MARRIED BY ACCIDENT WITH MAFIA

MARRIED BY ACCIDENT WITH MAFIA
Hal yang Ditakutkan



Malam harinya setelah semuanya tertidur terlihat tuan Arkam yang baru saja pulang dari kantor. Tadinya dia sedikit minum mencoba menghilangkan frustasi yang bersarang di otaknya, tetapi baru satu teguk kesadarannya langsung kembali saat mengingat jika istri dan kedua putrinya menunggu di rumah.


CEKLEK


Tuan Arkam membuka pintu kamar Agisha yang kini tertidur pulas, hatinya sedikit lebih tenang setelah melihat putrinya baik-baik saja.


'Maafkan papa nak" sesal tuan Arkam


Agisha merasa terganggu saat merasa seseorang mengelus kepalanya hingga matanya terbuka. Respon Agisha awalnya kaget tetapi saat melihat wajah tuan Arkam membuatnya bernafas lega.


'Papa" ucap Agisha serak


'Papa mengganggu kamu ya sayang, maafkan papa" tuan Arkam melihat wajah Agisha yang masih mengantuk


'Ada apa pa?" tanya Agisha


'Tidak ada nak, seharian papa kerja dan tidak melihatmu jadi papa kangen" dusta tuan Arkam meskipun tidak sepenuhnya bohong


'Papa ini ada-ada saja" kekeh Agisha merasa lucu dengan papanya


Padahal tadi pagi mereka baru bertemu tetapi respon papanya seolah-olah mereka sudah tidak bertemu bertahun-tahun.


'Yasudah papa kembali ke kamar dulu, kamu lanjut tidur lagi ya sayang" tuan Arkam mengelus surai sebahu Agisha yang di potong dan sudah dirapikan oleh nyonya Anneta


Agisha yang masih mengantuk melanjutkan acara tidurnya sedangkan tuan Arkam masih berhenti di depan pintu kamar Agisha. Hatinya terasa sesak setelah keluar dari kamar itu, tuan Arkam masih tidak percaya jika putrinya itu mengalami hal mengenaskan seperti itu, entah bagaimana pertanggungjawaban dirinya nanti dihadapi sang pencipta karena tidak bisa menjaga putrinya sendiri.


Tengah malam Agisha terbangun saat merasakan lapar, tumben sekali dirinya lapar di tengah malam. padahal tadi dirinya makan malam.


Agisha membuka lemari pendingin dan banyak makanan disitu tetapi satupun tidak ada yang menarik hatinya, dia ingin makan tetapi tidak jelas makanan apa yang diinginkannya. Terdengar aneh tetapi faktanya seperti itu.


Agisha jongkok kemudian menangis meratapi nasibnya, Agisha juga tidak tau mengapa dirinya menangis seperti ini, akhir-akhir ini juga dirinya sedikit lebih sensitif.


'Aku mau makan" isaknya


Akhirnya Agisha pun tertidur di dapur sambil bersandar di dinding dekat lemari pendingin. Hingga pagi harinya para koki dapur heboh melihat putri majikan mereka tidur dengan posisi duduk sambil bersandar di dinding.


'Nona" panggil seorang koki perempuan


'Ukhhh" Agisha membuka matanya


Hal pertama yang dilihatnya adalah seorang koki yang menghadap ke arahnya, sontak Agisha kaget dan langsung berdiri.


Agisha kembali ke kamarnya dan mengabaikan semua para koki itu, Agisha malu bahkan kini dia sudah menangis. Hanya karena hal itu membuatnya menangis.


Saat tengah mandi Agisha merasa pinggang bawahnya sedikit sakit dan juga buah dadanya yang terasa lebih besar dan nyeri dan tunggu.... Agisha melihat dengan jelas jika ujung buah dadanya warnanya sedikit lebih gelap. Agisha menggigit bibirnya seolah mengatakan jika pikirannya itu tidak benar.


Agisha mandi tidak menentu dan langsung memakai bathrobe miliknya kemudian keluar dari kamar mandi. Tujuannya sekarang adalah menemukan ponselnya. Buru-buru Agisha mencari artikel mengenai kehamilan. Matanya melotot melihat apa yang tertulis di artikel semua dialaminya kecuali mual-mual di pagi hari karena ada kasus dimana beberapa ibu hamil tidak merasakan mual atau bakan ngidam.


'Aku tidak mungkin hamil" ucapnya sambil menatap perutnya


'A..aku belum telat datang bulan kok" ucapnya lagi


Ingatannya tertuju saat pemerkosaan itu terjadi, jelas-jelas saat itu bukan masa suburnya. Tetapi Agisha kurang paham apa itu masa subur karena nyatanya kejadian itu terjadi 16 hari setelah dirinya datang bulan atau lebih tepatnya saat itu dirinya masa subur.


'Tidak mungkin" ucapnya frustasi


'Aku tidak hamil hiks... Aku tidak mau hamil" tolaknya memukuli perutnya


'Aku harus mengeceknya" ucapnya lelah


Agisha begitu terpukul sekarang, dia bingung mau jujur kepada kedua orangtuanya atau diam saja seolah-oleh tidak terjadi apapun. Tetapi jika benar dirinya hamil maka perutnya akan membesar dikemudian hari bagaimana dia bisa menutupi perutnya nantinya, atau dia menggugurkan saja bayi yang ada di perutnya?.


'Iya, aku akan menggugurkannya" ucapnya buntu


'Aku tidak mau hamil hiks... Kumohon kali ini saja jangan hadir di perutku hiks..." Agisha memukuli perutnya berharap itu tidak benar


Agisha segera memakai baju, hari ini dia akan membolos lagian sekolahnya telah selesai tinggal menerima nilai saja setelah itu mereka akan lulus. Jadi tidak ada salahnya membolos karena banyak juga siswa yang tidak masuk sekolah dengan alasan liburan atau ingin beristirahat untuk mendaftarkan diri ke universitas yang mereka idamkan.


'Pagi sayang" sapa nyonya Anneta melihat Agisha yang baru keluar dari lift


Agisha mengabaikannya dan keluar dari rumah menuju mobil yang kini ditunggu oleh pak Gunawan. Nyonya Anneta mengerutkan keningnya melihat putrinya yang mengabaikannya, hatinya masih sakit mengingat apa yang terjadi pada putrinya, dia tidak siap akan hal itu meskipun Agisha nampak baik-baik saja.


'Pak, kita ke apotek sebentar yaa ada yang mau Agis beli" perintah Agisha pada pak Gunawan yang mengiyakan


Pak Gunawan tidak ingin bertanya-tanya apa tujuan majikannya itu pergi ke apotek pagi hari ini, mungkin ada barang yang ingin dibelinya.


'Bapak tunggu sebentar yaa" pamit Agisha keluar dari dalam mobil menuju apotek terdekat


'Permi...si" sapa Agisha takut


Seorang wanita yang merupakan karyawan apotek datang menghampiri Agisha yang terlihat pucat.


'Ada yang bisa saya bantu dek?" sapa karyawan apotek itu sopan


'Saya mau beli tes...testpack kak" cicit Agisha membuat karyawan itu mengerutkan keningnya


Karyawan apotek itu berpikir jika Agisha hamil dengan pacarnya, apa Agisha berencana mau menggugurkan kandungannya setelah tau jika dirinya hamil? Itulah yang dipikikan oleh karyawan apotek itu.


'Adek hamil yaa?" tanya karyawan itu sopan


'M..mau memastikan saja kak" cicit Agisha takut


'Hamil bersama pacar kamu ya dek?" tanyanya kembali


'B..bukan kak itu..." Agisha merasa diintrogasi oleh karyawan apotek itu


Apa semua orang yang membeli testpack seperti ini juga? Atau karena dirinya nampak dicurigai?.


'Sarannya meksipun kamu hamil bersama pacar mu jangan gugurkan bayi itu, mintalah pertanggungjawaban pacarmu dek, zaman sekarang kebanyakan begitu, miris sekali" ucap sang karyawan apotek yang membuat Agisha marah


'Kubilang bukan ya bukan!" teriaknya kesal


'Aku sudah menikah, itu suamiku di mobil" dusta Agisha menunjuk mobil yang di dalamnya ada pak Gunawan membuat karyawan itu terdiam


'Begitu ya dek, maaf yaa... Saya hanya mengingatkan saja" ucap karyawan apotek itu tidak enak


Akhirnya karyawan itu memberikan barang yang diinginkan Agisha, setelah membayarnya Agisha pun pergi dengan wajah marah. Apa dirinya terlihat seperti seorang penjahat yang ingin menggugurkan kandungannya? Meskipun tadi ada niatan seperti itu tetapi setelah Agisha pikir-pikir Agisha merasa jahat jika melakukan hal itu.


🌾🌾🌾


riri-can