
Tuan Arkam nampak rapi dengan setelan jas formal berwarna hitam begitu juga dengan nyonya Anneta yang begitu cantik dengan balutan gaun berwarna putih gading.
'Apa anak-anak sudah selesai ma?" tanya tuan Arkam
'Sepertinya sudah pa, sebaiknya kita berangkat takutnya semuanya sudah berkumpul hanya kita yang belum datang" ucap nyonya Anneta mengambil tas branded nya
Nyonya Anneta dan tuan Arkam bergandengan tangan saat keluar dari kamar, meskipun usia mereka sudah tidak muda lagi tetapi masih nampak romantis, apalagi setelah kedekatan nyonya Anneta dengan Agisha membuat tuan Arkam semakin jatuh cinta pada istrinya.
'Apa kalian sudah siap putri-putri papa yang paling berharga?" tanya tuan Arkam bergurau
'Oh ayolah pa, aku sudah besar. Apa panggilan itu masih pantas" protes Issabella kesal
Issabella mengenakan gaus berwarna navy dengan kerah sabrina, berbeda dengan Agisha yang mengenakan gaus polos berwarna putih gading juga seperti nyonya Anneta.
'Mengapa, padahal papa suka dengan kata-kata itu" kekeh tuan Arkam mengelus rambut coklat Issabella
'Papa ih, nanti rusak" ucapnya menepis tangan tuan Arkam
'Baiklah, putri pertama papa nampaknya sudah dewasa tapi belum menemukan jodohnya" sindir tuan Arkam
'Mengapa papa suka sekali mengatakan soal jodoh, aku belum mau menikah" balas Issabella cemberut
'Sudahlah pa, kamu ini suka sekali mengejek putrimu sendiri" lerai nyonya Anneta menghentikan pertikaian ayah dan anak itu
Agisha hanya diam memperhatikan sambil mengelus perutnya, sedangkan di tangannya terdapat sebuah cemilan khusus ibu hamil.
'Putri kecil papa apa belum kenyang, nanti kita juga makan lho disana" tuan Arkam menatap perut Agisha yang nampak tertekan dengan bajunya
'Apa kamu yakin mengenakan baju itu sayang?" tanya tuan Arkam ragu
Nyonya Anneta dan Issabella menatap gaun Agisha, sebenarnya biasa saja tetapi jika diperhatikan lebih jelas Agisha tidak bisa bergerak bebas.
'Memangnya kenapa dengan gaunnya pa, itu bagus untuknya" Issabella mengeluarkan pendapatnya
Issabella merasa jika gaun itu cocok dikenakan Agisha, apalagi gaun itu pilihannya sendiri. Tadi saat Agisha kebingungan mau mengenakan pakaian apa dengan cepat Issabella memberikan salah satu gaunnya, bukankah sekarang mereka dekat?.
'Papa tidak bertanya padamu kak, papa bertanya pada adikmu" ucap tuan Arkam
'Papa ihh... Itu gaun pilihanku tau, menurutku Agisha cocok mengenakan gaun itu" Issabella menggerutu karena gaun rekomendasi dikomentari oleh papanya sendiri
'Gaunnya bagus kok pa, hanya saja sedikit kekecilan di perutku" cicit Agisha membuat Issabella melotot
'Mengapa tidak mengatakan itu padaku sebelumnya Agisha, ckck membuat ku malu saja di depan papa" omel Issabella
'Aku senang gaunnya pilihan kakak" balas Agisha merasa tidak enak
'Sudahlah, masih ada waktu untuk mengganti gaunnya sayang. Pergilah ganti" nyonya Anneta melerai kedua putrinya
'Agis tidak memiliki gaun formal ma" ucap Agisha takut
'Apa kamu memiliki gaun yang cocok untuk adikmu?" tanya nyonya Anneta
Jika untuk membeli gaun sekarang tidak akan cukup waktu, terlebih keluar besar nyonya Anneta sudah menunggu di sebuah restoran yang akan menjadi tempat temu mereka.
'Entahlah ma, kamu ikut denganku" ajak Issabella menarik tangan Agisha
Tuan Arkam dan nyonya Anneta menatap keduanya sambil tersenyum kecil.
'Jika mereka akur seperti ini rasanya dunia papa jauh lebih baik" ucap tuan Arkam
'Papa benar, maafkan mama yang tidak becus menjadi seorang ibu pa" sesal nyonya Anneta
'Sudahlah ma, semua sudah berlalu. Tidak baik mengungkit masa lalu seseorang, sekarang waktunya kita menikmati kehidupan keluarga harmonis" tuan Arkam membawa nyonya Anneta ke dalam dekapannya
'Sepertinya ini cocok untukmu" Issabella memberikan gaun berwarna hitam pada Agisha
'Apa kakak yakin dengan ini?" tanya Agisha ragu
'Entahlah, biasnya warna hitam identik untuk acara formal, tetapi gaunnya kepanjangan untuk mu. Kita cari yang lain saja" Issabella fokus mencari gaun untuk Agisha
Agisha pun tersenyum senang dan tanpa ba-bi-bu Agisha memeluk Issabella dari belakang, sontak Issabella terkejut tetapi dia juga tidak mau melepaskan pelukan Agisha.
'Agis senang jika kakak seperti ini" bisik Agisha membuat Issabella meneteskan air matanya
Issabella merasa jika Agisha adalah orang terbaik, padahal sejak dulu dirinya sering membuat Agisha sedih dengan perbuatan dan kata-katanya, bagaimana dirinya bisa membalas perbuatan jahatnya itu.
'Lepas dulu ih, nanti kita telat. Kapan-kapan saja peluk-pelukannya" kata Issabella setelah mendapatkan gaun berwarna putih gading seperti gaun di awal
'Nah, cobalah gaun ini" Issabella menyodorkan pada Agisha
Agisha pun menerimanya dan berjalan menuju ruang ganti yang berada di walk in closet milik Issabella.
'Apa cocok?" tanya Agisha
'Cocok, hanya saja sebaiknya rambutmu di gulung saja" Issabella pun menggulung rambut Agisha dan menghiasnya dengan sebuah jepitan berwarna pink soft
'Nah, ini sangat cocok untukmu. Ayo kita berangkat" Issabella menyodorkan tangannya dan Agisha menyambutnya
Keduanya pun turun dari lantai atas menuju ruan santai yang terdapat nyonya Anneta dan tuan Arkam.
'Kami sudah selesai pa" ucap Issabella
'Baiklah, mari kita pergi" ajak tuan Arkam
Kali ini tuan Arkam akan mengemudikan mobilnya sendiri, karena dia ingin menghabiskan waktu bersama keluarganya setelah pulang dari acara keluarga besar itu nantinya.
Keempatnya berhenti di depan sebuah restoran elit, tuan Arkam pun berjalan terlebih dahulu dan di sampingnya ada nyonya Anneta sedangkan di belakang ada Issabella dan Agisha.
Saat pintu terbuka terdapat tiga belas orang di dalam ruangan tertutup itu, semuanya menggunakan pakaian dan barang-barang branded.
'Akhirnya kalian datang juga" ucap seorang wanita tua yang tidak lain adalah ibunya nyonya Anneta
'Selamat malam ibu" sapa tuan Arkam sopan pada ibu mertuanya
'Malam juga, silahkan kalian duduk. Sebentar lagi makan malamnya akan segera dimulai" ujar ibu nyonya Anneta bernama nenek Camilla
Mereka semuanya pun makan dengan diam, berbeda dengan Agisha yang sedikitpun tidak menyentuh makanannya.
'Mengapa tidak makan, apa makanannya tidak menarik seleramu?" tanya perempuan bernama Nayla dan perempuan itu merupakan kakak nyonya Anneta
'Bukan begitu bibi, Agis kekenyangan tadi karena kebanyakan ngemil" sahut Agisha ramah
Bibinya itu cukup lumayan deket dengannya, dan di dalam keluarga nyonya Anneta ada beberapa orang yang menatapnya rendah seperti gadis cantik di dekat neneknya, gadis itu bernama Shavira dan kini tengah kuliah di Amsterdam semester 2.
'Wajar saja Agisha tidak makan dan kekenyangan kak, sekarang dia lebih banyak makan. Maklum saja dia tengah mengandung" jelas nyonya Anneta membuat semuanya kaget
Selama ini nyonya Anneta dan tuan Arkam memang menutupi pernikahan Agisha dengan Zeus. Mereka melakukan ini untuk menutupi kejadian yang sudah terjadi.
'APA?!" teriak semuanya
Tuan Arkam dan nyonya Anneta bersiap menerima banyak pertanyaan dari keluarga mereka ini dan mereka sudah memprediksi sebelumnya.
🌾🌾🌾
riri-can