Love Problem

Love Problem
29| Rumah ke 2



setelah beberapa waktu dalam perjalanan untuk menempuh rumah wihandra yang tidak terlalu jauh mereka pun hampir sampai. selama perjalanan wihandra hanya tersenyum sambil memikirkan apa yang baru saja alza katakan padanya, ia hanya memikirkan seakan sangat senang hingga lupa akan permasalhnya yang ia hadapi hari ini. di tambah alza yang capek karena hari ini banyak pekerjaan yang di urus ia kembali tertidur di mobil wihandra hingga adiknya chan menelepon.


"hallo kak, kakak lembur?"-chan


"iya chan, tapi bentar lagi pulang. kamu kalau mau makan duluan aja atau ga nyemil aja dulu nanti kakak beli di jalan sekalian ya"-alza


"oke"


wi yang sangat jail ikut menimbrung obrolan mereka.


"chan kakak kayaknya bakal lama, kamu kakak delivery makanan aja ya? ya ya ya chan?"-wi


"enggak bohong sebentar lagi kakak pulang"-alza


"oke gapapa chan pesen antar aja, hati hati nyetirnya ya kak wi".


"oke chan"-wi


"kenapa rese banget sih" ujar kesal alza dan dibalas dengah senyum menjengkelkan wi. mereka hampir tiba di kediaman wihandra, wi hanya masuk ke dalam rumahnya bersama alza tanpa memikirkan apa pun. ia seakan telah mendaur ulang dirinya untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.


seperti yang di harapkan semua orang telah ramai di rumahnya. ke empat temannya pun ikut mengkhawatirkan keadaan wi. hesa, shayan, aji hingga jun telah lebih dulu duduk bersama aca,hanza,josh dan sandy menunggu kepulangan wi.


setelah keduanya sampai raut wajah yang terpikirkan banyak orang sangat berbeda, wi datang dengan wajah yang fresh seakan tidak terjadi apa pun terhadapnya. beda dengan wi biasanya. wi yang selalu diam dan langsung masuk kamar tanpa berbicara apapuan kemudian keluar sambil membawa surat pengunduran dirinya. sekarang wi yang seperti itu justru tidak terlihat di hadapan mereka.


tanggapan alza pun tentu saja sangat kaget. melihat banyaknya orang yang telah menunggu wi di rumah semakin membuat alza berfikir bahwa memang yang telah di alami wi ini sangat mengkhawatirkan.


"lo pada mau party di sini? rame banget" ujar wi yang pada saat itu masih menggegam tangan alza.


hanza yang melihat itu hanya tersenyum jail dan menarik tangan alza untuk berada di sisinya. serta beberapa sambil membisikan, "lu diem aja di sini bentar lagi cowok lu bakal di abisin".


benar saja tidak lama kemudian beberapa teman hingga sandy ikut memukul kecil tubuh wihandra hingga mengaduh kesakitan, alza yang melihat itu hanya terdiam kembali berdiri berdampingan dengan hanza.


"elah uda dong, kenapa si lu pada? uda mukulnya tambah sakit nih abis di pukul alza barusan" ujar wi yang sesaat kemudia jadi alza yang menjadi perhatian.


"bagus kak, harusnya lempar aja dia sekalian dari lantai paling atas dari pada ngurung diri kaya gitu" ujar kembali aca geram


"serem banget si ca bahasanya. tapi makasih ya alza uda di bawa pulang ini anak selamat sampai tujuan" lanjut sandy.


"ya kali kali kasih award lah ya gue sebagai abangnya" ikut nimbrung hanzaa


"alza bisa ya akrab banget sama sepupu gila kaya lo" kini giliran josh yang ikut berbicara.


alza yang pada saat itu berdiri di tengah tengah para laki laki yang beberapa baru saja ia kenal ia hanya terdiam dan mengangguk angguk seakan paham.


"bang elah uda apa ngobrolnya, ada kita yang belum di kenalin ke alza nih sama si wi" ujar salah satu tema wi siapa lagi klau bukan shayan.


"lohiya lo belum kenal sama cewe gue ya..." belum selesai berbicara omongan wi sudah mendapat suara soarakan dari masing masing orang.


"wetset gila lo main cewe cewe aja" ujar sedikit ketus hanza.


"bercanda bang jangan galak gitu ah, yauda kenalin alza ini shayan, hesa yang punya caffe waktu itu kita datengin, terus ada aji yang punya gym, terakhir ada jun. gausah di hirauin sama sama juniarnya ya!!"


"santai aja za, kita seumuran ya perbedaan setaun dua taun mah gak masalah lo gue aja. betawi pride kita" ujar shayan membuat mereka tertawa bersama


sesaat setelah berkenalan mereka kembali mengobrol, terlihat dengan jelas bahwa alza sangat angat lelah karena bekerja seharian, namun di samping itu ia kembali besyukur karena wihandra sangat amat baik baik saja di hadapan teman dan keluarganya. ia hampir tidak mau menggangu ketentraman yang wi miliki bersama dengan yang lain. hingga aca menghampirinya dengan membawa sedikit cake dan coffe kesukaanya.


"kak alza makan cake malem malem gak takut gendut kan?" tanya aca untuk berjaga jaga.


"enggak kok kebetulan lagi capek juga nih kayanya emang butuh coffe sama yang manis, makasih ya ca. tapi ini ada yang ulang tahun? kok ada cake?" tanya alza penasaran.


"kak. beli cake juga bukan buat ulang tahun aja kan? lagi pula aca seneng banget sama cake kalau liat cake jadi nya seneng terus. jadi aca suka cake, kak alza ada gak kesukaan yang buat kakak seneng? and stop it jangan jawab kalau kakak suka kak wi"


"hahah!! enggak dong aca. mmm, kakak suka awan seneng aja liat awan gitu".


"kenap.." belum sempat di jawab oleh alza wi kemudian langsung menjawab sambil mengambil sedikit potongan cake lalu pergi kembali. "jangan di jawab. aku aja sampe sekarang gak tau kenapa kamu suka awan, pokoknya harus aku yang tau duluan".


"yauda gausah di jawab kak, nanti dia ngambek"


"hahaha!!"


"tapi kak, buat hari ini makasih banget uda buat dia balik ceria hari ini"


"aku ga bantu banyak kok aca"


"kak kapan kapan main ya sama aca"


"siap hehe"


setelah beberapa saat alza yang pada saat itu benar benar hanya ingin pulang karena capek pun, langsung sesegera mungkin menghubungi hanza yang pada saat itu sedang berkumpul di dalam ruang kerja sandy bersama josh. tidak lain tidak bukan mereka bertiga hanya membicarakan soal uang uang dan bisnis. hanza yang pada saat itu membaca pesan singkat alza sesegera mungkin menghampiri alza. namun saat yang bersamaan wihandra pun menyadari bahwa alza telah merasa capek berada di tengah tengah mereka.


"yuk" ajak hanza diikuti dengan alza yang berdiri


"alza balik sama gue bang, ayok za" ajak wi


"ga pak, saya bareng bang hanza aja serius" ujar alza "tau uda ribet lo wi, gue sakalian mau ke apart juga" lanjut han


"sama aku za! lagi pula tadi kayanya ada yang ngomelin aku pake manggil nama segala deh kok sekarang balik manggil bapak?" ujar wi yang sedikit kesal terhadap alza


"ya allah wi. gue abangnya elah gue mau ketemu chan. ini berasa gue mantan lakinya si alza kali ya yang minta izin buat ketemu anak gue " canda hanza


"ya allah gue juga berasa liat drama korea yang lagi saingan dah, wi bucin lo jelek banget padahal belum jadian!!" ujar shayan yang ikut menyuarakan


"yauda sama bang han tapi aku ikut naik motor yak, aku uda janji sama chan buat bawa pulang kamu"


"aku sampe rumah beneran mau langsung tidur wi, uda gak punya tenaga lagi aku buat nemenin kamu" ujar alza yang tentunya membuat wihandra semangit senang dengan pengucapan informal kepada dirinya serta semua orang yang ada di sana terkejut mendengar pertengkaran kecil mereka seperti sudah lama bersama.


"sorry mas, ah pak maksud saya" lanjut alza yang sadar dan sedikit gugup karena menjadi pusat perhatian.


"yauda hati hati ya!! bang han jagain" ucap wi


"tiap hari juga gue jagain ah ribet lo bocil" jawab kesal han.