangat-sangat mencintaimu dan baby kita" ujar Zeus menciumi wajah Agisha
'Beneran kamu cinta padaku?" tanya Agisha polos
'Tentu saja sayang, aku sangat-sangat dan sangat mencintaimu" kata Zeus tersenyum hangat pada Agisha
'Jadi kamu akan mengabulkan permintaanku kan?" tanya Agisha
'Tentu saja sayang" balas Zeus
'Apapun?" tanya Agisha memastikan
'Tentu saja my love, jadi apa yang kamu inginkan?" tanya Zeus lembut
'Aku ingin melihat Daxon pakai gaun, kamu juga dan papa juga" ucap Agisha polos
Zeus melongo? Apa yang barusan istrinya katakan? Daxon dan tuan Arkam memakai gaun? Kalau itu sih tidak apa-apa tetapi mengapa namanya juga disebutkan? Istrinya ini memang minta di hukum, dikasih hati malah minta jantung, untung dirinya mencintai wanita cantik di depannya ini.
'Tapi sayang, itu hal yang cukup aneh" ucap Zeus tidak ikhlas
'Apa tidak ada permintaan yang lain?" tanya Zeus lembut
'Kamu tidak mau menuruti kemauan ku?" tanya Agisha menampilkan wajah sedihnya bahkan di pelupuk matanya terlihat ada air mata yang akan menetes
'Bukan begitu sayang, aku baru sampai lho dan aku sedikit lelah" dusta Zeus
'Hanya sedikit kan?" tanya Agisha tidak mau di tawar
Cukup sudah, istrinya memang wanita yang tidak bisa di ajak berdebat. Bisa saja Zeus menolaknya tetapi bagaimana nantinya jika Agisha benar-benar membencinya. Zeus tidak akan sanggup lagi berjuang untuk mendapatkan hati Agisha.
'Baiklah sayang, apa pun untukmu" pasrah Zeus
'Baiklah aku akan menunggu kalian di taman belakang, gaunnya harus cantik. Awas saja kalau gaunnya tidak cantik dan menarik, aku akan marah!" ancam Agisha keluar dari kamar meninggalkan Zeus yang mematung
Zeus pun mengabari Daxon melalui ponselnya dan setelah itu Zeus keluar kamar menuju kamar tuan Arkam.
Tok
Tok
Tok
Pintu kamar terbuka memperlihatkan tuan Arkam yang hanya mengenakan celana saja, meksipun usia tuan Arkam tidak lagi muda tetapi badannya masih kekar karena rajin olahraga.
'Ada apa?" tanya tuan Arkam ketus
Zeus malu untuk mengatakan permintaan aneh Agisha tetapi jika tidak dikatakan maka Agisha akan marah padanya, mau di buang kemana wajahnya ini dari hadapan tuan Arkam yang selalu menatapnya malas, padahal Zeus juga malas menatap ayah mertuanya ini.
'Jika tidak ada yang mau dikatakan maka saya TUTUP!" kesal tuan Arkam
'Istri saya menginginkan sesuatu dari anda" ucap Zeus cepat
'Maksudnya?" tanya tuan Arkam bingung
Tanpa bertele-tele Zeus pun menjelaskan kemauan istrinya itu, terlihat tuan Arkam yang menganga. Bagaimana bisa putri bungsunya itu menargetkan dirinya juga saat ngidam.
'Saya menolak!" tolak tuan Arkam
'Katanya jika anda menolak maka dia akan membenci saya" ucap Zeus gugup
'BAGUS DONG! ITU YANG SAYA INGINKAN!" teriak tuan Arkam menutup pintu tetapi Zeus mengabaikannya
'Bukan itu saja, anda juga akan dipecatnya menjadi ayahnya" dusta Zeus membuat tuan Arkam terdiam
'Jangan berbohong! Kamu pikir saya percaya pada pria jahat seperti mu?!" sinis tuan Arkam
'Yasudah jika tidak percaya maka siap-siap saja Agisha tidak akan menganggap anda sebagai papanya!" ancam Zeus tersenyum licik
Tuan Arkam terdiam kaku, apa benar putrinya berkata seperti itu? Sungguh kejam sekali putri bungsunya itu mengatakan kata-kata kejam itu. Tetapi jika memang benar Agisha akan memecatnya menjadi seorang ayah maka tuan Arkam tidak akan sanggup. Menikahkan putrinya dengan pria jahat didepannya saja sudah tidak sanggup bagaimana jadinya jika dia tidak dianggap sebagai seorang ayah?.
'Kamu tidak berbohong kan?" tanya tuan Arkam memastikan
'Kapan saya berbohong?" tanya Zeus kesal
Tidak lama kemudian Zeus pun masuk ke dalam kamar Agisha diikuti tuan Arkam dan Daxon yang tidak tau apa-apa. Zeus hanya menyuruhnya datang ke kamar Agisha.
'Ada apa bos?" tanya Daxon polos
'Pakai gaun itu" tunjuk Zeus pada sebuah gaun berwarna merah terang
Sontak Daxon menatap bos nya dan tuan Arkam bergantian, apa bos nya dan tuan Arkam menyukai sesama jenis?.
'Maaf bos tetapi saya masih normal, saya masih menyukai lobang bukan batang" tolak Daxon menutupi da*danya
PLETAK
Satu pukulan mendarat di kening Daxon, siapa lagi pelakunya kalau bukan tuan Arkam.
'Kamu pikir saya tidak normal?!" tuan Arkam melototi Daxon yang masih ketakutan
Zeus menepuk keningnya melihat tuan Arkam yang menindas Daxon, padahal Daxon lebih kuat dari tuan Arkam tetapi mengapa hari ini Daxon terlihat seperti seorang gadis yang akan dilecehkan oleh mereka?.
Setelah menghela nafas berat, akhirnya Zeus pun menjelaskan mengapa Daxon disuruh memakai gaun merah terang itu, Daxon pun menolak tetapi Zeus mengancamnya, jika Daxon menolak maka Zeus akan memecatnya. Dan dengan berat hati Daxon pun menurut karena dia tidak mau di pecat Zeus, padahal rahasia Zeus begitu banyak dia ketahuinya, tinggal terima saja di pecat dan bergabung dengan mafia lain kemudian membeberkan rahasia Zeus. Tetapi di dalam sebuah organisasi kesetiaan adalah nomor satu. Daxon tidak akan mengkhianati Zeus hingga akhir hayatnya.
🌾🌾🌾
Kita kasih jempol buat Daxon guys, author terharu terhadap kesetiaannya pada Zeus. Patut diberi hadiah nih Daxon, ayo dong kasih bunga atau vote nya buat Daxon hehehe
riri-can