MARRIED BY ACCIDENT WITH MAFIA

MARRIED BY ACCIDENT WITH MAFIA
Shame of his own doing



Zeus menatap Agisha yang masih tertidur pulas, senyumnya sejak saat dirinya bangun belum pudar setelah bisa dan mendapatkan hak nya sebagai seorang suami.


Zeus tidak menyangka jika istrinya yang malu-malu dan masih labil dapat mengikuti semua gerakannya, entah darimana Agisha belajar tetapi Zeus menyukainya. Haruskah dirinnya mengajarkan gerakan-gerakan yang lebih panas lagi supaya Agisha faham bagaimana cara memuaskan dirinya, tidak salah juga jika dirinya mengajari Agisha yang sudah resmi menjadi istrinya, kecuali jika dirinya mengajari perempuan lain maka itu tidaklah benar.


Cup


Zeus mengecup bibir merah Agisha yang terlihat membiru akibat ulahnya, sepertinya semalam dirinya terlalu bersemangat menikmati bibir itu sehingga terlihat seperti itu, habisnya dirinya terlalu lama menahan hasr*atnya.


Karena tidak mendapatkan respon dari Agisha membuat Zeus lebih semangat dalam mencium bibir istrinya dan benar saja Agisha merasa terganggu bahkan kini dirinya mulai membuka matanya.


'Pagi my love" sapa Zeus dengan suara seraknya


'Jam berapa?" tanya Agisha mengucek matanya yang masih mengantuk


'Sepertinya sudah jam 10 menjelang siang, mau lanjut tidur lagi?" tanya Zeus perhatian


'Oohhh... Masih jam 10" guman Agisha melanjutkan tidurnya kembali


Tidak lama kemudian Agisha kembali terbangun bahkan dirinya langsung duduk sehingga selimut yang menutupi tubuhnya jantuh dan terlihatlah kedua gunung yang sejak semalam Zeus nikmati.


'Apa kamu tengah menggodaku kembali sayang?" tanya Zeus tersenyum nakal bahkan jemarinya dengan sengaja menyentuh kedua gunung itu


'Me*sum banget sih!" omel Agisha menarik selimut dan menepis tangan Zeus


'Aaww... Sakit sayang" ujar Zeus menampilkan wajah sedihnya


'Cih, kamu pikir aku percaya? Bahkan tubuhku rasanya remuk dan patah-patah!" amuk Agisha merasa tubuhnya sakit setelah di gempur habis-habisan oleh Zeus


Zeus tersenyum aneh, salah siapa dirinya tidak mendapatkan hak nya sejak awal menikah. Tetapi Agisha juga tidak salah sih mengingat rasa traumanya yang masih bersemayam di hati dan otaknya, bahkan tubuhnya pun trauma.


'Tapi kamu suka kan?" tanya Zeus dengan senyuman nakal sambil mengedipkan matanya


'Dasar mesummm!" teriak Agisha kesal


'Oh ya? Jika suami mu ini se me*sum itu lantas kamu itu apa my love? Bukankah sejak semalam kamu yang pegang kendali atas diriku, aku hanya diam saja. Kamu yang dominan, ehemm... Jadi belajar darimana kamu?" tanya Zeus penasaran


Zeus tentunya tau jika istrinya masih polos dan masih bersih dari pria-pria nakal di luar sana, buktinya sejak dirinya kenal dengan Agisha tidak pernah sekalipun dirinya melihat Agisha bersama pria lain kecuali tuan Arkam dan saudara sepupunya. Bukti kuatnya lagi bahwa dirinya lah orang pertama yang membobol selaput darah Agisha, semua buktinya sudah jelas di depan matanya. Jadi pertanyaannya darimana istrinya bisa faham hal begituan sedangkan dirinya tau jika Agisha wanita yang polos, apa iya istrinya pecinta film plus-plus? Rasanya tidak mungkin seorang Agisha suka menonton film itu?.


Sedangkan Agisha yang ditanya tiba-tiba malu, bahkan pipinya begitu merah mengingat bahwa dirinya begitu brutal tadi malam. Dia malu mengakuinya bahwa dirinya punya banyak teori dari membaca novel-novel romansa, teorinya ternyata berguna setelah di praktekkan tetapi tetap saja dirinya malu untuk mengakuinya pada Zeus, biarlah itu menjadi rahasianya.


'T..tidak tau, aku hanya mengikutinya" cicit Agisha membuang muka


'Anggap saja aku percaya sayang" kekeh Zeus


'Aku tidak bohong tau!" ujar Agisha dengan wajah kesalnya


'Aku tidak mengatakan jika kamu berbohong my love. Aku bilang anggap saja aku percaya tetapi jika kamu merasa bahwa kamu bohong itu sih terserah kamu" ucap Zeus mengelus rambut Agisha yang lumayan berantakan


Untung saja dirinya sudah memakai celana sehingga aset berharganya sebagai seorang pria tertutupi.


Agisha yang tengah mandi dikagetkan dengan kedatangan Zeus dengan memeluknya dari belakang, ada perasaan was-was dalam dirinya jika dirinya kembali di serang Zeus.


'Lepas ih, aku kau mandi" sungut Agisha


'Aku juga mau mandi my love. Kita mandi bersama" bisik Zeus membuat Agisha bergetar


'Kamu sangat cantik sayang, apa sebaiknya kamu di kamar saja dan tidak usah keluar" saran Zeus membuat Agisha melotot


'Enak saja, aku tidak mau di kamar terus. Sudah tinggal di ujung hutan sekarang kamu mau mengurungku di kamar? No! Aku menolaknya!" ujar Agisha melirik Zeus yang menciumi lehernya


'Aku kasih pilihan sayang. Tidak keluar dari kamar atau aku menjenguk baby-nya?" tawar Zeus membuat Agisha kaget


Apa-apaan suaminya itu? Tawarannya tidak ada yang sejalan. Apa perlu dirinya berpura-pura trauma melakukan hubungan badan? Tetapi mustahil sekali jika Zeus percaya karena sejak semalam mereka melakukannya Agisha begitu menikmatinya bahkan terlihat jika dirinya pemegang kendali permainan panas semalam.


'Apa tidak ada penawaran lain?" tanya Agisha memelas


Zeus menggigit pipinya dari dalam, mengapa istri kecilnya itu sangat menggemaskan? Dirinya harus bisa menahan sampai Agisha dengan sukarela memberikan dirinya.


'Ada sayang, iya atau mau" kekeh Zeus mengg*igit pipi tembem Agisha


'Dasar menyebalkan, apa bedanya kata itu" kata Agisha menepis tangan Zeus dari salah satu buah dadanya


'Keputusan ada di tanganmu my love, jika kamu mengabulkan permintaanku maka kamu boleh keluar dari mansion ini. Aku kasih kesempatan seharian buat jalan-jalan ke kota, mau?" tanya Zeus menawarkan


Kali ini penawaran Zeus cukup menarik, apalagi sejak dirinya datang ke negara ini. Sekalipun dirinya belum pernah keluar dari mansion ini, dirinya memang putri seorang pengusaha sukses di Indonesia tetapi saat keluar negeri dia tidak pernah, biasanya nyonya Anneta selalu mengajak Issabella meskipun tuan Arkam selalu memaksanya, tetapi Agisha memilih tidak ikut daripada berdebat dengan nyonya Anneta.


'Beneran aku boleh ke kota?" tanya Agisha berbinar


'Benar my love, apa kamu mau?" tanya Zeus lembut


'Baiklah, setuju. Aku boleh seharian kan perginya" Agisha berbinar membayangkan dirinya bisa melihat negara suaminya


Zeus menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya, begitu mudah merayu wanita hamil di depannya. Ada perasaan takut dalam dirinya jika ada orang jahat yang memperdaya istrinya itu, tunggu dulu. Apa dirinya termasuk?.


Zeus membuang pikiran negatif nya, dia berhak pada Agisha karena Agisha adalah istrinya. Jadi, mau melakukan apapun pada Agisha dirinya berhak, kecuali kekerasan. Zeus tidak akan melakukannya.


Zeus menggendong istrinya keluar dari dalam kamar mandi, untuk sekarang dirinya akan menahan diri supaya tubuh istrinya lebih baikan. Semalam mereka melakukannya begitu lama dan bersemangat, pastinya Agisha kelelahan juga.


๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ


Kecewa ya ga bisa lihat mereka ehem ehemm๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ author sengaja hehe, canda deng.. di part selanjutnya ada kok, tunggu terus kelanjutannya yaa..


riri-can