MARRIED BY ACCIDENT WITH MAFIA

MARRIED BY ACCIDENT WITH MAFIA
Trauma



Keduanya tengah menikmati momen berharga layaknya seorang suami istri pada umumnya, hingga lama-kelamaan sentuhan Zeus membuat Agisha gemetar.


Agisha mencoba menahan rasa takutnya, dia harus sadar jika Zeus adalah suaminya sekarang, tetapi semakin lama menahan maka semakin besar pula rasa takutnya pada Zeus yang tengah mencicipi tubuhnya.


'Aku mencintaimu sayang" erang Zeus saat dirinya baru selesai meninggalkan jejak di leher Agisha


'J..jangannn!" isak Agisha dengan tubuh bergetar


Sontak Zeus menghentikan kegiatannya yang begitu berharga, mata abu-abu itu menatap Agisha dengan tatapan getir. Ternyata istrinya masih takut padanya, atau lebih tepatnya Agisha trauma jika mereka melakukan hal ini.


'Sayang" panggil Zeus sambil menepuk pipi Agisha supaya sadar


'Jangann" tolak Agisha dengan suara parau


Zeus melihat dengan mata kepalanya sendiri, badan Agisha yang bergetar dengan kedua mata yang tertutup rapat, apa segitu menyakitkan? Rasanya Zeus tidak sanggup melihatnya.


Zeus pun kembali mengenakan kaos miliknya dan memakaikan baju Agisha juga, keinginannya untuk menikmati tubuh istrinya hilang sudah berganti rasa sedih, marah dan penyesalan, semuanya bergabung menjadi satu.


'Agisha" panggil Zeus lembut


'Papa hiks... Aku mau papa sama mama hiks... Papa" isaknya sambil menggelengkan kepalanya


'Hiks.... Aku mau papa hiks... Aku takut" Agisha berucap lirih membuat Zeus yang mendengarnya merasa sedih


'Sayang, maaf" sesal Zeus


Zeus masih setia mencoba menenangkan Agisha yang ketakutan, jika dirinya menghubungi kedua orangtuanya Agisha tentunya dia akan di tuntut karena membuat putri mereka depresi dan trauma.


Seharusnya dia menunggu Agisha untuk pulih, tidak sepantasnya dia memaksa Agisha yang saat itu ketakutan dan butuh bantuan, Zeus akui jika dirinya egois tetapi dia terlalu mencintai Agisha.


Zeus membawa Agisha ke dalam dekapannya, meskipun Agisha memberontak tetapi Zeus tetap memaksa untuk menenangkannya.


30 menit berlalu dan nampaknya Agisha mulai tenang, tidak ada tolakan dari Agisha, Zeus pastikan jika istrinya sudah tertidur.


Dengan pelan Zeus merebahkan tubuh Agisha dan menyelimutinya, jika ingin Agisha sembuh maka Zeus harus lebih berusaha lagi untuk membuat istrinya lebih percaya padanya.


Zeus keluar dari dalam kamar di tengah malam, dia butuh pelampiasan untuk menghilangkan rasa kesal dan amarah di dalam dirinya.


'Bos" panggil Daxon yang kebetulan tengah berjaga di sekitar mansion


Zeus tersenyum licik melihat keberadaan Daxon, sedangkan Daxon yang melihat Zeus dengan bola mata aneh memilih untuk kabur, bisa bahaya nyawanya berkeliaran di dekat Zeus.


'Memangnya aku semenakutkan itu?" tanya Zeus pada dirinya sendiri melihat Daxon yang lari


Zeus mencari mangsa, berharap menemukan seseorang yang bisa menghilangkan rasa marahnya, tetapi satupun tidak ada, apa Daxon sudah memberitahu jika semuanya harus sembunyi?.


Tidak ada pilihan lain selain berburu di hutan, itu lebih baik daripada membuat kegaduhan di tengah malam begini, istrinya juga tengah menikmati tidurnya setelah rasa traumanya kambuh.


Setelah mendapat senapan yang cocok untuknya Zeus pun berlari memasuki hutan hitam berkabut, dari balik pohon Daxon keluar sambil menghembuskan nafas lega.


'Apa yang membuat bos seperti itu?" tanya salah satu anak buah Zeus


'Sepertinya ada masalah, berikan aba-aba supaya para penjaga hutan segera melindungi diri mereka. Bos butuh pelampiasan" perintah Daxon


Di dalam hutan terlihat Zeus menatap sekeliling dengan waspada, mata elangnya meneliti hutan yang gelap dan berkabut, harusnya di saat seperti ini banyak binatang buruan untuknya tetapi mengapa malah tidak ada.


'Ah ketemu" kekeh Zeus melihat seorang pria di dekat pohon besar sedang bersembunyi


'Apa kalian sedang bermain petak umpet?" tanya Zeus mengangetkan pria di depannya


'B..bosss" cicit pria itu ketakutan


'Apa kamu tengah berburu juga?" tanya Zeus melihat pria di depannya menggenggam senjata laras panjang


Pria itu terlihat kaku, apalagi saat Zeus menatap ke arah kakinya yang tengah menginjak sesuatu. Zeus pun menyingkirkan kaki pria itu dan mengambil sebuah tas hitam.


Saat tas tersebut terbuka, Zeus menggeram marah dan menatap pria di depannya dengan tatapan intimidasi.


'Saya paling BENCI pengkhianat" kata Zeus menodongkan senjata miliknya pada kening pria di depannya


'M.. maafkan saya bos, saya terpaksa" sesal pria itu bergetar


'Istri dan anak saya di sandera bos, jika saya tidak melakukan pemberontakan maka nyawa mereka akan hilang" jelas pria itu


'Kamu pikir saya percaya?" tanya Zeus sambil tertawa terbahak-bahak


DOR


Satu tembakan berhasil mendarat di kening pria itu, Zeus pun mulai mencabik-cabik pria itu menggunakan pisau milknya.


'Ini balasan untuk pengkhianat" ucapnya sambil menji*lat pisau yang kini berlumuran darah


'Pahit" ujarnya


'Memang darah pengkhianat itu pahit pehhh" ucapnya melepehkan darah yang baru saja diji*lat nya


Zeus menatap tubuh pria yang terbaring di tanah dan beralih menatap sentaja miliknya yang tengah di gelapkan oleh pria itu. Ada sesuatu yang mengganjal di dalam hatinya saat pengkhianat di depannya mengatakan jika dia memiliki seorang istri dan seorang anak.


'Si*alan! Membuatku kepikiran saja" umpatnya menendang tubuh yang sudah tidak bernyawa itu


Zeus menjatuhkan badannya ke tanah, hatinya masih menahan rasa amarah, jika saja dulu dia bisa menahan diri pastinya Agisha tidak akan takut padanya. Andai saja waktu bisa di ulang maka Zeus akan memilih di saat awal pertemuan mereka.


Zeus akan memilih lebih ramah dan hangat pada Agisha jika waktu di putar kembali, dan akan melamarnya secara baik-baik pada tuan Arkam.


Sedangkan di mansion terlihat Agisha yang baru saja membuka matanya, mata dengan netra coklat terang itu meneliti satu persatu setiap sudut berharap menemukan Zeus.


'Zeus" panggilannya pelan


Karena tidak menemukan keberadaan Zeus membuat Agisha sedih, dan berpikir jika Zeus tentu membencinya karena sudah menolak Zeus yang ingin menjamah tubuhnya. Agisha tidak tau mengapa tubuhnya menolak sentuhan Zeus.


'Maaf" sesalnya menangisi dirinya sendiri


Agisha bangkit dari tempat tidur kemudian keluar menuju balkon, di depannya nampak gelap karena mansion itu dikelilingi pohon-pohon besar yang menjulang tinggi, bahkan matahari sulit untuk masuk.


'Aku kangen mama sama papa, juga kak ibel" ucapnya


Jam masih menunjukkan pukul 3 malam itu berarti di Indonesia masih pagi, Agisha ragu untuk menghubungi keluarganya yang tentunya pasti masih beristirahat atau mereka sudah sibuk dengan aktivitas mereka yaitu bekerja.


'Papa hiks... Agis kangen papa" isaknya


GREP


Agisha terkejut saat seseorang memeluknya dari belakang, tadinya Agisha mau berteriak tetapi setelah mencium aroma khas dari Zeus membuatnya memilih diam saja.


'Kenapa hmm?" tanya Zeus mengecup ubun-ubun Agisha


Agisha tidak menjawab pertanyaan Zeus, dia cukup malu hanya sekedar membalasnya. Apalagi saat dia melakukan penolakan pada Zeus, Agisha merasa jika dirinya terlalu naif sekali jadi perempuan.


🌾🌾🌾


riri-can