Love Problem

Love Problem
19| Panik



Pagi yang cerah kembali datang, Hari senin adalah hari dimana disebut juga dengan hari keramat. Hari yang paling di takutkan sebab semua kembali seperti sedia kala.


Pagi yang cerah itu pun menyapa alza dan chandra. Keduanya tampak telah memebereskan diri masing masing untuk memulai hari.


"Lo mau kemana chan?" Tanya alza yang kaget melihat chan yang sedari pukul 8.00 sudah merapihkan dirinya seakan untuk segera pergi.


"Kan chandra uda bilang, ada banyak tempat yang mau chan kunjungin kak" jawabnya.


"Ya gak senin juga chan, tempat wisata juga tutup lah. Kalau pun ada ya sepi, males banget" gerutu alza terhadap adiknya.


"Kan gue mau ke perpustakaan kak, ya kali tutup" sahut chan.


Alza yang mendengar itu pun langsung memasangkan wajah kaget seakan tak percaya bahwasanya adik satu satunya itu sangat berbeda dengan dirinya.


"Beneran spicless kakak dek" sahut alza dengan beberapa gaya sok imutnya untuk meledeki adiknya.


"Kak beneran gue sambit nih"


"Hahahah!!"


Keduanya kembali mempersiapkan diri untuk pergi, chan yang sedari tadi tengah memakai sepatu sambil menunggu alza siap pun akhirnya segera keluar dari apartemen tersebut. Mereka sama sama memasuki mobil alza dan pergi ke tujuan masing masing.


Alza yang menurukam adiknya itu segera cepat cepat untuk berangkat ke kantor untuk berjuang menjalani kehidupan.


"Morning" sapaan pagi bukan lain adalah dari varen. "Kak nih gue bawaan kopi sekarang". Lanjutnya.


"Gitu dong, tapi jangan sampe mia bawa juga deh"


"Kalo kak mia bawa kopi lo gue ambil balik"


"Lah bisa gitu lo".


Keduanya memang terlihat sangat akrab, bisa dibilang varen adalah satu satunya orang yang bisa berbicara dengan alza selain genknya itu, mungkin ada salah seorang lagi?


"Temen lo dua hari ga bisa di hubungin, curiga lagi kasmaran nih gue" ucap zilo sambil menyenggol lengan mia seakan menggunjing alza.


"Za makan siang bareng kita lo" ucap ketus deki


"Ya setiap hari juga makan sama lo bertiga gimana si"


"ya bisa aja kan lo makan bareng pak wihandra" Jelas handra sontak membuat varen kaget.


"lah kak, lo kok ga pernah ajak gue kalau mau makan sama pak wi?" tanya varen tentu saja membuat mereka tertawa. "ah gatau lah males bahas pak wi, dari kemarin Rese banget dia, tapi kak lunch gue ikut ya kak" lanjut pinta varen yang ikut menimbrung obrolan mereka di pagi hari.


"Ga boleh. Kali ini lo bocil gaboleh ikut dulu" sahut miaa sambil menoyor sedikit kepala varen yang hendak berdiri ikut bersama mereka.


"Ajak aja sih lo orang dia mau makan juga" kali ini alza yang meminta kepada teman temanya itu.


"Gak nanti aja, belum saatnya dia tahu" ucap serentak ketiganya.


Seperti biasa sudah menjadi rutinitas bagi mereka untuk memakan makanan yang biasa mereka makan sambil mengobrol satu sama lain.


Kali ini kembali alza yang mencertitakan beberapa kejadian yang belakangan ini ia rasakan dan yang di dalam kehidupannya tentunya dengan kisah resto mengejutkan itu.


Ketiga temannya itu pun hanya mendengarkan satu sama lain dan seperti biasa memberi nasehat dan mungkin sedikit omelan untuk alza.


"Gue uda bilang kan jangan berantem kalau ke sana za" ucap mia.


"Ya kan gue gatau kalau bokap gue masih aja ganggu keluarga gue". Jawab alza. "Tapi mi sory ya gue masih belum pasti nih lo jadi pindah ke apart gue apa gak. Soalnya chan juga masih pengen sama gue, gue juga ga tega ninggalin dia di bandung" lanjut alza


"Apa sih gapapa. Lagian juga gue pengen ngomong juga sama lo, kalau sementara emang gue bakalan pulang pergi ke rumah nyokap za uda santai aja lo ah" jawab mia.


"Tapi bisa bisanya loh, lo berdua serasa lamaran di resto itu za" Tanya zilo membuka pertanyaan pembahasan wi.


"Eh iya terus kaget ga si pak handra pas liat lo bareng bang hanza" tanya kembali deki.


"Gimana ya, beneran ga terduga juga sih gue juga bingu kwan, dan ya wihandra uda tau gue kenal si hanza dari pas gue ajak dia lunch dua minggu lalu" jelas alza.


"Iya ya, lo juga ga cerita tentang lunch. Gimana? Kok gue liat lo berdua malah jadi canggung dan pa wi juga malah nyebelin sih, perasaan gue liat lo berdua kemarin uda deket deh" keluh deki


"Ya gak gimana gimana orang gue cuma lunch untuk ngucapin terima kasih kok. Tapi iya ya Gue ngerasa canggung banget. Ah bodo lah orang dia yang ngejauhin gue kok, gue masih bingung sih sampe sekarang apa iya yang gue omongin sampe bikin dia sakit hati ke gue atau emang ada alesan di balik itu ah entahlah" gerutu alza membuat seluruh temanya merasa bingung.


"Lah maksudnya apa? Lo ngomong apa emang?" Tanya deki penasaran.


"Ada lah" jawab alza singkat


"wahai alzanaya kayyana rizqi lo tau gak tiga orang paling menyebalkan di dunia ini? satu Orang yang Kalau ngomong ga jadi. dua Orang yang kalau ngomong ga di terusin terus yang terakhir orang yang kalau mau ngomong tapi ga jadi dan buat orang penasaran dan lo ada di ketiganya" jelas panjang lebar mia


"HAHAHAHAH!!!" tentu saja pernyataan itu membuat ke empatnya tertawa


Keempatnya mulai kembali berbincang satu sama lain sesekali berbincang tentang bagaimana hubungan alza dan wihandra kedepannya. Sekaligus memakan makanan yang telah mereka pesan.


...****************...


Setelah kurang dari sehari duduk diantara tugas tugas kantor yang harus ia kerjakan itu alza akhirnya kembali ke rumah untuk bersantai santai.


Sesampai di apart melihat hal yang sepi itu juga sudah biasa untuknya, chan yang sedari pagi hingga sore dini hari belum datang pun tidak membuat alza khawatir karena sesekali mereka berkabar lewat telepon untuk mengabari.


Selain itu juga Sebab Alza pun sangat tau adiknya jika tertarik dengan sesuatu pasti akan ia terus lakukan seperti dirinya dahulu hingga kini.


Perempuan 26 tahun itu pun hanya mengahabiskan waktu waktu yang berharga untuk dirinya bermalas malasan sebelum kembali untuk melihat realita kenyataan. Namun baru saja ia mau berleha leha ponselnya pun berbunyi dan siapa sangka telepon tersebut dari wihandra satu satunya orang yang membuar alza canggung dua minggu ini.


Tentunya ia sangat bingung, sebab wi tak pernah sekalipun menelepon dia di luar jam kerja.


"Halo za ini saya wihandra, kamu jangan panik. Sekarang denger saya. Saya dan adik kamu ada di rumah sakit, kamu boleh kesini sekrang tapi jangan bawa mobil sendiri. Sekarang kamu turun aja ke loby tunggu taksi yang aku pesen datang, denger saya kan za?.. za?"