
Sedangkan di pelabuhan terlihat Zeus dan Daxon yang baru keluar dari dalam mobil, di depan sana ada beberapa truk kontainer yang berisi barang-barang terlarang seperti beberapa senjata dan juga beberapa jenis narkoba.
'Apa semuanya aman?" tanya Zeus pada anak buahnya
'Aman bos" sahut anak buahnya
'Senjata akan berangkat ke arah barat untuk mengelabuhi tikus-tikus kotor itu" perintah Zeus
'Dan untuk obatnya akan diedarkan malam ini juga, jangan sampai terendus oleh mereka" ujar Zeus sambil menyentuh sebuah narkoba yang akan mereka edarkan
'Bos, apa sebaiknya beberapa obat ini diberikan pada beberapa pengawal?" tanya Arjo yang bertugas dalam pengedaran barang
'Saya tidak mau ambil resiko, itu terserah kalian yang penting barangnya bisa diedarkan" sahut Zeus
DOR
DOR
DOR
Tiba-tiba suara tembakan memenuhi area pelabuhan, terlihat beberapa anak buah Zeus saling baku hantam.
'Bos di depan ada penyergapan, sepertinya ada yang membocorkan rahasia ini. Ada penghianat di markas" lapor Daxon mengeluarkan senjata andalannya
'SIA*LAN!" maki Zeus
Truk-truk kontainer itu pun melaju kencang meninggalkan pelabuhan setelah aba-aba Zeus, sedangkan Zeus memilih untuk membantai orang-orang di depan sana. Kebetulan dirinya sudah lama tidak bermandikan darah, Zeus cukup merindukannya.
'BOS AWASS!" teriak Daxon
DOR
Satu tembakan nyaris bersarang di punggung Zeus jika saja dirinya tidak mengelak.
Zeus memicingkan matanya melihat ke arah pepohonan, dan yaaa... Disana terdapat seseorang tengah mencari mangsa untuk dirinya tembak.
'Bos, sepertinya malam ini kita tidak akan tidur" ucap Daxon menatap sekeliling
DOR
DOR
DOR
Daxon menembakkan pelurunya saat melihat sebuah bidikan yang cocok untuknya.
Pertarungan sengit terjadi hingga satu tembakan bersarang di bahu kanan Zeus karena dirinya sempat lengah.
'Bos" panik Daxon
'Tidak apa-apa, hanya luka kecil" sahut Zeus mengangkat senjatanya dan mulai menembaki musuhnya secara brutal
Tiga puluh menit kemudian para musuhnya mulai tumbang, sedangkan Zeus memilih untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di bahu kanannya menggunakan pisau yang sudah dipanaskan.
'Sebaiknya kita kerumah sakit bos" bujuk Saxon
'Saya tidak selemah itu Daxon, berhentilah mengoceh" kesal Zeus
Entah sudah berapa kali Daxon mengatakan hal itu, baginya luka tembakan itu hanyalah luka kecil saja tetapi Daxon amat berlebihan seolah dirinya akan meninggalkan dunia ini.
'Tapi bos, jika mereka mengendus keberadaan kita maka bos akan celaka" kata Daxon membalut luka Zeus
'Mereka tidak akan sanggup membunuh saya, orang yang bisa menghancurkan saya belum lahir" kekeh Zeus membuat Daxon kebingungan
'Maksud bos apa?" tanya Daxon tidak mengerti
'Kamu pasti paham maksudnya" ujar Zeus
Daxon memikirkan perkataan Zeus hingga dirinya paham, orang yang bisa menghancurkan Zeus adalah bayi yang ada di perut Agisha. Hanya bayi itu yang mampu membuatnya bertekuk lutut, tanpa sadar Daxon tersenyum kecil.
'Apa bos yakin bayinya laki-laki?" tanya Daxon
Hingga tiba-tiba ingatannya tertuju pada Agisha yang marah padanya karena membawa seorang perempuan dan anak laki-laki ke dalam mansion, dia belum menjelaskan perihal mengenai wanita itu, Zeus sadar dirinya baru saja membuat istrinya salah paham.
'Bergegaslah kita akan pulang" ucap Zeus
'Tapi bos, luka bos ma...
'Sekarang! Istriku butuh penjelasan dariku" ucapnya pelan
Akhirnya Zeus, Daxon dan yang lainnya bergegas pulang menuju mansion, ada dua orang menjadi sandera mereka untuk mendapatkan informasi karena kejadian ini.
Saat memasuki rumah hal pertama yang Zeus lihat adalah bocah laki-laki bernama Leon, Leon adalah anak mendiang sahabatnya karena mempertaruhkan nyawanya untuk menolong dirinya saat ada kecelakaan mobil akibat mobilnya di sabotase.
Karena rasa bersalah dan pengorbanan itu membuat Zeus berhutang budi pada mendiang sahabatnya dan berjanji akan menjaga istri dan putra sahabatnya itu.
'Daddy" panggil Leon berhambur ke dalam dekapan Zeus
'Mengapa belum tidur, ini sudah jam 4 subuh?" tanya Zeus lembut
'Leon tidak bisa tidur, mommy sedari tadi marah-marah terus di kamar. Aku takut" adunya
Zeus menghela nafas panjang, mengenai Rebecca. Setelah kematian suaminya mental Rebecca terguncang yang mengakibatkan dirinya merasa jika Zeus adalah miliknya. Bahkan Rebecca kerap menyiksa Leon dan menganggap jika Leon adalah penyebab kematian suaminya.
Rebecca kerap mengamuk jika ada yang membuat hatinya resah, dan kali ini entah apa yang membuatnya marah sehingga membuat Leon kecil takut.
'Bagaimana kalau Leon ikut daddy tidur" ajak Zeus mengusap kepala Leon
'Apa Leon tidak akan membuat daddy kesusahan?" tanya Leon pelan
'Tentu saja tidak, kemari boy kita akan tidur" ajak Zeus menggendong tubuh Leon menuju lantai dimana kamarnya berada
Zeus memasuki kamar yang berada disamping kamarnya, setelah menidurkan Leon maka dirinya akan masuk ke dalam kamarnya untuk menjelaskan semuanya pada istirnya.
Kesalahpahaman ini tidak boleh berlama-lama, Zeus takut istrinya akan sedih terus menerus dan membuat bayi yang dikandungnya ikut merasakan akan yang Agisha rasakan.
'Daddy" panggil Leon panik
'Kenapa hmm?" tanya Zeus meringis
'Itu bahu daddy berdarah, apa bahu daddy terluka?" tanya Leon takut
'Hanya luka kecil, tadi terkena jebakan saat berburu, tidurlah daddy disini" dusta Zeus tidak mau membuat bocah berusia 5 tahun itu
'Apa lukanya sudah di obati Daddy? Kalau belum biar Leon obati" ucapnya
Zeus tersenyum hangat pada Leon, beruntung sekali mendiang sahabatnya itu memiliki seorang putra yang baik dan pengertian seperti Leon, jika sahabatnya masih hidup pasti dirinya akan membanggakan Leon yang begitu hebat di usia 5 tahun.
'Tentu saja boy, tidurlah" kata Zeus
Leon pun menganggukkan kepalanya, sejujurnya dirinya memang sudah mengantuk tetapi dia tidak berani tidur di dalam kamar karena mommy-nya terus mengamuk sejak kepergian Zeus selesai makan malam.
Leon cukup pintar mengatasi kemarahan mommy-nya dengan cara keluar dari kamar sebelum dirinya mendapatkan kekerasan dari mommy-nya, Zeus pernah mengatakan padanya jika mommy-nya marah-marah maka dirinya harus keluar atau kabur. Leon pun menurutinya, kadang jika mommy-nya mengamuk maka dirinya akan sembunyi di gudang sembari menunggu anak buah Zeus datang menolongnya.
'Daddy" panggil Leon dengan mata mengantuk
'Kenapa boy?" tanya Zeus lembut
'Jangan membenci mommy, Leon sayang pada mommy. Tadi mommy terus marah-marah sambil bilang akan membunuh istrinya daddy" ucapnya sambil menutup matanya
'Baiklah, Daddy tidak akan marah. Tidurlah" ucapnya mengelus kepala Leon
Zeus memikirkan perkataan Leon, apa telah terjadi sesuatu saat dirinya pergi? Padahal sebelum dirinya pergi Zeus memerintahkan penjaga supaya tidak membiarkan Rebecca naik ke lantai ini. Sepertinya dirinya perlu memberikan hukuman pada penjaga itu.
πΎπΎπΎ
Maaf sebelumnya guys... Author salah buat waktu up nya. Setelah diperiksa kembali rupanya author buat up nya di tgl 1 November πΒ maaf yaaa...π
riri-can