MARRIED BY ACCIDENT WITH MAFIA

MARRIED BY ACCIDENT WITH MAFIA
Orang Asing



Entah sudah berapa jam Agisha terbang di udara menggunakan pesawat pribadi Zeus, Agisha tidak menyangka jika Zeus sekaya ini. Meskipun Zeus memang kaya tetapi pemikiran Agisha jika Zeus kaya sepertinya papanya, ternyata jauh di atas tuan Arkam dan pengusaha lainnya.


'Berapa jam lagi kita akan sampai, kepalaku rasanya ingin meledak" Agisha memijat keningnya karena merasa pusing


Zeus yang tadinya sibuk dengan tablet nya memilih menjauhkannya dan menatap Agisha yang kini terlihat memucat, sepertinya Agisha tidak sedang berbohong.


'Bersabarlah 3 jam dari sekarang kita akan sampai" ujar Zeus menenangkan meski hal itu sedikitpun tidak berpengaruh pada Agisha


'Mengapa lama sekali, ku pikir kita sudah lebih dari 8 jam di dalam pesawat" keluh Agisha


'Aku pusing" ucapnya kembali sambil memijit keningnya


Memang sebelum berangkat Zeus sudah memeriksa kondisi Agisha, apakah bisa di ajak bepergian jauh dan ternyata sehat hanya saja harus menjaga kestabilan emosinya supaya tidak berpengaruh ke hal yang lain.


'Minum dulu" Zeus menyerahkan botol minuman pada Agisha yang kini menggelengkan kepalanya


'Aku pusing, apa jangan-jangan aku akan mati?" tanya Agisha polos


'Jangan mengatakan hal tidak-tidak!" kesal Zeus


Mengapa Agisha mudah sekali mengatakan hal yang begitu menakutkan, seharusnya dirinya itu berpikiran yang bagus-bagus saja. Kata-kata Agisha membuatnya kepikiran.


'Sebaiknya kita ke kamar supaya kamu di periksa" usul Zeus


'Baiklah" patuh Agisha karena memang tidak ada tenaga untuk berdebat dengan pria tampan di di depannya


Zeus memilih menggendong Agisha menuju kamar dan Agisha sedikitpun tidak menolak karena merasa tidak bertenaga. Kepalanya berkunang-kunang.


'Periksa" perintah Zeus pada dokter kandungan khusus Agisha


Setelah serangkaian pemeriksaan akhirnya sebuah jarum suntik tertancap di tangan kiri Agisha.


'Nyonya hanya mabuk tuan sehingga membuat nyonya pusing, saya sudah menyuntikkan obat pada nyonya" lapor dokter itu


'Baiklah, keluar" ucap Zeus


Zeus menatap Agisha yang kini dalam pengaruh obat tidur, tidak ada cara lain selain ini meskipun hal tersebut berisiko karena ibu hamil tidak boleh sembarangan mengkonsumsi obat. Beruntungnya dokter khusus Agisha ikut.


\*\*\*


Agisha membuka matanya dan melihat sekeliling yang berwarna abu-abu, perasaannya tidak menentu saat melihat warna abu-abu pekat di ruangan itu. Dirinya merasa tertekan.


'Sudah bangun?" tanya Zeus yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi


'Apa kita sudah sampai?" tanya Agisha balik


'Hmm" balas Zeus berdehem


'Apa ini kamarmu?" tanya Agisha kembali tetapi Zeus tidak menjawabnya


'Apa tidak bisa warnanya di ubah, kamar ini seperti kamar seorang pria depresi membuatku sesak" ucapnya ngelantur


Ucapan Agisha membuat Zeus menghentikan kegiatannya mengancingkan bajunya, ada perasaan takut di dalam hatinya saat kata 'depresi" terucap dari mulut Agisha.


'Jangan mengada-ada, sebaiknya mandi setelah itu kita makan" ucap Zeus mengabaikan semua ucapan Agisha


Agisha pun tidak menolak, setelah tau arah kamar mandi dimana langsung saja Agisha mandi.


Saat keluar dari dalam kamar mandi ruangan yang tadinya abu-abu pekat tiba-tiba berubah putih bersih. Hebat sekali kamar Zeus bisa berubah warna.


'Koper ku dimana?" tanya Agisha tidak menemukan kopernya


'Pakai baju itu" tunjuk Zeus pada sebuah dress lengan pendek dan dress-nya sepanjang lutut


'Aku tidak mau, aku mau pakai kaos saja" tolak Agisha


'Baiklah, kamu selalu bisa membalasku. Lihat saja kalau bayinya sudah lahir dia akan membantuku membalas perbuatan mu itu" ancam Agisha


'Memangnya mengapa jika bayinya lahir?" tanya Zeus balik


'Tentu saja akan membantu mommy nya membalas perbuatan jahat daddy-nya yang suka seenaknya padaku" cerewet Agisha


Hati Zeus berdesir saat kata 'mommy" dan 'daddy" terucap dari mulut Agisha, apa Agisha sudah mau menerimanya dan bayinya itu? Tanpa Agisha sadari jika Zeus tersenyum kecil sambil menggigit bibirnya.


'Apa kamu baru saja tersenyum?" tanya Agisha ragu


'Jangan mengada-ada, sebaiknya kita makan" potong Zeus sambil berjalan keluar dari dalam kamar


Keduanya berjalan keluar dari dalam lift, sesekali Agisha melihat sekeliling yang sepi hanya ada beberapa penjaga yang bertugas di beberapa titik tertentu.


'Makanlah" Zeus menyediakan makanan sehat untuk Agisha


Agisha makan sambil melirik 13 koki yang berdiri tidak jauh dari mereka makan, makan seperti ini membuat Agisha tidak nyaman seolah-oleh para koki itu menanyakan apakah masakan mereka enak?.


'Vattene, ragazzi mettete mia moglie a disagio" (Pergilah, kalian membuat istriku tidak nyaman) perintah Zeus menyadari Agisha yang tidak nyaman


'Si signore" (Baik tuan) patuh semuanya


Selepas perintah Zeus semuanya pergi, hanya tersisa Zeus dan Agisha saja. Sedari tadi Agisha hanya mendengarkan karena jujur saja Agisha belum fasih berbahasa Italia.


Inilah salah satu alasan mengapa dia tidak mau ikut dengan Zeus ke Italia, Agisha tidak fasih berbahasa negara itu, berbeda dengan kakaknya yang tentunya sudah hafal. Ada perasaan sedih di dalam hatinya, pantas saja keluarga besar dari nyonya Anneta selalu menatapnya rendah.


'Mengapa? Apa makanannya tidak enak?" tanya Zeus melihat Agisha yang tidak makan


'E..enak kok, aku hanya merasa seperti orang asing disini, apa aku beneran tidak boleh tinggal di Indonesia?" tanya Agisha memastikan


'Tidak, makanlah. Setelah itu kamu istirahat" perintah Zeus


Agisha pun menurut, hatinya dongkol melihat Zeus yang sedikit pun tidak menuruti ucapannya, sungguh minta di pukul, tetapi Agisha tidak mungkin bisa memukul pria di depannya itu, karena badannya yang kecil dan tidak bertenaga sedangkan Zeus memiliki badan tinggi dan besar, hanya sekali tendang saja Agisha sudah beda alam.


'Mengapa kamu menatapku seperti itu?" tanya Zeus melihat Agisha yang menatapnya takut


'T..tidak ada" balas Agisha gugup


'Makan" perintah Zeus tidak bisa di tolak


Agisha makan dengan hati-hati, penampilan makanannya seperti makanan khas Indonesia pada umumnya hanya saja rasanya agak berbeda, belum lama berpisah dengan tanah kelahirannya kini Agisha sudah merindukannya.


'Apa beneran aku tidak ***...


'Tidak" jawab Zeus cepat tanpa menunggu perkataan Agisha selesai


'Aku belum selesai!" sungut Agisha kesal


Lihatlah wajahnya kini memerah menahan perasaan kesal bertubi-tubi pada pria di depannya ini. Jika saja Agisha memiliki kekuatan super seperti para Avengers sudah pasti Agisha akan memusnahkan Zeus dari muka bumi, memikirkan itu membuat Agisha tersenyum senang.


'Jangan berpikir yang tidak-tidak, makan setelah itu istirahat" ujar Zeus membuat lamunan Agisha buyar


'Dasar apatis" guman Agisha melanjutkan makannya


Setelah selesai makan Zeus memilih pergi keluar dengan alasan ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan, Agisha juga tidak mau bertanya-tanya karena itu bukan sifatnya. Lebih baik menyapa para pelayan yang sepertinya tidak menyukai keberadaannya karena sejak tadi terlihat beberapa pelayan yang menatapnya dengan pandangan mencemooh.


Ada perasaan sedih di hati Agisha, apa dirinya terlihat seperti orang asing disini? Memang benar dia orang asing hanya saja, apa salah berteman dengan orang asing? Daripada memikirkan itu lebih baik Agisha memilih untuk tidur.


🌾🌾🌾


riri-can