MARRIED BY ACCIDENT WITH MAFIA

MARRIED BY ACCIDENT WITH MAFIA
Hak Suami



Agisha menatap Zeus dengan tatapan sendu, wajah Zeus memang kategori idaman para wanita, dengan tubuh yang terbentuk sempurna membuat siapapun akan tergoda saat melihatnya, Agisha sudah lama mengidamkan pria seperti Zeus, biasanya dia hanya bisa melihat dari novel atau majalah saja, sekarang dia malah menganggurkan pria sempurna dihadapannya.


'Ada apa sayang? Mengapa menatapku seperti itu?" tanya Zeus mengelus perut buncit Agisha


'Aku hanya berpikir jika aku terlalu mengabaikan nikmat Tuhan" ucapnya pelan


'Maksudnya apa sayang?" tanya Zeus tidak paham


Kata-kata istrinya terlalu sulit untuk dirinya pahami, atau dirinya terlalu bo*doh untuk memahaminya? Entahlah Zeus tidak tau.


'Lupakan saja, ada yang ingin aku tanyakan padamu" ucap Agisha serius


'Ada apa hemm? Kenapa belum tidur juga?" Zeus memeluk Agisha dan mencium pipi serta kening Agisha


'Apa kamu selingkuh?" tanya Agisha polos


Zeus terdiam? Apa dirinya tidak salah dengar? Apa dirinya terlihat seperti pria yang suka selingkuh? Terkadang pertanyaan istrinya itu membuatnya terbengong-bengong, andai Agisha tau seberapa besar perasaan cintanya itu pasti Agisha tidak akan berani bertanya seperti itu, tetapi Zeus sadar orang di depannya adalah berjenis kelamin perempuan dan tentunya maka akan banyak pertanyaan yang keluar dari mulutnya, sekalipun itu dirinya sudah tau jawabannya. Perempuan itu rumit, itulah pandangan Zeus.


'Apa tidak ada pertanyaan lain Mrs. Haurand?" tanya Zeus lembut


'Jawab saja, kamu selingkuh kan? Kamu sudah tidak mencintaiku lagi karena sekarang aku gembrot dan banyak lemak, bener kan?" tanya Agisha menggebu-gebu


'Kita sudah pernah membahas ini my love, dan jawabanku tetapi seperti itu" balas Zeus menggelengkan kepalanya


'Apa susahnya sih tinggal jawab doang, kamu sering keluar kota untuk menemui selingkuhan mu kan? Di film biasanya seperti itu. Si suami sering keluar kota dengan alasan pekerjaan tetapi malah menemui selingkuhnya" ujar Agisha cemberut


'Sejak kapan istriku suka menonton sinetron hmm?" tanya Zeus tertawa kecil


'Aku hanya mencintaimu sayang, apa perlu kamu merantai kakiku supaya aku tidak pergi?" tanya Zeus meyakinkan Agisha


Agisha dalam mode sensitif, sekali senggol saja maka akan fatal akibatnya, sudah Zeus katakan wanita adalah makhluk yang paling ribet dan sensitif, tetapi tetap saja Zeus mencintai wanita di depannya ini.


'Tetapi kenapa kamu tidak mencium ku? Di film jika suaminya pulang kerja maka dia akan mencium istrinya, kamu ga suka ya cium aku? Apa karena aku bau makanya kamu ga tertarik?" tanya Agisha memastikan


Cup


Cup


Cup


Cup


Zeus menciumi seluruh wajah Agisha mulai dari pipi, kening, hidung dan terakhir bibirnya. Hanya mengecupnya karena takut kebablasan, istrinya masih berobat dan Zeus takut trauma Agisha kambuh.


'Hanya segitu? Kok kamu ga minta jatah kamu?" tanya Agisha malu-malu


'Maksudnya apa sayang? Aku sudah mengambil jatahku dengan mencium mu" balas Zeus membuka jas kerjanya dan melemparkannya ke sembarang tempat


'Umm... Itu, kamu...


Agisha tidak melanjutkan kata-katanya, ada perasaan ragu dalam hatinya saat mengatakan hal itu, tetapi dia juga takut jika Zeus selingkuh darinya. Sedangkan Zeus mengerutkan keningnya menunggu sambungan kata istrinya.


'Ada apa sayang?" tanya Zeus tidak sabar


'Kata dokter Roxie kita harus melakukanya" cicit Agisha menjual nama dokter Roxie karena dirinya malu untuk jujur


'Dokter Roxie? Apa yang dia katakan? Sebentar aku akan bertanya padanya" Zeus mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi dokter Roxie tetapi Agisha langsung menarik ponsel Zeus


'Ada apa sayang? Kemarikan ponselnya, aku ingin menghubungi dokter Roxie" ucap Zeus


'Jangan menghubunginya" kata Agisha cepat


'Mengapa?" tanya Zeus bingung


Zeus mengerutkan keningnya, istrinya tidak pandai dalam berbohong. Lihatlah wajahnya yang memerah saat berbohong juga matanya yang jelalatan karena tidak berani menatapnya.


'Baiklah sayang, anggap saja alasanmu itu benar" ucap Zeus tertawa renyah


'Aku tidak bohong tau!" kesal Agisha


'Aku tidak mengatakan jika kamu berbohong sayang, jadi katakan yang sebenarnya. Mengapa aku tidak boleh menghubungi dokter Roxie?" tanya Zeus lembut


'Tidak ada, jadi...." Agisha menggantungkan kata-katanya dan menatap Zeus ragu


'Jadiiii....?" tanya Zeus tidak sabaran


'Itu... Ummm... Kamu tidak mau melakukannya dengan ku?" tanya Agisha malu


Agisha menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya, dia begitu malu. Apa dirinya terlalu ganas dan tidak sabaran sebagai seorang istri? Tetapi bukankah wajar saja jika dirinya meminta duluan? Entahlah, Agisha bingung mau ditaro dimana wajahnya sekarang.


Zeus menatap Agisha dengan tatapan bingung hingga detik kemudian dia sadar arah pembicaraan istrinya. Senyumnya mengembang melihat Agisha yang masih menutup wajahnya.


'Honey, look at me" (Sayang, tatap aku) pinta Zeus


Agisha membuka kedua tangannya dan menatap Zeus ragu, mata mereka bertemu hingga tidak lama kemudian Zeus tersenyum hangat pada dirinya.


'I don't know what makes you think like this, but believe me I love you so much to my bones" (Aku tidak tau apa yang membuat mu berpikir seperti ini, tetapi percayalah aku begitu mencintaimu sampai ke tulang-tulang ku) ujar Zeus


Cup


'Don't push yourself my love, I'll wait until you're ready" ( Jangan memaksakan diri sayangku, aku akan menunggu sampai kamu siap) ucap Zeus menenangkan Agisha


'Tapi aku sudah siap" balas Agisha serius


'Jangan membual sayang, sebaiknya kita tidur okay" ujar Zeus


'Aku serius, aku ingin melakukannya" jawab Agisha pelan sambil menggi*git bibirnya


Zeus menatap mata Agisha dengan tatapan lembut dan dia tidak melihat keraguan di mata itu, apa sekarang sudah waktunya dia mendapatkan hak nya sebagai seorang suami? Bolehkah dirinya bahagia sekarang?.


'Baiklah sayang, aku meminta hak ku sebagai suami mu. Apakah boleh?" tanya Zeus pelan


Agisha mengangguk polos membuat Zeus tersenyum hangat, air matanya mengalir melihat wajah ikhlas Agisha, tidak ada raut takut ataupun keraguan dalam wajah itu.


'Baiklah, aku mulai" Zeus memeluk Agisha erat dan memberinya ciuman-ciuman kecil di seluruh wajah Agisha hingga sampai pada bibir merah Agisha


Zeus memperdalam ciumannya hingga lidah mereka bertemu, Agisha awalnya kaget karena jujur saja dia tidak berpengalaman. Hanya melihatnya saja di Drakor, wajar saja dirinya noob dalam berciuman.


Zeus melepaskan ciumannya pada Agisha saat merasa Agisha kekurangan oksigen, Zeus tersenyum hangat. Ternyata benar istrinya tidak takut dengan sentuhannya.


'Rilex sayang, jangan tegang seperti ini okay" ucap Zeus menenangkan Agisha yang masih ngos-ngosan


'Kamu sih menci....


Cup


Zeus kembali membungkam mulut Agisha dengan sebuah ciuman, dan kali ini ciumannya menuntut bahkan Zeus mengelus-elus punggung Agisha.


Tubuh Agisha bergetar mendapatkan sentuhan dari Zeus, ada perasaan was-was dalam dirinya tetapi Agisha kembali di sadarkan jika orang yang menyentuhnya adalah suaminya sendiri, Agisha harus menerimanya dan menikmatinya, dia tidak boleh egois sebagai seorang istri.


🌾🌾🌾


Apakah kalian sudah siap dengan part selanjutnya? silahkan sediakan suami kalian disamping kalian HAHAHAHA. Ups... jangan hujat author yaa


riri-can