
Sekitar 30 menit berlalu akhirnya keduanya kelelahan dan istirahat di sebuah tempat istirahat di tengah-tengah kebun anggur.
'Lelah sekali" keluh Agisha
'Apa kamu tidak merasa kelelahan Leon?" tanya Agisha melirik Leon yang duduk santai
'Tidak terlalu, biasanya daddy mengajak Leon lari jauh sehingga ini tidak begitu lelah" sahutnya menatap sekeliling
'Sebelumnya apa aku boleh bertanya padamu?" tanya Agisha
Leon menatap Agisha dan kemudian menganggukkan kepalanya, terlihat sekali jika dirinya dewasa di usia 5 tahun.
'Rumahmu dimana?" tanya Agisha
'Leon sama mommy tinggal di apartemen milik daddy" jawab Leon
'Ooo... Begitu, pasti menyenangkan tinggal di apartemen" sahut Agisha tetapi Leon malah menggelengkan kepalanya
'Leon takut tinggal berdua bareng mommy, kadang mommy suka marah-marah tanpa sebab. Leon tidak boleh keluar dari apartemen dan hanya bisa sembunyi di gudang sebelum suruhan daddy datang" cerita Leon
'Ini bekas sayatan mommy" ucapnya menggulung lengan baju panjangnya sehingga memperlihatkan bekas sayatan tepat di pergelangan tangan Leon
Agisha melotot, apa Rebecca tidak waras melukai putranya sendiri? Meskipun menyalahkan Leon penyebab kematian suaminya tetapi apa wajar jika mencoba menghilangkan nyawa putranya sendiri?.
'Leon takut pada mommy tetapi jika tidak ada Leon maka tidak ada yang menjaga mommy, Leon sayang sama mommy meskipun mommy menyakiti Leon. Daddy ku juga pasti menyayangi mommy di atas sana" ucapnya dengan mata berkaca-kaca
'Kata Daddy Zeus, Leon mirip dengan mendiang daddy" ucapnya menangis
'Leon juga pengen ketemu dengan daddy, tetapi cukup ada mommy juga tidak apa-apa" katanya semangat
'Maaf kalau Leon banyak bicara" ucapnya malu
'Tidak apa-apa, kamu boleh memanggilku mommy Agis" sahut Agisha
'Terimakasih, berarti Leon punya dua mommy dan dua daddy hehe" kekeh Leon
'Kamu juga punya nenek dan kakek dinegara ku, nanti akan ku kenalkan" ucap Agisha semangat
'Indonesia?" tebak Leon
'Kamu tau?" tanya Agisha berbinar
'Tentu saja tau, daddy sering menceritakan wanita yang dia cintai. Katanya wanita yang dia cintai itu sangat cantik dan baik, perkataan daddy benar, mommy Agis sangat cantik dan baik" ujar Leon tersenyum manis
Agisha tertawa terbahak-bahak mendengar pernyataan Leon, masih kecil tetapi sudah begitu banyak kosa kata. Memang benar anak-anak dinegara ini meksipun berusia muda tetapi wawasannya sudah begitu luas, bukannya membandingkan dengan anak-anak di negaranya. Akan tetapi jika masih seusia Leon maka kebanyakan anak-anak di negaranya hanya memikirkan bermain atau main game berjam-jam, tetapi itu kembali ke pada tata cara pengajaran kedua orangtuanya, buktinya banyak juga anak-anak dari Indonesia memiliki IQ yang tinggi.
'Nah, bagaimana kalau kita buat cake sekarang juga. Kita boleh menghiasnya sesuka hati" ajak Agisha dan Leon pun menurut
Keduanya berjalan beriringan sambil tertawa, entah apa yang mereka bicarakan tetapi kelihatan sekali jika keduanya terlihat akrab.
Saat keduanya masuk ke dalam mansion terlihat Rebecca menatap keduanya dengan tatapan nyalang, sontak Leon takut dan sembunyi dibelakang Agisha.
'Setelah merebut Zeus sekarang kamu merebut anakku, memang benar pencuri tetaplah pencuri!" sindir Rebecca berjalan angkuh ke arah Agisha
'Apa mulut motormu sudah selesai bicara?!" tanya Agisha santai
Jika Rebecca macam-macam padanya maka akan banyak penjaga yang membantunya dari wanita tidak waras di depannya.
'Kemari Leon!" panggil Rebecca
'Leon tidak mau mommy" tolak Leon takut
'Kemari sayang, wanita itu penyihir dan suka membunuh anak kecil sepertimu" kata Rebecca membohongi Leon
'Tidak mau, Leon mau bersama mommy Agis!" teriak Leon menolak panggilan Rebecca
Rebecca melotot, dalam pikirannya hanya ingin menghabisi Agisha karena sudah berani merebut orang-orang yang dia sayangi.
'SIA*LAN!" amuk Rebecca menjambak rambutnya sehingga berantakan
'Kemari atau mommy akan memukulmu!" ancam Rebecca membuat Leon menatap ke arah Agisha dan perlahan berjalan ke arah Rebecca
'Sungguh tidak waras, kasihan sekali padahal cantik begitu" guman Agisha melanjutkan perjalanan menuju dapur
Sedangkan dilantai dua tepatnya di kamar Rebecca terlihat Rebecca mengikat Leon di balkon kamarnya, nampaknya dirinya sudah tidak waras memperlakukan anaknya sedemikian rupa.
'Ampun mommy" seru Leon menangis
'Kamu memang perlu di kasih pelajaran, berani sekali menduakan mommy! Terima ini!" amuk Rebecca memukul kepala Leon menggunakan vas bunga
Darah segar mengalir di wajah tampan Leon, dan perlahan kesadarannya pun hilang.
'Leon sayang mommy" ucapnya sebelum menutup matanya
'AKU BUKAN MOMMY MU!" teriak Rebecca
'Apa peduliku anak pembawa bencana! Andai kamu tidak hadir maka aku dan Nichol sudah bahagia. Pergilah ke neraka!" ucapnya tertawa kesetanan
'Semoga saja kamu mati anak bia*dab! Aku sungguh mengharapkan itu" kekehnya menatap Leon yang kini terlihat tidak berdaya
'HAHAHAHAHA.... SETELAH INI ZEUS AKAN MENJADI MILIKKU HAHAHAHA!" tawanya menggelegar dan menodongkan pistol ke arah Leon
Sedangkan dilantai bawah terlihat Agisha panik, dia baru saja mendengar suara teriakan Rebecca bersamaan dengan beberapa penjaga lari ke lantai dua.
'Apa yang terjadi?" tanya Agisha pada salah satu penjaga
'Sebaiknya nyonya tetap disini, ini untuk keselamatan nyonya" kata penjaga itu
'Leon tidak kenapa-napa kan?" tanya Agisha khawatir
'Tuan muda baik-baik saja nyonya, sebaiknya nyonya kembali ke kamar" ucap penjaga itu dan menuntun Agisha menuju kamarnya
Di lantai dua terlihat Rebecca yang tengah diamankan oleh beberapa penjaga, entah darimana Rebecca mendapatkan pistol itu.
'Jangan mendekat atau anak pembunuh ini akan kutembak!" ancam Rebecca menodongkan pistol ke arah perut Leon yang terlihat membuka matanya
'Mommy" ucapnya pelan
'MENGAPA KAMU BELUM MATI ANAK PEMBUNUH! MATILAH!" teriaknya menarik pelatuk pistol
DOR
Semuanya terkejut dan melihat Rebecca yang perlahan luruh kelantai, suara langkah sepatu membuat semuanya menoleh kebelakang.
Terlihat Zeus dengan wajah merah padamnya menatap satu persatu anak buahnya.
'BO*DOH!" maki Zeus berjalan ke arah Leon kemudian membuka tali pengikatnya
'Hukumlah diri kalian atas perbuatan kalian yang bo*doh!" ujar Zeus membuat semuanya menunduk
Zeus pun berjalan keluar kamar sambil menggendong tubuh Leon yang kini dibanjiri darah, kepala menyimpan banyak darah sehingga kelihatan sekali darah Leon terbuang sia-sia.
'Bertahanlah boy, jangan buat aku menjadi orang terjahat di dunia ini" ucapnya menatap wajah Leon
Zeus membaringkan tubuh Leon di atas tempat tidur berwarna putih, tidak perduli warna putih itu tercemar oleh darah Leon. Baginya keselamatan Leon lebih penting.
Tidak lama kemudian seorang dokter laki-laki datang membawa alat-alat kesehatan.
'Tenanglah, semuanya akan baik-baik saja" ucapnya menenangkan Zeus
Dokter itu bernama Emir, pria keturunan Turki-Italia itu mulai memeriksa kondisi Leon.
'Terpaksa rambutnya saya cukur" ucapnya mengeluarkan alat cukur
Butuh beberapa menit sehingga rambut Leon habis tercukur, dokter Emir pun mulai membersihkan luka menganga yang ada di kepala Leon, lukanya cukup dalam. Entah sekuat apa Rebecca memukul kepala anak tampan ini.
🌾🌾🌾
Mengenai soal senjata, orang-orang luar banyak menyimpan beberapa senjata untuk pertahanan diri mereka dari bahaya, tetapi senjata itu hanya digunakan untuk mempertahankan diri saja dari ancaman bukan untuk main-main.
riri-can