
Terlihat Agisha yang duduk di lantai depan kamar tuan Arkam dan nyonya Anneta, padahal di depan kamar ada sofa tetapi Agisha malah memilih duduk di lantai yang dingin itu.
'Lho? Kok duduk disini sih dek?" tanya tuan Arkam kebingungan melihat putri bungsunya itu
'Papa sama mama lama banget sih, aku kan lapar" sungut Agisha berdiri kemudian berjalan ke arah dapur diikuti oleh tuan Arkam dan nyonya Anneta
'Ada apa dengan putrimu itu pa?" tanya nyonya Anneta kebingungan
'Entahlah ma, ikuti saja kemauannya" ucap tuan Arkam
Sesampai di dapur terlihat Agisha berdiri di depan kulkas, kemudian membalikkan badannya menatap tuan Arkam dan nyonya Anneta polos.
'Mau makan apa sayang?" tanya tuan Arkam lembut
'Agis mau makan croffle" ucap Agisha pelan
'Jam segini mana ada yang jual croffle nak" ujar tuan Arkam menepuk keningnya
Ada-ada saja kemauan putrinya itu, yang buat hamil siapa yang di susahkan siapa? Atau memang Zeus sengaja melakukan ini supaya bebas tanggung jawab. Sungguh keterlaluan sekali.
'Agis kan tidak minta dibelikan pa" ucap Agisha bergetar
Tuan Arkam dan nyonya Anneta terdiam, jika sudah seperti ini tentunya Agisha akan menangis, sensitif sekali putri mereka. Padahal mereka tidak menaikkan suaranya.
'Terus bagaimana sayang?" tanya tuan Arkam mendekati Agisha dan membawanya ke dalam dekapannya
'Agis mau dibuatkan" cicitnya
'Tapi Agis mau kak Ibel yang buat" ucapnya lagi sambil menenggelamkan wajahnya pada dada tuan Arkam
'Terus mengapa membangunkan mama sama papa kalau kamu hanya ingin Issabella yang buatkan?" tanya nyonya Anneta gemas melihat putrinya itu
'Mama membenci Agis yaa huwaaa.... Papa hiks... Mama ga suka sama Agis" isaknya
Nyonya Anneta melongo melihat tingkah Agisha, padahal dirinya tidak menghardik atau membeci putrinya itu, sungguh keterlaluan sekali bayi yang ada di perut Agisha.
'Bukan begitu sayang, mama hanya bertanya doang. Mama sayang kok sama kamu" nyonya Anneta mengelus rambut Agisha mencoba menenangkan putrinya
'Beneran mama sayang sama Agis?" tanya Agisha memastikan
'Tentu saja sayang, mama sayang banget sama kamu dan kak Ibel" ucap nyonya Anneta
'Kok ada kak Ibel nya, Agis kan cuma nanya mama sayang Agis atau bukan? Mama pilih kasih kan" rengek Agisha menjauhkan tangan nyonya Anneta yang terdiam kebingungan
'Okay, mama paling sayang sama kamu" nyonya Anneta memilih mengalah saja daripada berdebat dengan Agisha dan ujung-ujungnya Agisha menangis meraung-raung
'Nah gitu dong" kekeh Agisha
Tuan Arkam yang melihat perdebatan ibu dan anak did depannya hanya bisa tertawa lucu. Jarang sekali melihat momen ini, apalagi sifat keduanya nampak terbalik. Biasanya nyonya Anneta yang susah dibilang dan keras kepala sekarang malah Agisha yang keras kepala, padahal sifat asli Agisha lebih baik mengalah daripada berdebat.
'Papa kok ketawa sih? Papa juga ga sayang Agis?" tanya Agisha melepaskan pelukannya pada tuan Arkam
'Tidak sayang, papa hanya berpikir cara membuat croffle yang enak untuk mu" dusta tuan Arkam memilih aman daripada berdebat dengan Agisha
'Papa yang paling baik dan sayang Agis" ucapnya dan kembali memeluk tuan Arkam
Tuan Arkam menatap istrinya yang hanya bisa melongo, tuan Arkam sudah berpengalaman dalam mengurus ibu hamil yang tengah ngidam jadi dirinya lebih baik mengalah.
'Papa kok mudah banget menaklukkan bumil kecil ini?" tanya nyonya Anneta berbisik
'Papa sudah berpengalaman ma, apalagi dulu istriku parah sekali saat mengidam" ujar tuan Arkam tersenyum geli pada nyonya Anneta
'Papa ihh" cibir nyonya Anneta tidak suka saat tuan Arkam seolah mengatakan jika dirinya jauh lebih berbahaya dari Agisha saat ngidam
'Sudahlah ma, sebaiknya kamu bangunkan Ibel. Bisa bahaya jika Agis mengulah lagi" bisik tuan Arkam
Nyonya Anneta pun bergegas menuju lantai atas dan berjalan ke arah kamar putri sulungnya itu.
Tok
Tok
Tok
Nyonya Anneta menunggu sahutan seseorang dari dalam, tetapi nampaknya putrinya itu susah dibangunkan, bahkan nyonya Anneta sudah mengendor pintu itu beberapakali, hilang sudah kesabaran nyonya Anneta.
CEKLEK
Beruntungnya pintunya tidak dikunci dari dalam, matanya menatap Issabella yang tertidur dengan pose berantakan.
'Sayang sekali, cantik-cantik tapi kok tidurnya jelek begini" cibir nyonya Anneta
'Issabella" panggilnya kembali tetapi tetap tidak ada respon
Nyonya Anneta pun mendekati Issabella dan menarik telinga Issabella, terbukti Issabella kini menjerit-jerit kesakitan.
'AAAWWWW.... SAKIT MAAAA" teriaknya dan mengusap-usap telinganya yang memerah
'Mama apa-apaan sih, sakit tau" sungutnya menatap namanya yang menatapnya kesal
'Kamu sih susah banget dibangunkan, suara mama habis nih!" omel nyonya Anneta kesal
'Habis apaan, itu suara mama masih ada. Pasti telingaku sudah merah" balas Issabella
'Itu salahmu sendiri, jadi perempuan kok susah banget dibangunkan" ucap nyonya Anneta tidak mau disalahkan
'Tapi kan bisa bangunkan Issabella dengan cara bagus ma, ini malah menjewer telinga Ibel. Gimana kalau telingaku copot?" Issabella masih setia mengusap telinganya yang sakit
'Sudahlah, kamu ini suka sekali berdebat. Sebaiknya pakai baju dan turun ke dapur, mama pusing banget malam ini melihat mu dan adikmu itu" ujar nyonya Anneta keluar dari kamar Issabella yang masih kebingungan
'Mama kenapa sih?" tanya Issabella tetapi tidak ada sahutan dari nyonya Anneta
'Sebenarnya kenapa sih, ini baru jam 2 malam" ucapnya melihat jam yang ada di nakas
Issabella pun beranjak dari tempat tidur menuju walk in closet miliknya, pilihannya tertuju pada sebuah gaun tidur yang lebih sopan.
Setelah selesai mengenakan baju, Issabella pun keluar dari kamar dan turun kelantai bawah.
Sesampainya di dapur terlihat kedua orangtuanya dan Agisha yang setia memeluk tuan Arkam.
'Ada apa sih ma? Apa ada maling? Ini masih jam 2 malam lho?" tanya Issabella kebingungan
'Bukan apa-apa kak, adikmu hanya ingin makan croffle" kata tuan Arkam tersenyum geli melihat Issabella yang berwajah masam
'Terus apa hubungannya sama Ibel, lagian ini sudah jam 2 mana ada restoran atau cafe yang buka dan menjual croffle" kata Issabella melirik Agisha yang cemberut
'Croffle nya tidak dibeli kak" ucap tuan Arkam
'Terus?" tanya Issabella penasaran
'Kakak yang buat" ujar tuan Arkam
'Ooo... Aku yang buat" guman Issabella
'EHHH.... MAKSUDNYA APA TADI?" tanyanya kaget
'Iya benar, kamu yang buat. Adikmu ngidam croffle tetapi harus kamu yang buat!" cerewet nyonya Anneta
'Apa-apaan ini? Sejak kapan Issabella seorang model internasional menjadi penjual croffle!" ujar Issabella heboh
'Kamu ini cerewet sekali, tinggal buat saja apa susahnya sih" ucap nyonya Anneta
'Mama ini bagaimana sih, sekarang Ibel tanya deh. Memangnya mama bisa buat croffle? Masak saja tidak bisa kan?" cibir Issabella
'Kok kamu mencemooh mama seperti itu sih? Lagian banyak pelayan disini jadi buat apa mama susah-susah masak" ujar nyonya Anneta tidak mau mengalah
'Itu tau jawabannya ma, terus bagaimana caranya aku bisa memasak sedangkan mama saja tidak bisa" ucap Issabella kesal
'Tidak usah diperjelas kalau mama ga bisa masak!" omel nyonya Anneta
'Sudah sudahhh... Kalian ini, sudah pada tua tetapi masih sering berantem" tuan Arkam melerai keduanya
'Kok papa bilang Ibel tua sih, kalau mama sih iya sudah jelas tua" cibir Issabella membuat nyonya kesal dan menjewer kembali telinga Issabella
'Aaww... Sakit ma, lepas ihh" teriak Issabella
'Bilang apa tadi?" tanya nyonya Anneta melotot
'Aku cuma bercanda, salahkan papa dong ma, kan papa yang bilang kita tua" ucap Issabella
Nyonya Anneta pun melepaskan jewerannya pada telinga Issabella, kemudian menatap tajam tuan Arkam.
'Kedepannya papa tidak dapat jatah!" ancam nyonya Anneta membuat tuan Arkam ketar ketir
Seharusnya dia tidak mengatakan itu, kata 'tua" adalah kata sensitif bagi seorang perempuan, tuan Arkam hanya bisa menghela nafas panjang.
🌾🌾🌾
riri-can