Love Problem

Love Problem
*Welcome



Pagi cerah yang indah. Matahari yang begitu terang dan dihiasi awan itu pun menyatu menjadi pagi yang cantik. Namun kecantikan itu justru dianggap tak adil oleh wanita yang sudah berapa jam entah dari kapan ia menyandarkan dirinya pada rumput melihat ke atas langit yang indah dan berkata "ga adil banget, gue hancur gini lo masih tetep cantik"


Sudah berapa jam berlalu wanita ini tidur di atas rumput pun tidak di ketahui, setelah melewati hari hari yang penuh pengkhianatan dan pembohongan itu seakan sudah menjadi makanan sehari hari oleh wanita tersebut.


"Alzanaya kayyana rizqy" siapa dia? Dia adalah wanita 26th yang mati rasa, menganggap semua ucapan palsu dan sudah terbiasa dengan kebohongan. Air matanya pun patut di pertanyakan. Karena dari setiap kejadian yang hampir sama penyebabnya ia sama sekali tidak meneteskan air mata seakan tahu semua ini akan terjadi.


"Ini uda yang ke berapa sih za?" Sumber suara dari ponsel alza tampaknya kwanzilo yang sedang bercengkrama.


"Berapa ya? 3, 4? Atau lebih gatau deh gue haha" jawab alza sembari membereskan rangkaian pikniknya


"Sebel deh gue lo juga sih kalo uda tau akhirnya kaya gini ngapain sih masih nyari aja, ya bukan berarti lo gaboleh nyari seseorang zaa tapi ya istirahatin dulu hati lo tolong lah. Ini sekarang lo dimana deh uda selesai kan liat awan nya? Beresin terpal piknik lo tuh sekarang gue otw lo diem aja di situ, gue mau maki lo langsung..." belum selesai zilo berbicara alza hanya mengiyakan sambil tertawa dan mematikan hubungan ponselnya.


Setelah alza merapihkan segala peralatannya alza pun kembali menidurkan badanya di rumput rumput hanya untuk melihat langit langit indah. Hingga ia tak sadar bahwa cangkir yang biasa ia pakai tergelincir.


"Oh maaf dan terimakasih" sepatah dua kata alza cukup mengiyakan pemuda tersebut dan berlalu hingga teman teman yang tidak diharapkan datang menemuinya. "Kenapa sih kalo galau nyari awan sampe ke bukit gini engap gue ah" teriakan mia yang terlihat sangat jelas bahwa ia sangat capek ditambah ocehan deki dan zilo "lo gue jambak ye zaa kesini lagi udah ah yu turun capek banget gue ah" sahut deki dan di timpal kembali oleh zilo "apaansi gue mau maki dia kok lo semua suruh balik"


"Udah maki gue nya di mobil aja jangan di sini,mau ujan gue ga bawa payung soalnya hehe" ucapan alza yang langsung membuat teman temanya jengkel pun di iyakan walau terpaksa.


Sudah beberapa kali mereka menemukan alza seperti ini, namun keempatnya tetap erat berpegangan tangan. Sedari SMA hingga kini persahabatan mereka tetap erat. meski terpotong oleh waktu semasa kuliah itu tidak menjadi alasan untuk keempatnya tetap bersama.


Kwanzilo, Dekhiansyah, Dan Mia anindhiya. Hanya ke tiga nya yang bisa melihat sisi lain dari seorang alza. Alza cenderung orang yang sangat terutup di hadapan orang orang. ia terkenal sebagai orang yang sangat terlihat keras dan sedikit galak. Namun, nyatanya tidak seperti itu. hanya saja alza adalah alza tidak bisa di ubah dengan apapun dan oleh siapapun. Namun untuk kedepannya masih belum tahu ada atau tidak nya seseorang yang bisa mematahkan peryataan tersebut.