
"Saya baru aja dateng loh za, kok kamu malah ninggalin saya" tanya wi
"Tapi kan saya uda dari pagi mas, saya bukan maksud mau ninggalin mas tapi saya beneran mau pulang foto foto yang saya ambil juga uda cukup, lagian juga kaya nya kalo dua jam lagi saya di sini di jalan bakal ujan" jelas alza. Memang terlihat cuaca kembali memburuk tpi bukan berarti hujan, alza hanya mengira ngira jikamana ia masih akan disana terus maka hujan akan turun dan alza sangat sensitif ketika hujan turun.
Alza yang bersiap siap untuk turun ke bawah dan berpamitan terhadap wi itu pun justru malah salah fokus terhadap ekspresi wi, ekpresi wajah seperti yang tidak mau ditinggalkan? Entahlah wajah wihandra juniar basil itu sangat sangat berbeda dari biasanya, seperti anak kecil yang tidak dibelikan balon saja jika dapat digambarkan.
Baru saja alza mau bertanya dan membuka mulutnya eh malah di duluhi oleh pertanyaan wi "kamu kesini naik apa?" Tanya wi dengan sedikit sikap seperti anak kecil merajuk.
"Mobil, tapi mas. Mas gapapa? Kok saya kaya ngerasa bersalah ninggalin mas" jelas alza
"Emang harusnya kamu ngerasa bersalah! Kata kamu kan mau hujan saya cuma naik motor dari rumah, kamu tega ninggalin saya kehujanan naik motor?!" Jawab wi dengan sedikit nada marah nya kepada alza.
"Ya kan gak ada yang suruh mas kesini bawa motor, ya ga tega sih tapi masa salah saya?" Tanya alza dengan segudang ekspresi penuh tanda tanya dan keheranan.
"Saya ikut kamu naik mobil alza"
Wah kata kata itu keluar dengan sendirinya sebenar nya alza tau apa yang di maksud wi dari tadi tetapi alza hanya bingung atas ekspresi wi barusan "ini orang kenapa jadi kaya anjing terlantar pas gue mau pergi" isi hati alza.
"Tapi kan mas bawa motor masa mau di tinggal disini" tanya alza
"Rumah temen saya deket dari sini nanti diambil dia, mana kunci mobil kamu sini saya yang bawa"
Tanpa berpikir panjang alza menyerahkan kunci mobilnya kepada wi dengan wajah yang penuh bertanya tanya.
Pov room chat wi and friend
"Ada yang lagi free ga?" -wi
"Gue kenapa wi?" -jun
"Ambil motor gue dong di bukit yang biasa gue datengin, gue uda bilang ke yang jaga parkirnya kalo nanti bakal ada yang ambil" -wi
"Lo nyusahin amat ngapain lagi lo di sana wi, orang uda gaada masalah apa apa juga nesya lupain aja njir" -hesa
"Gausah bawa bawa nesya ya, uda buruan bawa balik motor gue jun" -wi
"Iya otw" -jun
"Bawahan gue alza" -wi
"Alza siapa?" -aji
"Nanti gue cerita"-wi
"Bener ya"-shayan
"Iya"-wi
Melihat wi asik memainkan ponselnya sepanjang perjalanan turun bukit tentu saja membuat alza sangat kesal dalam hati alza hanya berkata "ini orang yang kekeuh pengen ikut sama gue, tapi daei tadi malah asik main hp". Melihat langit yang semakin gelap tentu saja membuat alza panik dan menarik tangan wi untuk berlari secepatnya ke parkiran mobil dan memasuki mobil alza.
"Kenapa za? Belum hujan kok" tanya wi sambil terengah engah saraya capek karena berlari tadi.
"Maaf mas tapi kita berangkat sekarang aja ya, aku aja yang bawa mobilnya nanti mas ketik aja maps alamat mas dimana" jawab alza dengan suara terbatah batah dan mulai panik sekujur tubuhnya.
Dan ya tentu saja hujan yang lebat diiringi petir petir itu pun terjadi alza hanya fokus mengendarai mobil yang ia kendarai dengan nafas yang mulai sesak dan mata yang hanya fokus kepada lampu lampu jalanan.
Melihat kondisi alza, wi bingung dan bertanya tanya sebenarnya apa yang terjadi pada alza. Raut wajah wi tidak berbohong kalau ia khawatir dengan alza.
"Alza berhentiin mobilnya" . Alza mendengar itu namun alza tetap fokus mengendarai mobilnya karena jika ia tidak fokus semuanya akan berantakan.
"Alza dengerin aku, stopin mobilnya ya" pinta wi sekali lagi namun tidak di gubris juga oleh alza.
"ALZA STOP!!" Teriakan wi mampu membuat alza memberhentikan mobil yang ia kendarai itu sekujur tubuhnya gemetar dipenuhi rasa takut,ketika mobil berhenti alza hanya menutup kupingnya dengan nafas terengah engah.
Wi yang melihat alza, tanpa bertanya tanya langsung memeluk alza dengan erat dan mulai mengusap usap keapala alza seraya melindungi alza dari bahaya.
"Its okay its okay, uda gapapa sekarang uda gapapa. Kita berhenti dulu ya"
Dan ya pecah semuanya, isakan alza yang ia tahan sedari tadi hujan turun sekarang pecah semuanya. Alza yang kuat, alza yang tidak tertebak, alza yang tidak peduli akan hal lain tidak ada di sini. Wihandra juniar basil adalah nama orang pertama yang melihat semua sisi lain alza setelah teman teman alza. Melihat itu semua wi tidak berbicara apapun, ia hanya melindungi alza dalam dekapannya yang hangat itu.
Mereka sama sama menunggu hujan berhenti dan menunggu alza tenang hingga larut malam.