
Zeus pria berusia 35 tahun, usia yang sudah sangat matang dalam menjalani yang namanya berumah tangga. Meskipun dirinya masih banyak kekurangan tetapi dia akan memberikan apapun untuk kesenangan istrinya.
Sejak pengakuan cinta Agisha yang mendadak membalas perasaannya maka Zeus menaruh hatinya sepenuhnya pada Agisha.
Agisha merupakan sumber kekuatannya, Agisha segalanya baginya. Katakan jika dirinya lebay menjadi seorang pria yang bucin parah pada sang istri, tetapi itu hanya berlaku jika mereka berdua saja, Zeus tidak memperlihatkan Kebucinannya pada Agisha jika di luar rumah. Zeus takut ada musuh yang memata-matai mereka dan berimbas pada keselamatan Agisha.
'Sayang" panggil Zeus lembut pada Agisha yang baru selesai mandi
Agisha mengabaikannya, hari ini dia lelah dengan semua tingkah laku Zeus yang terus menempel padanya. Seharusnya dia tidak mengungkapkan perasaan cintanya itu supaya Zeus tau batasan, jika sudah seperti ini apa yang akan dirinya perbuat.
'Hai baby, apa kamu baik-baik saja di dalam sana? Daddy menunggumu disini" Zeus menurunkan badannya sehingga kepalanya berhadapan langsung dengan perut buncit Agisha
'Hi may daddy, tunggu aku keluar yaa" balas Agisha menirukan suara anak kecil
'Jangan bersuara seperti itu sayang, kamu membuatku tera*ngsang" frontal Zeus membuat Agisha terdiam
Memang hingga sampai sekarang mereka belum pernah melakukan hubungan suami istri kecuali saat dimana Zeus memper*kosa Agisha tepat di acara malam pertunangan Issabella dan Zeus.
'K..kamu jangan macam-macam" gugup Agisha melihat Zeus yang mengelus kakinya
'Memangnya aku kenapa hmm?" tanya Zeus dengan suara seraknya
SERRR
Darah Agisha berdesir mendengar suara serak Zeus, sebelumya Agisha suka sekali membaca dan mengoleksi beberapa novel erotis dan menyukai pria dengan badan berotot. Agisha tidak menyangka jika dia beneran menikah dengan pria yang sesuai dengan kriterianya, meskipun penyebab mereka menikah karena sebuah accident.
'Lepas" Agisha menepis tangan Zeus yang semakin naik ke atas
Zeus terkekeh melihat respon istrinya, baginya itu sungguh lucu. Apalagi saat wajah Agisha yang memerah karena malu. Zeus kerap kali mengejek Agisha dengan mengatakan 'Sampai kapan pun aku tidak akan menyukaimu", Zeus mengucapkan itu membuat Agisha kesal karena merasa jika Zeus mengejeknya.
'Memangnya aku kenapa hmm?" tanya Zeus bangkit dan menatap wajah Agisha
Cup
Cup
Cup
'Aku mencintaimu sayang" ungkap Zeus lembut sedangkan Agisha memilih diam
'Tidak mau membalasnya sayang?" tanya Zeus menaikkan sebelah alisnya
'A..aku j..juga mencintai kamu" balas Agisha gugup
'Aku lebih mencintaimu" Zeus memeluk Agisha lama
'Tuan, jika memelukku seperti ini akan membuatku susah bernafas" keluh Agisha malas
'Maafkan aku sayang, habisnya tubuhmu memintaku untuk memeluknya" ujar Zeus
Agisha memutar bola matanya malas, sejak kapan tubuhnya berkata seperti itu, Zeus saja yang berlebihan.
'Kamu sangat wangi, wewangian apa yang kamu gunakan hingga baumu membuatku candu?" tanya Zeus mencium leher Agisha dan kembali memeluknya
'Aku tidak menggunakan apapun tuan tampan, apa bisa kamu lepaskan pelukannya?" tanya Agisha dan Zeus menurut
Zeus pun berjalan menjauh sambil membelakangi Agisha yang memakai bajunya, Zeus takut jika dirinya kebablasan menyentuh Agisha lebih jauh. Zeus menghargai apapun yang Agisha inginkan, termasuk tidak memaksa Agisha untuk memenuhi kebutuhannya sebagai seorang istri.
'Sudah, aku sangat lapar" Agisha mengelus perutnya
'Baiklah mari kita sarapan" ajak Zeus menggandeng tangan Agisha
Keduanya berjalan menuju ruang makan, terlihat beberapa pelayan dan koki yang berbaris di depan sana. Agisha sudah mengatakan jika semuanya boleh pergi tetapi Zeus melarang semuanya pergi dengan alasan Agisha akan membutuhkan mereka.
'Mau makan apa sayang?" tanya Zeus lembut dan perhatian
'Ku pikir kamu terlalu berlebihan tuan, aku bisa mengambil makananku sendiri" ujar Agisha kesal
Agisha dulunya adalah gadis remaja yang suka membaca novel-novel berbaur mafia atau one night stand, di dalam novel menceritakan jika sang pria sungguh perhatian dan lembut. Di dunia nyata memang begitu, karena dirinya telah merasakan itu, bedanya dia menikah dengan seorang pria pebisnis dan tinggal di ujung hutan? Apakah ini wajar? Tentunya tidak, Agisha ternyata sedikit muak dengan perhatian dan kasih sayang Zeus, Zeus dan Zeus. Nama itu memenuhi isi kepalanya, Agisha berharap Zeus memberinya waktu untuk bernafas karena tampang Zeus membuatnya tidak bisa tidur di malam hari.
'Sayang" panggil Zeus menyadarkan Agisha dari lamunannya
'Eh iya" ringis Agisha
'Apa yang sedang kamu pikirkan? Kamu tidak membayangkan pria lain kan?" tanya Zeus ragu
Agisha tersenyum licik mendengar pertanyaan Zeus, senyum licik terbit di bibirnya, sesekali mengejai pria tampan di depannya tidaklah salah.
'Kamu benar, aku sedang memikirkan pria idamanku" ujar Agisha sombong
Mood Zeus langsung rusak, tadinya dia berharap jika Agisha akan membantah pernyataannya, apa Agisha tidak melihat kecemburuannya itu? Sungguh tega sekali.
'Siapa pria itu?!" tanya Zeus menahan rasa kesal di hatinya
'Cukup aku saja yang tau, kamu tidak perlu tau" balas Agisha ternyata mengejek Zeus
Zeus terdiam cukup lama dan kemudian menghela nafas panjang, Zeus akan terus bersabar hingga Agisha membuka hatinya sepenuhnya padanya.
'Makanlah sayang, kamu dan baby nya butuh nutrisi" kata Zeus menyodorkan ayam yang sudah di suir ke dalam piring Agisha
'Terimakasih tuan tampan" ujar Agisha tersenyum manis
Zeus tidak apa-apa, setidaknya Agisha sudah membalas perasaannya. Untuk cinta, nanti Agisha akan terbiasa dan menaruh cinta yang besar untuknya.
'Oh iya, kamu tau selama aku disini tidak pernah pakai ponsel, apa aku boleh meminta ponselku?" tanya Agisha
Memang benar sejak dirinya ikut Zeus ke rumah ini, sekalipun Agisha tidak pernah memakai ponselnya karena di tahan Zeus. Untuk berkomunikasi dengan kedua orangtuanya menggunakan ponsel Zeus, entah apa alasannya Zeus menyimpan ponselnya itu, padahal Agisha ingin menikmati novel miliknya di sana.
'Tidak boleh sayang" tolak Zeus
'Mengapa? Aku tidak mungkin selingkuh darimu, lagian di rumah ini banyak pria tampan. Kamu tau penjaga di dekat taman belakang itu sangat ganteng dan kelihatannya masih muda, siapa namanya?" tanya Agisha berbinar
Mengapa Agisha suka sekali membuatnya kesal, apa wajahnya tidak cukup memenuhi keinginan Agisha memiliki pasangan tampan? Padahal di luaran sana banyak wanita mengidamkan pasangan sepertinya. Agisha adalah wanita terunik menurutnya.
'Aku akan memecat penjaga itu, berani sekali menampakkan wajah jeleknya!" batin Zeus menahan rasa kesalnya
'Makan sayang, jangan ber-bi-ca-ra saat makan!" tekan Zeus membuat Agisha terdiam
Sepertinya Agisha sedikit sadar jika perbuatannya membuat Zeus kesal, lihatlah mata abu-abu itu sedari tadi menatapnya tajam.
🌾🌾🌾
riri-can