MARRIED BY ACCIDENT WITH MAFIA

MARRIED BY ACCIDENT WITH MAFIA
Perasaan yang Terbalas



Setelah acara dimana Agisha minta di ajari untuk menembak membuat Zeus memilih menjauh dari Agisha, bukannya dia tidak mau mengajarinya hanya saja Agisha masih mengandung, Zeus takut terjadi sesuatu yang bisa membayangkan bayi yang Agisha kandung.


Seperti pagi ini Zeus bangun lebih awal dari Agisha yang masih tidur dengan nyenyak, Zeus akan pulang saat Agisha sudah tidur dan pergi sebelum Agisha bangun. Mereka seperti tengah melakukan kucing-kucingan.


Zeus berangkat berkeja sebelum jam menunjukkan pukul 6 pagi, bahkan jam tidurnya pun tidak menentu hanya karena ingin menjahui Agisha.


'Tunggu, mengapa aku harus bertingkah seperti ini?" Zeus menatap dirinya di kaca yang sudah rapi dengan setelah kerjanya


'Ini kesempatan yang begitu sempurna, aku bisa berduaan penuh bersama Agisha" ucapnya senang


'Benar, ini kesempatan yang bagus" kekehnya


Zeus memilih kembali ke tempat tidur dan membaringkan tubuhnya dengan menggunakan setelah kerjanya, tangan besarnya menarik Agisha ke dalam dekapannya, beberapa hari ini Zeus tidak bisa berlama-lama untuk menciumi Agisha saat tidur karena dirinya sibuk menjauh.


'Uuugghhh"


Agisha membuka matanya saat merasakan seseorang mengecup bibirnya berulang kali, Zeus lah pelakunya. Agisha sudah tau hal itu, dan dia membiarkan Zeus melakukan apapun pada dirinya karena malas berdebat.


'Pagi sayang" sapa Zeus mengecup kening Agisha


'Pagi juga, apa kamu tidak pergi lagi?" tanya Agisha seolah mengejek Zeus


'Tidak, pekerjaan ku sudah selesai" jawab Zeus


'Benarkah? Kupikir karena kamu tengah menjahui ku" cibir Agisha membuat Zeus gugup


'Ehemm... Tidak seperti itu sayang, aku tengah mengerjakan sebuah projek jadi beberapa hari terakhir ini aku sibuk" ucap Zeus tidak sepenuhnya bohong


'Terserah tuan super sibuk, awas... Aku mau mandi" Agisha mendorong Zeus menjauh dari tubuhnya


'Apa kita tidak bisa seperti suami istri pada umumnya?" tanya Zeus membuat langkah Agisha berhenti


'Seperti apa yang kamu maksud tuan?" tanya Agisha serius


'Lupakan sayang, aku tunggu disini" ujar Zeus sedih


Di dalam kamar mandi Agisha tengah menahan degupan jantungnya yang tak berhenti berdetak kencang. Pagi ini Zeus begitu tampan di matanya, tidak. Memang setiap saat Zeus sangat tampan, Agisha tidak mau menapiknya.


Sejujurnya Agisha merasa ada perasaan cinta pada Zeus hanya dia terlalu gengsi mengatakannya, apalagi saat dia menolaknya setiap Zeus mengucapkan kata-kata cinta dan romantis untuknya. Dia malu mengakuinya, Agisha termakan omongan sendiri.


Agisha sudah selesai mandi dan keluar menggunakan bathrobe miliknya, Agisha berpikir jika Zeus sudah keluar karena biasanya Zeus akan keluar jika dirinya mandi.


Agisha berjalan dengan santai menuju ruang ganti baju, tidak tau jika Zeus menatapnya lapar. Zeus pun ikut masuk ke dalam.


GREP


'Astaga!" pekik Agisha


'Kamu membuatku kaget!" omel Agisha


'Kamu sangat harum sayang, aku suka" bisik Zeus mengecup leher Agisha


'Dasar pria karatan, lepaskan dulu, aku mau pakai baju" Agisha mendorong Zeus tetapi Zeus menahannya


'Tidak mau" Zeus semakin erat memeluk Agisha


'Aku mencintaimu sayang" ungkapnya penuh perasaan


'Kamu mendengarku? Kubilang aku mencintaimu" ulangnya saat Agisha tidak meresponnya


'Lepas dulu" Agisha menepis tangan Zeus yang bersemayam melingkar di pinggangnya


'Biasanya Marylin akan membalas pelukanku" ujarnya membuat Agisha kesal


Mengapa selalu nama Marylin yang keluar dari mulut itu? Marylin dan Marylin, entah sehebat apa Marylin itu sehingga membuat Zeus terbayang-bayang pada Marylin.


'Kalau begitu peluk saja Marylin nya!" kata Agisha kesal menepis tangan Zeus


'Sayang" panggil Zeus tetapi Agisha menghiraukannya karena mood nya sudah rusak


'Mengapa kamu marah?" tanya Zeus kebingungan


Agisha tidak mengerti dengan Zeus, ini entah dirinya yang terlalu sensitif atau Zeus yang tidak peka, tetapi moodnya sudah rusak hanya karena nama Marylin.


'Siapa Marylin?" tanya Agisha pada akhirnya


'Kalau kamu benar-benar tidak bisa melupakan Marylin, nikahi saja! Pakai memper*kosa aku segala sampai bunting begini, aku itu belum menerima surat kelulusan tetapi sudah di bawa kabur ke negara ini!" amuk Agisha


'Buntingi saja Marylin supaya kalian bisa hidup bahagia, jangan membebani ku dengan membandingkannya dengan nama perempuan itu, aku tidak suka! Aku ya aku, Marylin ya Marylin!" omelnya sambil memakai bajunya


Zeus terdiam mendengarkan semua ocehan istrinya, sepertinya ada yang perlu di luruskan, kalau tidak Agisha akan terus berpikir macam-macam tentangnya.


'Marylin itu sudah tua sayang" ucapnya sambil menghela nafas berat


'Marylin juga sudah meninggal sejak lama, sejak aku kecil. Dia pelayan setia yang mengobarkan nyawanya demi aku" jelasnya sedih


'Maafkan aku yang membandingkan kamu dengannya, aku hanya butuh kamu perhatikan, jika tidak bisa membalas perasaanku setidaknya anggap aku ada sayang, aku tidak memaksamu" ucapnya keluar dari ruang ganti


Agisha terdiam, jadi selama ini orang yang di cemburui adalah wanita tua dan lebih tidak percaya Marylin sudah berbaring di tanah. Agisha merasa seperti orang tidak waras karena sudah cemburu pada orang yang salah.


Wajar saja Zeus mengelu-elukan nama Marylin, rupanya Marylin orang yang berjasa pada Zeus. Besar sekali pengorbanan Marylin sampai nyawanya melayang.


Agisha keluar dan mendapati Zeus yang fokus pada tabletnya, dengan pelan Agisha berjalan pelan menuju Zeus dan duduk di sampingnya.


'Maaf" ujar Agisha pelan


'Aku salah" ucapnya sambil menunduk


Zeus yang awalnya fokus kini beralih menatap Agisha yang dimatanya begitu mempesona. Zeus memeluk Agisha dengan mencium keningnya.


'Tidak apa-apa sayang, aku yang seharusnya minta maaf karena telah membandingkan kamu dengan Marylin" ucapnya


'Aku... Aku hanya cemburu saja" ucap Agisha gugup sontak Zeus melepaskan pelukannya dan menatap Agisha bertanya-tanya


'Jangan menatapku seperti itu" kata Agisha gugup


'Bisa kamu jelaskan kata-kata mu sayang?" pinta Zeus lembut


'Aku tidak mau berpikiran macam-macam jika kamu sudah mencintaiku" ucapnya pelan


'Aku memang benar-benar cinta padamu" ujar Agisha cepat kemudian menutup matanya menggunakan telapak tangannya


Zeus membeku, jantungnya berdetak tak karuan. Ada ribuan kupu-kupu beterbangan di dalam perutnya, apakah ini semua benar-benar kenyataan atau hanya mimpi? Itulah yang Zeus pikiran.


'Katakan sekali lagi sayang?" pinta Zeus memohon


'Tidak ada, aku mau makan" Agisha bangkit dari tempat duduk tetapi Zeus menahannya sehingga Agisha duduk di pangkuan Zeus


'Katakan sekali lagi sayang" pintanya


'Aku tidak mengatakan apa-apa" dusta Agisha malu


Agisha cukup malu jika mengulang kalimatnya, padahal hanya tinggal mengatakan 'Aku juga mencintaimu". Mengapa begitu sulit, seperti begitu sulit melupakan Reyhan baik ehh...


'Please sayang, aku mohon tolonggg ucapkan lagi, ku pikir telingaku sedikit bermasalah. Tadi aku mendengar kalau kamu mengatakan juga mencintai ku, apa itu benar?" tanya Zeus memastikan


'B..benar" cicit Agisha


'A..aku juga mencintaimu, aku tidak tau kapan rasa itu muncul tetapi saat kamu mengucapakan nama perempuan lain aku tidak suka" balas Agisha berani


Zeus diam dan Agisha juga terdiam, keduanya nampak seperti patung setelah Agisha mengutarakan isi hatinya.


🌾🌾🌾


riri-can