
Di pagi itu, dimana pagi yang membuat alza kesiangan. Pagi yang hangat yang seharusnya dinikmati untuk berbaring seharian di kasur namun apa daya beberapa laporan turut menunggu.
"Hahhh..." suara helaan nafas yang tentu saja kita tahu itu dari alza. Seakan muak dengan meja yang ia kedapati seperti biasanya, meja yang harus kembali ia tempati setelah hari hari liburnya yang menyenang kan. Lalu tentu saja alza hanya meletakan tangan dan kepalanya seperti biasa untuk menjernihkan pikrian di pagi hari.
Tuk tuk.. suara ketukan tangan ke maja alza bukan lain adalah kwan si paling paling. "Hellow kerja dong, haduh gimana si gue potong gaji lo gabisa liburan nih" ledek kwan yang melihat alza bersandar lalu perlahan alza membangun kan kepalanya untuk membalas omongan kwan "sori nih masnya bukan tim saya minggir aja gausa ganggu" balasnya
"Lah iya ngomong- ngomong tim. Manajer pemasaran kan baru ya za?" sahut kwan untuk memeberi tahu alza.
"Loh iya? Yauda" jawaban singkat alza yang membuat kwan kesal lalu pergi meninggalkan alza kembali.
Selang tidak lama kwan pergi datanglah atasan alza yang mana alza sudah tau niat mereka datang adalah untuk memperkenalkan manajer nya tersebut "panjang umur haha" gerutu alza berbicara sendiri selagi atasanya memperkenalkan.
"Semuanya tolong perhatikan sebentar, ini adalah pak Wihandra dia adalah manajer pemasaran yang baru, tolong andri ketua tim pemasaran 1 dan alza ketua tim pemasaran 2 di bantu ya pak wi nya. "baik pak" tegas mereka.
Disaat seseorang sedang memperkenalkan diri justru alza lebih salah fokus terhadap pandangan manajer baru nya tersebut, ia memandang seakan sudah kenal. Mata coklatnya selalu memperhatikan alza seakan menegaskan bahwa ia mengetahui alza. "Ni orang kenapa si" gumam alza dalam hati.
Selesai basa basi perkenalan tersebut, lanjut lah alza fokus kepada pekerjaannya tersebut. Namun tidak di sangka seseorang yang dianggap alza aneh tersebut menghampiri meja kerja alza, ya siapa lagi kalau bukan Wihandra
"Halo peemisi kamu inget saya ga ya?" Tanya wi
"Halo pak, maaf kita pernah ketemu sebelumnya?" Alih alih menjawab alza malah kembali bertanya kepada wihandra. Mendengar hal tersebut tentu saja membuat wi kebingungan dan menjawab "oh ya kayanya saya salah orang. Maaf ya"
"Iya gapapa pak"
Wihandra yang pada saat itu hanya kebingungan mendengar alza malah menanyainya balik setelah itu pun ia langsung kembali ke ruangan kerjanya untuk membereskan pekerjaan.
"Apa sih aneh banget" sepetik keluhan yang di dengar oleh wi, dan hanya dipikirkan olehnya sambil mengingat orang tersebut.
Tok.. tok.. tok.. Suara ketukan yang tidak lain adalah alza memasuki ruangan wi. "Halo pak saya alza say.." belum sempat alza menyelesaikan maksud dan tujuan wi langsung menjawab dengan cepat dan membuat alza kaget "saya tau, kamu pikir saya lupa gitu? Baru aja ketemu. Mending kamu panggil mas atau apa lah merasa tua banget saya" tegasnya dan dibalas dengan tatapan alza yang terheran- heran.
"Yaa, yaudah kok bap.. eh mas kesannya marah sama saya? Ada salah kah saya sama masnya?" Tanya alza kembali. Ya seperti biasa alza adalah alza tentu saja ia menyahuti omongan wi dengan gaya yang sangat sangat menjengkelkan. "Tapi sebelumnya maaf pak kalo saya ga memperkenalkan diri kesannya kurang sopan. Perkenalkan saya alzanaya kayyana rizqy saya ketua pemasaran tim 2. Mohon bantuan untuk kedepanya pak eh mas" lanjut alza sembari mengulurkan tangannya dan tentu di sambut oleh tangan wi dan mereka berjabatan sebagai kolega pekerjaan.
"Saya Wihandra juniar basil, saya juga mohon bantuanya"
"Yauda kamu cuma mau kasih saya laporan kan, silahkan keluar kalau sudah" sahut wi kembali
"Sebenarnya ga cuma itu, niat saya mau menawarkan diri buat kasih tau seluk beluk kantor ini padahal, tapi mas nya gamau ya sudah. Permisii" sambil berjalan ke arah keluar alza berbicara kepada wi. Namun siapa sangka pertanyaanya itu langsung di respon baik oleh wi, alza yang sudah hampir keluar pintu membuat wi berbalik badan dan mengatakan
"Kalau keliling kantor ini saya uda tau, harusnya kamu juga tau kalau saya aja di kenalin ke kamu pasti saya diajak keliling dong." Perkataanya itu membuat alza geram dan hampir saja meninggalkannya, namun sesaat kemudian wi mulai membalikan badanya dan berbicara malu malu atau mungkin gugup matanya pun bahkan tidak berani menatap alza dan berkata.
" Anu.. tapi saya masih belum ketemu tempat makan siang yang sesuai, kalau kamu ga sibuk boleh saya ikut makan siang bareng kamu? Ah bukan itu saya yang ajak kamu,bole.."
"Boleh, tp bapa.. eh mas trakitr saya"
"Iya"