MARRIED BY ACCIDENT WITH MAFIA

MARRIED BY ACCIDENT WITH MAFIA
Ruangan Aneh



Agisha menatap cemas bocah berusia 5 tahun yang sampai sekarang belum membuka matanya.


CEKLEK


'Sayanggg" panggil Zeus lega saat menemukan istrinya berada di kamar yang ditempati Leon


'Ini sudah jam 11 malam, aku mencarimu kemana-mana. Sebaiknya kita tidur" ajak Zeus tetapi Agisha menolak


'Aku tidak mau tidur, lihatlah. sampai sekarang Leon belum membuka matanya, aku khawatir" kata Agisha


Zeus menggelengkan kepalanya melihat tingkah ajaib istrinya, padahal Leon hanya beristirahat saja setelah selesai makan malam. Leon sudah sadar setelah diperiksa oleh dokter Emir tetapi setelah makan malam Leon diberikan obat tidur untuk proses penyembuhannya.


'Leon butuh istirahat sayang, jangan mengganggunya" kata Zeus tersenyum kecil


'Kamu sangat cerewet, aku mau tidur bareng Leon!" ucap Agisha kesal


'Sayang" panggil Zeus tidak percaya


'Tidur bareng atau kita buat baby yang baru?!" tanya Zeus mengancam membuat Agisha kesal


'Baiklah, tidur" Agisha mengalah dan berjalan keluar dengan jalan mencak-mencak


Zeus mengikuti langkah Agisha dari belakang, matanya menelisik setiap sudut yang terpasang cctv tersembunyi, Agisha mungkin tidak akan mengetahui cctv itu.


BRAK


Shisha membanting pintu kamar kemudian membaringkan tubuhnya ke atas tempat tidur, Zeus hanya bisa menggelengkan kepalanya. Zeus baru mengetahui istrinya begitu keras kepala, tidak jauh berbeda dengan tuan Arkam. Like rather like daughter, kata itu cocok untuk keduanya.


Zeus ikut membaringkan tubuhnya kemudian memeluk Agisha dari belakang yang sedikitpun tidak mau menatapnya, hukuman apa yang cocok untuk istri kecilnya ini?.


'Aku tidak suka didiamkan seperti ini sayang" ujar Zeus dengan nada suara menahan rasa kesal


'Agisha" panggil Zeus


'Apaan sih, jangan ganggu aku!" ucap Agisha acuh


'Berani menaikkan intonasi suara mu padaku?!" tanya Zeus dengan suara tone nya membuat Agisha bergidik


Agisha pun membalikkan badannya, tidak berani menatap Zeus yang menatapnya tajam.


'Jangan membuatku mengulang kata-kata, kamu dengar itu sayang?" tanya Zeus memeluk Agisha erat


'A...aku t..tidak bisa bernafas" Agisha mendorong tubuh Zeus tetapi Zeus malah memeluknya erat


'Zeus" panggil Agisha pelan


'Panggil namaku yang benar!" ucap Zeus tegas


'Bukannya nama mu Zeus? Jadi apa yang salah?" tanya Agisha kebingungan


'Zach, panggil aku ZACH! Ingat itu" ujar Zeus sambil mengecup rambut Agisha


'Tapi aku masih marah padamu Mr. Haurand!" kesal Agisha menggigit da*da Zeus kuat


'Sekarang kamu berani membantahku Mrs. Haurand, terima ini" Zeus mendorong tubuh Agisha dan membalas menggigit leher Agisha


'AAAAA.... SAKIT!" teriak Agisha menjauhkan kepala Zeus dari lehernya


'Mengapa kamu menggigit ku HAH!" Agisha menatap Zeus dengan wajah memerah


'Apa itu salah? Kamu juga menggigitku jadi apa salahnya jika aku membalas" ujar Zeus dengan wajah tidak berdosa


'Tapi kan aku menggigit dengan pelan" cicit Agisha


'Aku juga menggigit dengan pelan sayang" balas Zeus membuat Agisha kesal


'Menyebalkan! Aku membenci mu!" ucap Agisha turun dari ranjang dan berlari keluar dari kamar


Zeus tertawa kecil melihat tingkah laku istrinya, sepertinya sekarang dirinya punya kesenangan dengan membuat istrinya kesal.


'Kurasa aku akan bertambah muda" kekehnya bangkit dari tempat tidur menyusul istrinya


Di belakang rumah Agisha mencari tempat sembunyi dari kejaran Zeus, hatinya gondok dengan tingkah menyebabkan suaminya itu.


'Menyebalkan, kapan aku bisa membalas pria tua itu!" ucapnya kesal


'Ah iya aku ingat jika suamiku pengusaha, wajar saja punya banyak penjaga" jawabnya


Agisha terus melangkah hingga Agisha melihat sebuah pintu berwarna merah di lorong setelah melewati pohon anggur yang lebat, Agisha baru kali ini berjalan ke daerah timur karena sebelumnya dia hanya pergi ke arah barat saja.


'Aku baru tau ada rumah kecil disini" ucapnya memutar knop pintu


CEKLEK


Saat pintu terbuka terdapat hawa yang tajam membuat Agisha bergidik, bahkan ruangan itu terasa pengap. Agisha ragu untuk masuk.


'Ini ruangan apa?" tanyanya melihat sekeliling yang terlihat sepi


Bahkan tidak ada penjaga membuatnya ragu untuk masuk ke dalam ruangan itu.


Agisha mencoba untuk berani masuk ke dalam tetapi baru melangkah sebentar sudah tercium aroma busuk yang menusuk ke dalam hidungnya membuatnya memilih untuk keluar.


'HUEEKKKK..."


'Itu ruangan apa? Aroma bangkai yang menyengat hueekkk" Agisha muntah karena merasa jika bau busuk itu masih tercium di rongga hidungnya


GREP


Agisha kaget saat seseorang menarik tangannya dan menariknya keluar dari pohon anggur yang menjuntai itu.


'Ze... Zach" panggilnya setelah mengetahui siapa yang menariknya


Tetapi Zeus tidak menggubrisnya bahkan terlihat urat-urat di wajah dan lehernya membuat Agisha bergidik ngeri.


BRAK


Zeus membanting pintu dan mendorong tubuh Agisha ke atas tempat tidur, sontak Agisha kaget untung saja perutnya tidak terasa sakit.


'Kamu apa-apaan sih?" tanya Agisha kesal


'Aku sudah memperingati mu untuk tidak sembarangan pergi ke arah timur!" amuk Zeus


'Maksudnya apa?" tanya Agisha tidak mengerti


'Kamu tau ruangan yang baru saja ingin kamu masuki itu?" tanya Zeus menurunkan intonasi suaranya


'Tidak, memangnya itu ruangan apa?" tanya Agisha menggelengkan kepalanya


Zeus menatap tajam Agisha tetapi tidak lama kemudian Zeus menghela nafas panjang.


'Ruangan itu berisi hewan-hewan buas sayang, kenapa kaki kecilmu itu suka sekali melangkah jauh. Apa perlu aku mematahkannya?!" tanya Zeus lembut tetapi terdapat nada mengancam


'A..aku kan tidak t..tau" jawab Agisha bergidik


Pantas saja tadi tercium bau busuk dan hawa mencekam di ruangan itu, ternyata itu tempat hewan-hewan buas.


'Makanya turuti saja perkataan ku, jangan membantah. Untung saja hewannya tidak keluar tadi" balas Zeus dan Agisha mengangguk polos


'Baik aku akan menurut" balas Agisha menunduk sambil memilin-milin bajunya


Zeus menatap istrinya dengan tatapan tajam, jantungnya masih berdetak kencang karena takut jika Agisha masuk lebih dalam.


Ruangan itu adalah ruangan merah dimana dirinya menghabisi nyawa musuhnya, memang di ruangan itu terdapat beberapa hewan buas yang tugas kan untuk memakan mayat musuhnya, jika sedikit lagi saja Agisha masuk ke dalam maka dirinya akan kaget melihat beberapa mayat yang bergelantungan dan membusuk, Zeus hanya khawatir jika istrinya membencinya karena dirinya adalah seorang mafia dan seorang pembunuh, Zeus tidak akan sanggup jika Agisha meninggalkannya.


'Kemari" panggil Zeus dan Agisha pun menurut dengan mendatangi Zeus


GREP


Zeus memeluk Agisha erat dan mencium kening serta ubun-ubun Agisha, dia takut jika Agisha membencinya.


'Jangan membuatku khawatir sayang, menurutlah jika kamu ingin tetap aman" ucap Zeus dan Agisha mengangguk dalam dekapan Zeus


Zeus memikirkan untuk mencari tempat penyiksaan baru, jika istrinya kepo kembali bisa saja Agisha akan melihat kekejamannya itu, nanti dia akan menyuruh Daxon mencari markas penyiksaan yang baru supaya Agisha leluasa berjalan kesana kemari.


🌾🌾🌾


riri-can