
Selama beberapa jam perjalanan dipotong karena hujan akhirnya mereka sampai diapart alza, tentu saja alza and the genk sudah memprediksi mereka akan datang bukan di apart melainkan di loby parkir tempat alza memarkirkan mobilnya itu.
"Waduh kayanya temen kamu khawatir banget ya, aku harus sapa dulu ga nih?" Tanya wi seakan meledek alza ketika melihat 3 orang temannya itu berada di depan mereka. "Duh ini orang ngapain si bertiga malu maluin" gumam alza berbicara sendiri. Tentu saja wi mendengar namun mendengar itu hanya membuat wi tertawa.
"Pak handra makasih ya uda mau anterin si rese ini balik" ucap mulut ketus mia terhadap wi.
"Bapak mau saya anter apa mau pesen ojol pak? Saya bawa motor nih kebetulan" tentu saja tawaran kwan itu ditolak oleh wi karena mereka tidak saling kenal.
"Kalian juga nginep di rumah alza?" Pertanyaan yang tidak terduga datang dari wi seraya bertanya kepada kwan dan deki. Mendengar hal itu tentu saja mereka sadah kalau wi sedang khawatir apakah mereka berdua juga akan menginap di aprt alza atau tidak.
Jiwa jiwa kejahilan yang tertanam dari mereka berdua kompak membuat raut wajah wi tidak enak dilihat. "Iya pak kita soalnya uda bestie banget jadi sering nginep satu sama lain alza juga sering kok nginep di apart saya" seru kwan tentu saja memperkeruh suasana
Alza yang mendengar itu hanya diam sebab ia tau perlakuan ketiga temannya itu tidak akan bisa di hentikan.
"Iya za?" Tanya wi terhadap alza sontak membuat kedua bola mata alza melebar karena kaget bahwa ia juga bisa percaya oleh tipu muslihat ketiga temannya itu. Alih alih alza yang menjawab, ini malah mia yang antusias menjawab pertanyaan wi. "Iya pak, bapak gajadi pesen ojol? Ini kita berempat mau naik lagi soalnya. Deki lo anter deh tuh pak handra ke loby" sahut mia tentu saja membuat wi sedikit kesal.
"Iya ini saya mau pesen kok, kwan juga gamau anterin saya juga aja? Siapa tau kita bertiga bisa ngobrol" tanya wi. Alih alih di jawab pertanyaan itu malah membuat alza dan mia sedikit mengeluarkan tawa.
"Yauda lo anter juga deh. Dek,kawan beli itu yang martabak yang di depan seklian, atau makanan apa kek pasti alza belum makan nih" deki dan kwanzilo hanya mengiyakan omongan mia tadi lalu mengantar wi ke loby untuk memesan ojol.
"Si alza jelek banget tadi ya pak? Sory ya jadi nyusahin gini si alza. Tapi juga makasih banget uda bawa alza balik dengan keadaan selamat sentosaa" seru kwan berbicara kepada wi sambil mereka berjalan menuju loby. "Alza tinggal sendiri?" Tanya wi kepada mereka.
"Iya kalau di apart, kadang adeknya yang baru lulus SMA juga suka dateng pak" ujar deki.
"Oh alza punya adik juga?" Tanya kembali wi. "Alza anak pertama tanggungannya berat pak" satu kalimat yang deki ucapkan menjawab pertanya yang baru saja wi tanyakan. Setelah mendengar itu wi hanya mengangguk seakan tau yang di maksud. "Yaudah ojol saya bentar lagi sampai kalian langsung beli makan aja buat alza, kapan kapan kita ngopi ya? Saya juga punya temen temen yang asik nih" ujar wi
"Okeii pak ditunggu tawarannya"
"tell me please gimana bisa sampe lo dianterin balik sama seorang wihandra" satu pertanyaan dilontarkan oleh mia ketika mereka berdua telah sampai di apart alza. Alza pun menceritakan semua yang terjadi apa yang terjadi dari siang hingga larut malam itu.
"Gila berarti pas dia baru masuk kantor dia langsung inget lo gitu? Tanya mia dengan penuh penasaran.
"Iya, cuma waktu itu gue gak sadar, tapi ah bukan itu yang penting miaaa. Gue berantakan banget tadi gue bener bener ancur dan dia liat itu semua" ujar alza sambil teriak dan di peluk oleh mia. "Aduh peluk peluk ada apani" sahut kwan yang telah datang bersama deki setelah mengantar wi.
Mereka berempat mengulang ngulang cerita yang tadi hingga larut malam, kebetulan besok juga masih menjadi minggu termalas bagi mereka ber empat. Mia memutuskan menginap sementara deki dan kwan kembali ke apart mereka masing masing.
"Lo sekarang uda gapapa beneran kan?" Tanya kembali deki kepada alza. "Pa handra baik banget ya za" lanjutnya.
"Tapi kalo diliat dia emang kaya lo za. judes banget, dia juga bukan tipikal cowok lemes kaya mereka berdua" sahut mia sembari menunjuk kwan dan deki. "Tapi deki sama kwan kalo sama kita doang lemes sama yang lain enggak so cul" lanju ledek alza kembali.
"Mereka yang tau diri gue kaya gini berarti mereka spesial za" celetuk deki. Sontak membuat alza berpikir kalau wihandra seseorang yang telah melihat jati diri aslinya yang bahkan seseorang sebelum ia atau mantan mantan alza pun tidak tahu sisi alza. Alza hanya memikirkan untuk tidak terjebak dalam ikatan suatu hubungan lagi karena bukan mereka yang jahat melainkam alza yang belum mampu mencintai seseorang sepenuhnya.
ting bunyi suara ponsel alza yaitu muncul sebuah pesan bukan lain adalah wihandra juniar basil. Kalau dilihat ini adalah kali pertamanya ia mengirim pesan kepada alza melaluin ponsel sebab ia dikantor hanya bertemu sebatas pekerjaan.
"Saya mau bilang uda sampai rumah dengan selamat tapi saya ga boleh bohong. Saya ada di caffe teman saya tapi saya sampai dengan selamat, alza gausah pikirin yang lain kamu tidur aja ya. Saya cuma mau mengabari itu aja"
Pesan tersebut tentu saja membuat alza kaget, sebab waktu wi pergi alza tidak memberi sepatah dua kata pun kepada wi, namun wi secara tidak langsung memberitahunya tentu membuat alza bingung. karena ia tidak ada rasa khawatir sedikit pun terhadap wi.
"Wihandra chat gue"
"Apa katanya?" Tanya deki "bentar tapi lo kenapa jadi spicles gitu elah" pertanyaan selajutnya di ajukan oleh kwan. "Emang dia chat lo apa" tanya kembali mia". Alza langsung menunjukan ponsel yang berisi chat wihandra tersebut kepada teman temanya.
"Oh iya itu dia ngabarin" gumam mia.
"Gue gapernah chatan sama dia kalo bukan urusan pekerjaan terus sekarang gue malah jadi gaenak soalnya tadi kan gue ga ngomong apa apa sama dia kan pas dia balik"
"Yauda emang kenapa kok lo jadi gaenak gitu?" Tanya kwan
"Ya gue gaminta dia kabarin gue karena gue ga kepikiran kalo gue bakal khawatir sama dia" jelas alza langsung membuat seisi ruangan ini sepi dan merubah raut wajah tema teman di sekitarnya.
"Hati lo beneran terbuat dari batu za sumpah" ujar mia kesal terhadap alza. "Ya gue gamaksa lo khawatir juga si tapi setelah apa yang dia lakuin ke lo rela ujan ujanan bawa balik lo, lo gaada rasa khawatir gitu sama dia?" Lanjut sekarang deki yang menceramahi alza. "Udah gausah bingung lo emang gitu, sekarang bales aja apa adanya" dilanjut oleh penengah yang baik siapa lagi kalau bukan kwan.
"Traktir makan dah dia, uda bela belain lo tuh" celetuk mia.
"Iya mia"
Lalu alza kembali membalas satu pesan yang dikirim oleh wi itu.
"Oh okeey syukurlah, sekali lagi terimakasih mas:))"