MARRIED BY ACCIDENT WITH MAFIA

MARRIED BY ACCIDENT WITH MAFIA
Ngidam



Akhirnya penjualan soto itu pun memenuhi keinginan keluarga kaya di depannya, bagaimana bisa pria dengan wajah lembut itu mengancamnya akan merobohkan tempat dirinya mengais rezeki, sungguh tidak beradab sekali.


'Apa masih kurang?" tanya tuan Arkam menikmati momen saat Agisha menikmati makan sotonya


'Memangnya boleh?" tanya Agisha berbinar


'Boleh sayang, apapun untuk putri papa" tuan Arkam mengelus rambut Agisha


'Ehemm!" dehem Daxon membuat tuan Arkam menggeram padanya


'Tuan dilarang menyentuh nyonya" ujar Daxon tidak masuk akal


Larangan macam apa itu? Apa salah seorang ayah menyentuh dan menyayangi putrinya sendiri? Sepertinya Daxon memang butuh pelajaran darinya, tetapi melihat Zeus yang memiliki kekuasaan besar membuatnya diam.


'Putriku manis sekali" tantang tuan Arkam


'Saya sudah merekamnya tuan" ucap Daxon serius


Tuan Arkam yang merasa kesal berdiri dan menghampiri Daxon, kemudian membawanya ke belakang tempat penjual soto itu menenangkan dirinya dari orang-orang berkuasa di dalam warungnya.


Bug


Satu Bogeman mendarat di pipi Daxon, sedari tadi tuan Arkam sudah setengah mati untuk tidak memberikan pelajaran pada Daxon yang suka mengadu dan menguping.


'Sekalian katakan pada pria jelek itu, saya akan menikahkan putri saya pada pria baik-baik. Bukan pada penjahat seperti kalian!" amuk tuan Arkam


Sedangkan penjual soto itu gemetaran melihat kedua orang yang bersitegang di depannya, padahal baru saja dirinya merasa sedikit tenang.


'Nuwun sewu, iki dudu papan kanggo gelut. ayo lunga, aku wedi" (Maaf tuan-tuan, ini tempat bukan untuk berantem. Silahkan pergi, saya takut) ujar penjual soto itu gemetaran


Sontak tuan Arkam dan Daxon menatap penjual soto itu kebingungan, jujur saja mereka tidak mengerti apa yang pria itu katakan. Tetapi melihat dari raut wajahnya sepertinya pria itu takut pada mereka.


"I'll teach you a lesson!" (Akan kuberi pelajaran untukmu) ancam tuan Daxon memilih pergi


Daxon pun pergi menyusul tuan Arkam menuju depan dimana semuanya tengah makan.


'Duh Gusti, apa salahku nganti diwenehi cobaan kaya ngene iki?" (Ya Tuhan, apa salahku sehingga diberikan cobaan seperti ini) ucapnya sambil mengelus dada


Akhirnya Agisha pun kekenyangan setelah menghabiskan 2 mangkuk besar soto panas yang terasa enak di lidahnya.


'Agis kenyang huh" Agisha merasa perutnya terasa penuh bahkan untuk bergerak saja dia kesulitan


'Sebaiknya kita pulang pa, kasihan Agis sama Ibel sepertinya kekenyangan" ujar nyonya Anneta menatap kedua putrinya yang kekenyangan


Tadinya Issabella tidak mau mencoba soto itu dengan alasan tidak higienis tetapi saat melihat Agisha yang makan begitu lahap membuatnya ingin mencobanya juga, alhasil dia menghabiskan tiga mangkuk.


'Untuk malam ini aku tidak perduli soal lemak" ucap Issabella sedih


'Baiklah ma, kalian duluan saja ke mobil. Papa mau bayar dulu" ucap tuan Arkam menghampiri penjual soto yang kini terkejut dengan kedatangannya


'Duh Gusti, aku ora bisa tenang. Kok senengane gawe kaget" (Ya Tuhan, aku tidak bisa tenang. Mengapa mereka suka membuat kaget) guman penjual itu


'Berapa harga sotonya pak?" tanya tuan Arkam sopan dan ramah membuat penjual soto itu kembali takut


'Apa aku arep mati? Kok ndadak apik iki" (Apa saya akan mati? Kok tiba-tiba baik) batin penjual itu


'Pak" sapa tuan Arkam menyadarkan penjual soto itu


'Harganya seratus ribu saja tuan" sahut penjual itu


Tuan Arkam pun mengeluarkan dompetnya dan memberikan semua uang cash nya sebanyak tujuh lembar uang berwarna merah.


'Ini pak, mohon diterima" ucap tuan Arkam menyerahkan uangnya


'Ini kebanyakan tuan, harganya seratus ribu saja" kata penjual soto itu gemetaran


'I...ini uang halal kan tuan, maaf jika saya bertanya seperti ini, saya hanya takut tuan" kata penjual soto itu ragu


'Bapak tenang saja, ini uang halal. Mohon diterima" tuan Arkam pun tersenyum saat penjual itu menerima uangnya


'Terimakasih sekali lagi pak, saya permisi" tuan Arkam pun pergi menuju mobilnya


Tidak lama kemudian setelah tuan Arkam pergi tiba-tiba Daxon datang menghampiri penjual soto itu.


'Astagfirullah, kaget saya den" penjual itu mengelus dadanya


Penjual soto itu nampaknya lebih takut pada Daxon yang menculiknya dari rumahnya, bahkan pintu rumahnya rusak akibat di tendang dari luar, suara tangisan keluarganya pun terdengar saat proses dirinya di culik. Sungguh pengalaman yang sulit dilupakan.


'Ini bayaran karena sudah membuat nyonya saya kenyang" Daxon menyerahkan sebuah amplop coklat berisi uang


'Mohon diterima, untuk kerusakan pintu sudah diganti jadi tenang saja. Saya permisi" pamit Daxon meninggalkan penjual soto itu yang kebingungan


Saat amplop coklat itu terbuka memperlihatkan uang berwarna merah muda yang begitu banyak, bahkan penjual soto itu keheranan melihat banyaknya uang yang berada di tangannya.


'Ya Tuhan, sepertinya saya sudah di surga" ucapnya pelan dan tidak lama kemudian tubuhnya jatuh pingsan karena masih terkejut


Tuan Arkam pun menjalankan mobilnya untuk pulang, malam ini mereka merasa lelah setelah berdebat dan saling menjatuhkan di acara pertemuan keluarga tadi.


'Kalian langsung istirahat yaa... Papa sama Mama juga mau istirahat" ucap tuan Arkam menggandeng tangan istrinya menuju kamar mereka


'Mama sama papa romantis ya kak" kagum Agisha menatap kepergian kedua orangtuanya


'Dasar bocah, jangan berpikir yang tidak-tidak. sebaiknya kamu juga tidur" ajak Issabella


sesampainya di dalam kamar Agisha kini merasa kesepian, biasanya ada Zeus yang menemaninya hingga dirinya tertidur, tetapi pastinya Zeus juga sibuk di negara Italia.


'Sabar ya sayang, nanti daddy juga datang kemari kok" Agisha pun mulai membersihkan tubuhnya setelah itu dirinya tidur


Di tengah malam Agisha terbangun karena merasa lapar, padahal tadi saat makan malam dirinya banyak memakan soto, tetapi nampaknya soto itu tidak bekerja di dalam perutnya.


Agisha pun keluar kamar menuju dapur, suasana rumah yang sepi membuat Agisha takut, padahal dia sudah terbiasa saat tinggal di mansion Zeus tetapi mengapa kali ini dia tidak berani?.


Tok


Tok


Tok


Agisha mengetuk pintu kamar kedua orangtuanya, dia lebih memilih cari aman daripada dirinya ketakutan saat menuju lantai bawah.


Tidak lama kemudian terlihat nyonya Anneta membuka pintu, nampaknya nyonya Anneta baru bangun tidur.


'Eh Agis? ada apa sayang?" tanya nyonya Anneta bingung


'Agis pengen makan Croffle ma" ucap Agisha sedih


'Jam segini sayang?" tanya nyonya Anneta


'Iya, Agis pengen makan itu" ucap Agisha kini menampilkan wajah sedihnya


'Baiklah sayang, tunggu sebentar yaa. Mama bangunkan papa dulu" ujar nyonya Anneta masuk ke dalam kamar


Tidak lama kemudian terlihat tuan Arkam berjalan cepat ke arah Agisha, tidurnya yang nyenyak terganggu saat dibangunkan istrinya dan mengatakan jika Agisha ngidam lagi, tuan Arkam tau bagaimana kondisi Agisha sekarang, dulu nyonya Anneta juga begitu saat masih hamil kedua putrinya.


🌾🌾🌾


riri-can