MARRIED BY ACCIDENT WITH MAFIA

MARRIED BY ACCIDENT WITH MAFIA
Saling Menjatuhkan



Keluarga nyonya Anneta masih terbengong-bengong dengan kenyataan yang telah terjadi, Agisha meringis melihat tatapan mencemooh dari para sepupunya itu.


'Pasti dia hamil diluar nikah" celutuk Shavira mencemooh Agisha


'Aku juga yakin, pasti dia telah berbuat hal-hal yang tidak wajar. Wajahnya saja yang polos tetapi siapa sangka dia suka buka-buka kaki pada semua pria" ujar seorang wanita seumuran nyonya Anneta


Wanita itu bernama Margaretha, dia adalah ibu dari Shavira dan merupakan menantu kesayangan dari nenek  Camilla.


Nyonya Anneta empat bersaudara, anak pertama bernama bibi Nayla. Bibi Nayla menikah dengan seorang pria kebangsaan Kanada dan memiliki dua orang anak laki-laki bernama Razka dan Paris. Anak kedua berjenis kelamin laki-laki yang bernama Revindra, istrinya bernama Margaretha. Mereka memliki tiga orang anak diantaranya adalah Shavira, Nabill serta Fahriza .


Sedangkan nyonya Anneta adalah anak ketiga, serta ada Millyana sebagai anak bungsu yang sudah menikah dan memiliki tiga anak pula bernama Resti, Joan dan Karen.


Agisha malas untuk mendengarkan kata-kata mereka dan memilih fokus pada minuman yang menurutnya manis.


'Lihatlah dia bahkan tidak memiliki sopan santun" sinis Margaretha karena Agisha mengabaikan semua ocehannya


'Apa mulutmu itu sudah selesai bicara?" tanya nyonya Anneta yang sedari tadi menahan amarahnya


'Jangan mengata-ngatai putriku, seharusnya kamu perhatikan saja pergaulan putrimu itu di negara orang!" sinis nyonya Anneta melirik keponakannya yaitu Shavira yang menunduk


'Kamu berani melawanku? Sayangg... Lihatlah adikmu itu, sungguh tidak berpendidikan sekali melawan kakak iparnya sendiri" adu Margaretha pada suaminya Revindra


'Anneta! Yang sopan pada istriku!" amuk Revindra


Margaretha membusungkan dadanya sombong, di keluarga nenek Camilla dia adalah menantu kesayangan karena dia satu-satunya menantu perempuan.


'Beraninya hanya di ketek om Ravindra!" cibir Issabella menginjak kaki Shavira di bawah meja karena kesal dan kebetulan mereka duduk berdampingan


Shavira pun berteriak nyaring sehingga membuat nenek Camilla khawatir.


'Kamu kenapa Shavira?" tanya mereka khawatir


'Seseorang baru saja menginjak kaki ku nek huhu, sakit sekali" isaknya tersedu-sedu


'Aku yakin kalau Agisha yang menginjaknya!" tuduhnya pada Agisha yang sibuk minum


'Apa benar begitu Agisha?!" tanya nenek Camilla marah


'Ibu sama anak sama-sama tidak tau malu, setelah menjatuhkan aku sekarang kalian membully putriku, aku tidak terima ini suamiku, aku mau Agisha mendapatkan hukuman yang setimpal!" amuk Margaretha kesetanan


'Kamu dan putrimu benar-benar keterlaluan, seharusnya kalian tidak usah datang ke acara pertemuan ini!" amuk Revindra bangkit dari duduknya


'JANGAN MENAIKKAN INTONASI SUARAMU PADA ISRI DAN PUTRIKU!" teriak tuan Arkam yang sedari tadi diam sambil menonton


Jika saja nyonya Anneta tidak menahannya maka sedari tadi dia sudah mengamuk saat keluarga istrinya itu menuduh Agisha yang tidak-tidak.


'Aku bisa saja menjatuhkan perusahaan mu saat ini juga!" ancam tuan Arkam menusuk membuat Revindra tegang


Memang di dalam bisnis, tuan Arkam bukanlah tandingannya. Sekali jentikan jari saja perusahannya itu akan bangkrut, tuan Arkam adalah pengusaha sukses di Indonesia, ada beberapa hal yang seluruh dunia tidak mengetahui kehidupan masa lalu tuan Arkam yang sempat masuk ke dalam bisnis gelap, akhirnya dia disadarkan oleh nyonya Anneta, makanya dia setengah mati mempertahankan pernikahannya hingga saat ini.


'Kalian melihatnya, mentang-mentang bisnisnya lebih lancar dari suamiku. Seenaknya mengancam!" cibir Margaretha tidak kehabisan akal menjatuhkan nyonya Anneta


'Bibi, paman" ucap sepupu Agisha bernama Paris


'Menurutku ini sudah keterlaluan, kita berkumpul disini untuk membuat keluarga yang harmonis bukan untuk sebuah pertikaian" ujar Paris sebagai cucu tertua


'Kamu jangan membelanya Paris, jelas-jelas Shavira mengatakan itu!" kesal Margaretha masih tidak mau mengalah


'Bibi, lihatlah dengan jelas dimana posisi Agisha dan Shavira" ucapannya sambil menjeda penjelasannya membuat semuanya menatap posisi duduk Agisha dan Shavira


'Apa wajar Agisha menginjak kaki Shavira sedangkan posisi duduk mereka saja berjauhan? Aku saja yang duduk di depan Shavira belum tentu bisa mencapai kakinya" jelasnya membuat semuanya terdiam


Meja yang mereka booking berbentuk persegi panjang dengan lebar yang sangat luas, dan posisi Shavira berada di dekat nenek Camilla serta Paris yang berada di depannya. Sedangkan Agisha duduk di kursi ke 5 dari Shavira, tentu saja itu tidak masuk akal.


Semuanya menatap Shavira yang menunduk ketakutan karena ketahuan berbohong, dia berkata seperti itu karena merasa kesal pada Agisha tanpa tau resikonya, sekarang dia begitu malu.


'Kamu ini bagaimana sih Shavira!" omel Margaretha merasa tidak punya muka karena kebo*dohan putrinya itu


'SUDAH!" nenek Camilla mulai menginterupsi membuat semuanya diam


'Anggap saja Shavira gugup" ucapnya membela cucu kesayangannya itu


'Tidak bisa begitu nek, ini sungguh tidak adil. Shavira baru saja menuduh Agisha, harusnya dia meminta maaf" celutuk Joan sambil mengedipkan mata pada Agisha


Joan juga cukup dekat dengan Agisha, di keluarga nenek Camilla ada Joan, Paris, Rezkan, Resti dan Fahriza yang dekat pada Agisha sebagai cucu nenek Camilla. Selebihnya terlihat cuek saja.


'Tunggu apalagi Shavira, cepat minta maaf" ujar Paris


'M..maaf" cicit Shavira menahan malu begitu juga dengan Margaretha dan Revindra


Margaretha menahan rasa bencinya pada nyonya Anneta dan Agisha. Tadinya dia ingin membuat malu Agisha tetapi malah dirinya dan keluarganya yang malu.


'Terus kalian tidak menjelaskan mengapa Agisha menikah, bahkan diam-diam. Apa kalian menutupi aib putri kalian?!" tanya Margaretha tidak mau mengalah dan masih ingin mencari-cari kesalahan keluarga nyonya Anneta


'Ma, hentikan" ujar Fahriza yang kini menahan malu karena ulah mamanya itu


'Iya kak, ini sudah berlebihan" sahut Millyana yang merasa sudah pusing akibat adu mulut di depannya


'Aku kan hanya bertanya, mengapa kalian seperti ini padaku!" Margaretha membuang muka karena marah


'Agisha menikah karena ada seseorang yang melamarnya" ucap nyonya Anneta membuang nafas panjang


'Awalnya kami tidak mau menerima pinangan pria itu tetapi dia membuktikannya, akhirnya kami menerimanya" dusta nyonya Anneta


Tidak mungkin dia menceritakan kisah kelam kedua putrinya itu, itu sama saja mengungkit masa trauma Agisha, putrinya sudah bahagia dan Issabella juga sudah menyesali perbuatannya, jadi buat apa mengungkit keburukan seseorang dimasa lalu.


'Sungguh alasan yang tidak masuk akal, terus mengapa kalian tidak mengundang kami?" tanya Margaretha


'Itu alasannya mudah saja, supaya kamu tidak mengulah di pesta putriku. Begini saja kamu sudah heboh mencari-cari kesalahan, bagaimana tidak nantinya pas pesta kamu membeberkan berita karangan" sindir nyonya Anneta membuat Margaretha terdiam


'Maaf buat kalian yang tidak kami undang, pernikahannya mendadak karena suaminya ada kegiatan penting. Katanya jika dia tidak bisa menikahi Agisha maka dia tidak akan berangkat pergi" jelas nyonya Anneta meminta maaf


Tuan Arkam menatap kagum istrinya yang bisa menutupi masalah yang ada di dalam rumah tangga mereka, bahkan bisa membungkam Margaretha yang sudah melebihi batas, tuan Arkam semakin mencintai istrinya.


🌾🌾🌾


Mau nanya dong guys, kalian punya saudara atau tetangga seperti Margaretha nggak sih? Suka banget cari-cari kesalahan orang lain dan tidak sadar dengan kesalahannya sendiri? Bagusnya di kasih apa orang yang seperti ini?.


riri-can