
Jam menunjukan pukul 12 malam, mia sudah tidur di kamar alza, sementara alza masih menghabiskan cemilan yang wihandra beli tadi dan melanjutkan maraton drakornya, karena besok masih hari minggu ia berencana bangun hingga siang.
Ding dong... ding dong... Suara bel rumah alza berbunyi tentu saja membuat jantung alza sedikit berdegup sebab ini sudah jam 12 malam, namun ia mulai memberanikan diri mebuka pintu untuk melihat siapa yang datang. "Lama banget lo ah alzaa, dingin nih gue." Suara itu terdengar familiar, itu adalah Hanza.
Hanza adalah sepupu alza dari keluarga ibu, karena umur yang tidak beda jauh alza selalu bermain dengan hanza, namun siapa sangka? Jika hanza merupakan sahabat dari sandy yang merupakan kakak dari seorang wihandra. "Ya gue gatau kalo itu lo, lagian ngapain si bang uda malem ngercokin gue aja lo" jawab alza dengan penuh kekesalan karena ia sudah cukup kaget tadi.
"Iya sori gue bentaran doang di sini, masakin mie dong" pintanya. "Warkop banyak bang lo ngapain makan disini" tanya kembali alza. "Gue mau tidur tiduran juga disini, di warkop kan gabisa rebahan"
"Abis ini balik ya lo, gaenak gue ada mia di sini"
"Iya alzanaya"
Setelah itu alza langsung menuju dapur ia dan memasak beberapa mie instan untuknya dan juga hanza. Hingga ketika sudah matang, mereka pun memakan sambil mengobrol seperti yang biasa mereka lakukan sewaktu dulu hingga kini.
"Wihandra baik za" pernyataan yang sedikit membuat alza kaget dan bertanya tanya. Dari mana datangnya kata kata wihandra yang keluar dari mulut si usil hanza ini. "Hahaha muka lo jelek banget kalo salting, bingung ya gue tahu dari mana?" Lanjut hanza dan melontarkan pertanyaan itu.
"Tapi bang seinget gue lo ga pernah punya temen namanya wi dah, lo paling temenan sama joshua sama sandy kan? Mangkanya gue penasaran lo tau dari mana? Soalnya muka muka kaya lo jarang ada temen kaya gue jadi gamungkin si lo punya temen selain mereka berdua".
Mendengar pernyataan yang keluar dari mulut alza tentu saja hanza kesal dan sedikit menoyor kepala alza hingga mereka tertawa bersama. "Gue banyak temen ya cungkring, cuma emang yang awet mereka berdua. Oh iye ngomong ngomong mereka berdua. si wi salah satu ade dari mereka berdua" alza yang mendengar itu langsung merasa biasa saja karena kalau dilihat dari jabatan yang wi kerjakan tentu saja ia mengira kalau wi adalah adik dari joshua. "Hahaha diliat dari muka lo yang biasa aja pasti lo ngira si wi adeknya joshua kan?" Tanya hanza tentu disandingkan dengan wajah wajah menjengkelkannya.
"Terus siapa bang? Anjir Sandy??? Sandy basil? Eh bang seriuss lo" tanya alza dengan wajah penuh pertanyaan dan penasaran tentunya dengan sedikit kaget. "Iya, lo bodoh ya kaga tau nama si wi ada basilnya belakangnya" jawab kembali han seraya mengingatkan alza akan nama kramat keluarga basil itu.
Suara mereka tentu saja sangat berisik membuat mia terbangun dan pergi untuk mengambil air, dan membuat ia mendengar pernyataan yang dibuat oleh hanza itu. "Wah anjir bang han gila lo beneran?" Mia yang terbangun langsung menghampiri han bertanya tanya. Sementara han dan alza malah berbisik "aduh macan lo bangun ribet nih" seru han berbisik ke alza. "Lo si bacot bang elah" jawab alza.
"Uda lo jangan pada ngomongin gue, gue denger. Tapi apa coba bilang bang? Demi apa sii anjir bang han spicles gue" sahutan mia heboh tentunya membuat mereka bercengkrama hingga tertidur di ruang tamu alza itu.
Pernyataan itu tentu saja membuat mereka heboh di kala sepanjang malam itu. Karena siapa yang tidak tahu marga basil itu merupakan marga yang mengangkat status mereka. Di tambah lagi kelakuan wi yang hanya menjadi manajer suatu perusahaan kecil membuat mereka bertanya tanya, padahal perusahaan basil di mana mana tapi malah mau menjadi manajer perusahaan kecil.
Pagi hari telah menyapa mereka bertiga, setelah sepanjang malam bercengkrama ria hingga tertidur akhirnya bangun lah mereka satu persatu.
"Za baju gue waktu itu disini ada kan? Gue mau mandi dulu ye baru pergi" ujar alza dan hanya diiya kan oleh alza yang sedang merapihkan segalanya lalu kembali merebahkan badannya di ruang tamu kembali. "Gue juga balik ah za, bang hanzaa anterin gue balik bang" pinta mia kepada hanza dan langsung di iyakan. Setelah mereka selesai siap siap untuk segera pergi pamitlah terhadap alza yang masih menonton kartun di pagi hari itu. "Za mandi za lo jangan sampe jorok gitu ah, kebiasaan lo gapernah ilang ye" ujar hanza kepada alza.
"Lo mah gatau tradisi orang cakep, libur kerja libur mandi juga elah bang" sahut alza. Dan langsung di sahuti oleh ekspresi usil dari hanza ketika mereka mau pergi. "Tapi bang bentar gue jegat dulu lo" potong alza yang menghentikan langkah mia dan hanza di depan pintu. "Apaan buruan macet nih ntar" sahut hanzaa
"Bang kalo gue mau ngajak die makan sebagai ucapan terimakasih gimana bang? Rencana gue sih kemarin gitu, karena kan gue kemarin belom sempet bilang makasih, tapi gimana bang gue gabisa yang mahal kamu tau kan aku miskin. Pinjem kartu lu dah bang" jelas alza. Hanza dan mia hanya tersenyum kecil sepanjang alza menjelaskan niat baiknya itu. "Wi mah ga ribet orangnya ga kaya abang nya. Tapi nanti gue chat lo deh harus gimana" jawab hanza membuat alza sedikit tenang. "Ohiya sesekali kunjungin ibu za, dia uda di tinggal lakiknya masa mau lo tinggal juga. Adek lo Chandra juga kangen banget pasti sama lo". Sedikit omelan untuk alza dan di lanjut oleh mia "emang bang omelin batu banget nih anak sumpah capek gue bilanginnya" tegass mia
"Iya gampang, yauda hati hati lo"
Setelah mia dan hanza mulai pergi. Tentu saja alza melanjutkan kegiatan bermalasannya di hari minggu ini, ia kembali memainkan drakor yang sempat ia tonton semalam. Namun, tak selang lama dua pengrusuh itu kembali datang.
"Ngapain lagi wahai bapak kwanzilo erlangga dan bapak dekhian syahputra. Lama lama pintu apart gue, gue pakein plang 'ini di jual'." Ujar alza sembari membukakan pintu apartamennya itu untuk kedua sahabatnya. "Ini gue beliin lo sama mia sarapan, gue gangapa ngapain di rumah za. Gabut banget mangkanya gue jemput zilo baru ke apart lo" jawab deki sambil memberikan sarapan yang ia beli bersama zilo untuk alza dan mia.
Ketiga nya kembali memasuki ruang tamu alza yang tentu saja terlihat sangat berantakan akibat begadang mereka bertiga. "Yaallah za lo ga tidur apa ini berantakam banget, btw ini si mia ke mana kok uda pulang aja dia" tanya zilo kepada alza. "Oh itu semalem bang hanza dateng terus kita begadang bertiga sampe ketiduran terus si mia tadi dianterin balik sama bang han, mau ke rumah mamanya dia". Penjelasan alza kepada mereka tentu saja membuat mereka mengerti.
"Kangen banget gue sama bang han uda lama ga main, sibuk banget dia ya main mainan saham sama bang sandy sama bang joshua." Ujar zilo
"Tapi mia ngapain ke rumah mamanya?" Tanya zilo
"Kan hari minggu, dia mah anak mama banget ga kaya lo berdua ga inget orang tua" jawab alza yang niat hati hanya ingin menjahili namun malah di balas oleh keduanya. "Lo juga" .
"Lu kenapa ga satu apart aja sih sama mia za? Biar ga cape bulak balik juga, kita kan satu kantor" celetuk deki.
"Bulan depan, sewa si mia bulan depan abis dia pindah ke sini."
"Oh yauda bagus."
Setelah berbincang bincang sambil membantu alza merapihkan aprtnya, mereka langsung membuka sarapan yang mereka beli dan memakan sambil memulai obrolan.
"Dek, zilo" panggil alza kepada mereka berdua untuk memulai suatu percakapan serius. "Lo tau ga sih, ngomong ngomong si han. Si wi itu adeknya dari salah satu temen bang han yang tadi lo sebutin" lanjut alza.
Mendengar itu mereka berdua belum kaget sepenuhnya seperti harapan alza juga dugaan alza yang mana pasti mereka mengira bahwa wi adalah adik dari joshua. "Oh adeknya bang josh? Gila sempit banget ye dunia" sahut deki yang masih belum tau apa apa.
"Bukan bang joshua si lebih tepatnya hahaha" jawab alza sambil tertawa membuat kedua temannya bingung dan langsung saling menatap satu sama lain. "Bohong lo za" celetuk zilo tidak percaya. "Tapi kalo iya wah anjir doi dari keluarga basil, za yaampun zilo temen kita jadi menantu keluarga basil" terikan heboh deki tentu saja membuat alza memukul ia sedikit.
"Anu lo jangan mikir kejauhan anjir, kemarin bang han cerita sama gue tentang wi orangnya gimana tapi kata bang han dia juga ga banyak tau. soalnya dia ketemu wi juga waktu wi jaman kuliah itu juga ga sering karena wi bulak balik indo-amrik buat kuliah." Jelas alza panjang lebar. "Terus?" Tanya zilo.
"Lo emang ga penasaran gitu sama wi?" Tanya alza kepada kedua temannya itu. Alih alih di jawab pertanyaan alza. Alza malah mendapati kedua temannya menertawakan ia kembali seperti semalam.
"Gue sih jujur ga penasaran tentang dia, cuma kaya kaget aja woi beneran keluarga basil cuma kerja jadi manajer?" Jawan zilo. "Lagi pula lo kan ga gampang penasaran sama orang za, kok tiba tiba penasaran itu gimana tuh?" Lanjut kwanzilo di kompor gas.
"Aduh ga ikutan ah gue" celetuk deki.
Mereka bertiga kembali menyantap sarapan yang dibawa oleh deki dan zilo hingga selesai. Setelah selesai deki membereskan sisa sisa makanan, zilo yang mengambil alih berbagai piring kotor serta alza yang hanya rebahan sambil menonton serial drakornya. Ketika selesai ketiganya pun kembali memakan cemilan dan kembali mengobrol sembari menonton serial drakor alza.
"Gue mau ngajak wi lunch aja kali ya? Buat ucapan terima kasih gue gara- gara yang semalem." Ucap alza tiba tiba.
"Tiba-tiba banget? Tumben, ajak lah" dijawab oleh zilo.
"Tapi gue bingung secara lunch gue sama lunch dia beda kan siapa tau? Gitu ah gue ngajak dia kemana dong" gerutu alza kesal sambil memukul mukul bantal yang ada di depan nya."
"Saran gue mending lo buat bekel. Lagian orang kaya makan ape si emang, coba aja lo ajak bakmi ceu ida belom pernah gue yakin dia." Jawab deki ikut menimbrung setelah mengambil buah strawberry di kulkas alza. "Ya gak bakmi juga paul, siape tau die punya sakit lambung berabe ntar" lanjut kwan sembari menoyor kecil kepala deki.
"Gue tanya ke bang han tadi. Terus katanya tunggu sampe dia chat gue"
"Siapa? Wi? Tiba tiba gitu wi chat lo. Alza aku suka makan ini" cetus deki dengan memperagakan gerakan wi.
"Yaallah sabar banget gue punya temen kaya lo deki sumpah. Ya bang han lah, gatau dia mau nanya apa tapi gue bilang jangan sampe dia tau kalo dia sama gue sepupuan" jelas alza
"Oh iya i see okay serah lo deh"