
Zeus masih mencoba untuk sadar dari pikiran buruknya untuk segera menyerang wanita dengan perut besar di depannya. Entah apa yang merasuki istrinya itu sehingga mempertontonkan bagian atas tubuhnya itu, kenapa tidak sekalian saja melepaskan handuk itu dari bawah sana.
'Aku merasa tubuhku sangat jelek hiks... Bagaimana jika nanti kamu meninggalkan aku?" tanya Agisha terisak
'Biasanya laki-laki akan meninggalkan istrinya jika sudah tidak cantik lagi, apa kamu akan seperti itu?" tanyanya lagi
Zeus menekan kepalanya yang berdenyut, sungguh. Istrinya ini menguras tenaga dan pikiran, bagaimana bisa istrinya berpikiran buruk seperti itu? Niatnya untuk menyerang Agisha hilang sudah bersamaan saat Agisha bertanya hal demikian padanya.
'Segeralah pakai bajumu sayang, nanti kamu masuk angin" suruh Zeus
'Tidak mau, kamu bahkan belum menjawab pertanyaan ku!" tolak Agisha kesal
'Pertanyaan mu sudah ku jawab sejak awal kita bertemu" balas Zeus acuh
'Apa salahnya menjawab sekali lagi, toh itu tidak membuatmu rugi. Katakan saja jika kamu memang sudah tidak cinta padaku kan?" tanya Agisha marah
Zeus menggelengkan kepalanya pertanda dirinya angkat tangan, entah sudah berapa kali dirinya menyatakan perasaan cintanya pada Agisha, bahkan tiap detiknya dia terus memperlakukan Agisha layaknya seorang ratu yang begitu mulia sehingga dirinya menjatuhkan martabatnya sebagai seorang pria. Tetapi mengapa Agisha masih menanyakan pertanyaan itu? Apa Agisha tidak melihat atau merasakan perasaan cintanya yang begitu luar biasa?. Sungguh bagi Zeus wanita adalah makhluk terumit di dunia, berkali-kali di jelaskan pun mereka tidak akan mengerti, katanya wanita adalah makhluk perasa nomor satu di dunia, tetapi mengapa masih bertanya hal demikian? Zeus lebih memilih baku tembak dengan musuhnya ketimbang berhadapan dengan yang namanya wanita.
'Aku mencintaimu istriku" ungkap Zeus menuruti kemauan istrinya itu
'Mengapa tidak semangat begitu? Kamu serius nggak sih samaku?" tanya Agisha sedih
'Sayang" panggil Zeus menghela nafas
Zeus memakaikan handuk Agisha dan menatap dalam-dalam manik mata coklat itu.
'Jangan bertanya sesuatu yang semestinya sudah kamu ketahui jawabannya" ucap Zeus lembut
'Aku mencintaimu, entah itu di masa lalu, sekarang dan seterusnya. Bagiku kamu adalah wanita yang paling kucintai, apa semua perlakuanku masih membuat mu ragu sayang?" tanya Zeus menatap Agisha hangat
Agisha menatap Zeus berkaca-kaca, dirinya memang sensitif akhir-akhir ini. Apalagi kedatangan Rebecca membuatnya waspada, dia takut kasih sayang Zeus hilang. Meskipun Zeus sudah menjelaskan siapa Rebecca tetapi tidak membuatnya tenang, dia malah semakin waspada pada Rebecca.
'Maafkan aku, aku salah" sesal Agisha
'Tidak apa-apa, sebaiknya kamu pakai baju dan setelah itu kita makan" ucap Zeus memeluk Agisha
Beberapa menit kemudian Agisha sudah rapi dengan tunik bunga berwarna putih dicampur warna lavender, sederhana tapi nampak elegan dan segar.
'Kemari" ujar Zeus menepuk kakinya
Agisha pun berjalan dan duduk dipangkuan Zeus, elusan Zeus pada rambutnya membuatnya terbuai. Memang benar, untuk apa dirinya bertanya apa Zeus mencintainya atau tidak, sudah jelas jawabannya iya.
'Lain kali jangan seperti ini lagi sayang, ungkapan cinta itu tidak melulu soal kata-kata, terkadang pembuatan lebih bermakna dibandingkan kata-kata, kamu faham Mrs. Haurand?" tanya Zeus membuat Agisha tersenyum kecil
'Faham Mr. Haurand" cicit Agisha
'Baiklah, kita makan sebelum kamu kelaparan" ajak Zeus bangkit sambil menggendong Agisha
'Turunkan aku!" kata Agisha panik
'Tidak my love, diamlah" ujar Zeus
Keduanya sampai di lift dan barulah Zeus menurunkan Agisha, sesekali Zeus mengecup ubun-ubun Agisha hingga akhirnya mereka sampai dilantai bawah.
'Pagi boy" sapa Zeus pada Leon yang tengah sarapan sendiri
'Hi daddy" balas Leon tersenyum manis pada keduanya
'Daddy" panggil Leon melirik Agisha yang menatapnya
'Ada apa?" tanya Zeus lembut
'Apa boleh Leon ikut berburu bersama pengawal?" tanya Leon pelan
'Kamu masih terlalu kecil untuk ikut berburu boy, tunggu beberapa tahun lagi dan kamu boleh ikut" jawab Zeus membuat Leon terdiam
'Tapi Leon tidak punya teman disini, Leon takut ketemu sama mommy. Setidaknya Leon ada kegiatan" ucapnya sambil menunduk
Agisha melongo mendengar perkataan Leon, apakah itu perkataan bocah berusia 5 tahun? Sungguh tidak masuk akal sekali, jelas-jelas itu perkataan orang dewasa.
'Ada daddy dan mommy Agisha disini" ujar Zeus membuat Leon menatap Agisha dengan tatapan sendu
'Benar ada mommy disini, kebetulan mommy mau panen anggur, apa kamu mau ikut?" tanya Agisha semangat
Zeus menatap istrinya dan tak lama senyumnya mengembang melihat Agisha yang tengah mencoba berbincang dengan Leon. Jujur saja Leon adalah tipe anak yang sulit bergaul karena sejak dirinya lahir dia tidak pernah berinteraksi dengan anak seusianya, dia hanya ditemani oleh orang-orang dewasa anak buah Zeus.
'Apa boleh?" tanya Leon berharap
'Tentu saja boleh, nanti mommy akan ajak kerumah anggur. Rumahnya sangat unik" sahut Agisha semangat
'Benarkah? Leon mau lihat" ucap Leon tidak kalah semangat
'Baiklah, sepertinya kalian begitu semangat. Sarapan dulu setelah itu baru boleh pergi" kata Zeus dan keduanya pun makan dengan patuh
Setelah sarapan keduanya pun bergegas keluar dari mansion, sedangkan Zeus masih ada perkejaan di kantor dan tidak bisa dirinya alihkan pada sekretarisnya.
Di kebun anggur terlihat Agisha dan Leon yang begitu antusias, beberapa penjaga bertugas di berbagai titik untuk menjaga keduanya atas perintah Zeus.
'Leon belum pernah lihat kebun anggur, selama ini Leon di rumah terus" kata Leon menatap perkebunan anggur yang luas
'Benarkah? Umm... Bagaimana kalau kita buat batas wilayah kita" ucap Agisha berpendapat
'Maksud mommy?" tanya Leon tidak mengerti
'Maksudnya, anggap saja kita petani anggur dan tentunya sebagai petani harus memiliki wilayah tertentu, wilayah mu disana. Lihatlah anggur hitam itu, nanti kamu petik dan kita buat cake. Bagaimana? Kamu mengerti?" tanya Agisha
'Ooo... Begitu, baiklah" ucap Leon mengangguk mengiyakan
'Okay, pilih yang bagus yaa supaya cake nya nanti enak" ucap Agisha memperingati
'Siap" patuh Leon membawa basket miliknya untuk tempat anggur
Agisha pun mulai memetik anggur merah, tetapi sebelum memetiknya Agisha mencoba rasanya.
'Pehhh.... Warnanya saja yang menggoda tetapi rasanya asam" ucapnya melepehkan anggur yang masuk ke dalam mulutnya
'Apa ini sejenis anggur hitam?" tanyanya pada dirinya sendiri
Kebun anggur itu sangatlah luas dengan berbagai jenis anggur yang di tanam dan begitu menggugah selera bagi siapapun yang melihatnya.
🌾🌾🌾
riri-can