MARRIED BY ACCIDENT WITH MAFIA

MARRIED BY ACCIDENT WITH MAFIA
Melahirkan



Tidak terasa kandungan Agisha kini sudah 9 bulan, menurut perkiraan dokter Roxie minggu ini sudah waktunya Agisha melahirkan. Hal itu juga membuat kontraksi-kontraksi palsu yang kadang membuat Agisha kesakitan. Zeus kini lebih fokus pada istrinya karena takut terjadi sesuatu pada Agisha.


Perkejaan nya dia alihkan pada Daxon dan Carsen, entah itu urusan mafia atau perusahaan. Semuanya dia alihkan pada keduanya, sejujurnya Zeus berencana keluar dari lingkaran setan itu, hanya saja hal itu akan berpengaruh pada kehidupan rumah tangganya. Bisa saja para musuhnya mengincar orang-orang terdekatnya.


Alasan itu juga yang membuatnya tidak mau mempublish pernikahannya karena hal itu akan mengancam nyawa Agisha dan keluarganya, Zeus tidak rela jika musuhnya menjadikan Agisha sebagai kambing hitam akan kekejamannya, biarlah hanya dirinya saja yang tau soal perkejaan gelapnya itu. Agisha tidak boleh tau soal dirinya yang menjadi seorang mafia.


'Ssshhhh.... Sakit sekali" keluh Agisha saat merasakan tendangan yang sangat kuat dari dalam sana


Zeus mengelus perut Agisha dengan lembut berharap rasa sakit yang dirasakan oleh istrinya berkurang. Sejujurnya Zeus sudah mengatakan jika saat ini sudah seharusnya Agisha melakukan operasi, tetapi karena keras kepala Agisha harus membuatnya mengundurkan jadwal operasinya.


Jika ditanyakan mengapa dirinya harus mengundurkan jadwal operasinya maka jawaban Agisha sungguh membuat geleng-geleng kepala 'Aku ingin merasakan apa yang dirasakan oleh calon ibu di luar sana". Alasannya memang bagus tetapi jika sudah menyakiti seperti ini apa itu belum membuat Agisha berpikir lebih jernih?.


'Sebaiknya kita kerumah sakit sekarang my love" ujar Zeus lembut


'Tap...


'Tidak ada tapi-tapian sayang, sejak pagi tadi kamu terus kesakitan seperti ini. Kamu membuatku khawatir" potong Zeus tegas


'Baiklah" patuh Agisha mengalah


Akhirnya setelah semua barang-barang Agisha di kemas, Zeus pun menggendong Agisha menuju mobil. Tidak ada penjaga yang mengawal mereka, dia melakukan itu supaya para musuhnya tidak curiga. Tetapi dengan jarak tertentu ada para pengawal yang berjaga-jaga akan keselamatan tuan dan nyonya mereka.


Mengapa dirinya tidak menggunakan transportasi udara maka jawabannya karena permintaan Agisha, tadinya mereka sempat berdebat juga. Zeus mengatakan jika mereka akan menggunakan helikopter tetapi Agisha menolak dan katanya ingin menggunakan mobil, calon ibu itu memang keras kepala.


Kedatangan Zeus dan Agisha disambut hangat oleh pemilik rumah sakit, Agisha pun di gendong Zeus menuju ruangan khusus untuk mereka.


'Sayanggg" panggil Agisha manja


'Ada apa sayang?" tanya Zeus lembut sambil mengelus kepala Agisha


'Aku takut" ucapnya memeluk Zeus yang duduk disampingnya


'Tidak apa-apa, semuanya akan baik-baik saja. Kita berdoa saja supaya kamu dan baby-nya baik" Zeus mencoba menenangkan istrinya itu


Sejujurnya Zeus juga tegang, tetapi tidak mungkin dirinya memperlihatkan perasaan takutnya pada istrinya. Sudah sewajarnya dirinya menjadi seorang suami menenangkan istrinya, tidak elit rasanya jika dirinya harus ikut menampilkan raut wajah takut dan resah.


'Aku dan baby-nya akan baik-baik saja kan?' tanya Agisha memastikan


'Tentu saja my love, semuanya akan baik-baik saja. Sebaiknya kamu tidur sayang karena besok kamu akan menjalani operasi caesar" Zeus mengecup pelipis Agisha


'Aku tidak mengantuk" jawab Agisha menguap


Zeus terkekeh, perkataan dan perbuatan beda jauh. Istrinya ini memang ajaib sekali. Entah seperti apa nantinya calon anaknya.


'Tidurlah istriku, aku akan menjagamu" bisik Zeus sambil mengecup kening Agisha


'Daddy tidak memintamu untuk menjadi orang pintar nak, daddy hanya meminta padamu untuk menjadi orang kuat, dunia ini penuh tipu daya maka berdirilah dengan kokoh nantinya. Buatlah dirimu bangga pada dirimu sendiri nak" ucapnya mengelus perut Agisha


Sebuah tendangan dari dalam sana membuat Zeus tersenyum hangat, sepertinya calon anaknya mengerti dengan apa yang dia katakan.


Pagi harinya tepat di jam 9 pagi Agisha sudah memasuki ruangan operasi, Zeus ikut masuk ke dalam untuk melihat proses operasi tersebut. Jika kalian menanyakan mengapa dirinya bisa ikut masuk maka jawabannya adalah.... Kekayaan adalah jawabannya, jika kalian kaya dan banyak harta maka kalian akan diterima dimanapun.


Jarum jam terus berputar berulang kali hingga tepat di jam 09:40 bayi yang ada di perut Agisha akhirnya keluar, tanpa sadar Zeus meneteskan air matanya. Ada perasaan haru dalam hatinya melihat buah hatinya telah lahir. Kecupan-kecupan hangat mendarat di kening Agisha yang saat ini masih dalam pengaruh obat.





'Congratulazioni signore, รจ un maschietto" (Selamat tuan, bayinya laki-laki) ucap sang dokter membuat Zeus semakin bahagia


Sejujurnya Zeus memang benar-benar berharap jika anak pertamanya berjenis kelamin laki-laki, dia ingin menjadikan anak pertamanya sebagai gardu untuk melindungi anak perempuannya nanti jika dirinya bisa saja meninggal, Zeus hanya ingin berjaga-jaga. Tidak salah jika dirinya berpikir seperti itu kan?.


Akhirnya setelah serangkaian pemeriksaan Agisha pun dipindahkan ke ruangannya. Setelah semuanya normal Agisha pun terbangun dan merasakan pusing tetapi semuanya baik-baik saja seperti apa yang di katakan oleh dokter.


Beberapa menit kemudian dokter Roxie dan suster serta dokter kejiwaan yang sering di sebut psikiater memasuki ruang kamar Agisha. Jangan heran mengapa ada psikiater masuk ke dalam kamar Agisha, Zeus memanggilnya bukan berarti Agisha gi*la, tetapi untuk berjaga-jaga saja jika trauma yang dulu bersarang pada Agisha muncul ke permukaan setelah bayi mungil itu keluar.


Semuanya baik-baik saja membuat psikiater itu pergi meninggalkan Zeus, Agisha, dokter Roxie, suster dan jangan lupakan bayi mungil yang bergerak-gerak dalam box bayi.


'Waktunya menyusui nyonya" ucap dokter Roxie


Dokter Roxie serta suster itu mengajari Agisha cara menyusui bayi. Beruntungnya asi milik Agisha melimpah ruah, semuanya memang sudah dipersiapkan untuk bayi mungil itu.


'Mengapa menatapku seperti itu?" tanya Agisha kesal karena sejak tadi Zeus terus menatapnya saat menyusui


'Tidak ada apa-apa sayang, aku hanya bangga sekali melihatmu menyusui putra kecil kita. apa rasanya enak?" tanya Zeus dengan wajah penuh harap


'Hentikan pikiran kotor mu itu, aku malas untuk berdebat denganmu tuan mesum" kata Agisha mencubit lengan berotot Zeus


'Aaawwww.... Sakit sayang, apa aku salah mengatakan itu. lagian mesum juga untukmu bukan pada perempuan lain" ucap Zeus cemberut


Sepertinya suaminya itu lupa dengan wajah dan bentuk tubuhnya itu, cemberut tidak cocok untuk badan besar dan berotot itu. Apa perlu Agisha mengingatkan suaminya itu?.


Tetapi di balik rasa kesal pada suaminya ada perasaan haru dengan semua tindakan Zeus yang serba melakukan semuanya. bolehkah kali ini Agisha berharap selalu bersama Zeus hingga menua bersama.


๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ


riri-can