
Sudah beberapa jalan telah wi lewati dengan motornya itu, hingga ia mencoba untuk menaiki bukit dimana bukit ini juga adalah bukit tempat ia menenangkan pikiranya. Meski motor ia tidak bisa naik butuh waktu yang tak singkat untuk sampai, ia terbiasa menanjaki bukit ini sebab setelah ia merasa capek karena menaiki bukit ini pikiran kosong dan hal hal negatif bisa pergi karena rasa capek ini, namun siapa sangka ia malah menemukan alza yang sedang mengambil gambar itu.
"Loh" satu kata terucap oleh alza mata mereka sama sama tertuju satau sama lain hal yang membuat alza bingung tapi tidak dengan wi. "Bapa eh mas ngapain disini?" Tanya alza dengan ekspresi wajah teheran "oh iya saya lupa ini kan tempat umum jadi bebas sih orang ke sini" lanjutnya dan terlihat dari ekspresi wajah yang tidak terlalu penasaran seperti tadi.
"Tapi kok mas kaya biasa aja gak kaget liat saya, apa jangan jangan mas ngikutin saya? Atau tau kalo saya disni? Kalo tau tau dari mana mas?" Tanya alza seakan menyerang wi dengan rasa penasaran nya itu
"Saya beneran gatau loh kalau kamu sebawel ini, bisa di tanyain satu satu aja gak ketua tim alza?" Jawab wi dengan nada pelan dan tentu membuat alza tidak enak.
"Maaf" jawab alza
"Saya emang sering ke sini kalau saya kalut atau apapun karena saya suka alam, saya seneng banget liat semuanya yang di bawah dari atas sini. Dan mungkin waktu itu kamu ga inget saya tapi saya yang bawa balik cangkir kamu waktu itu" jelasnya
"Oh ya ampun dunia sempit banget, tapi saya waktu itu bener bener ga lihat muka bapa sama sekali maaf pak"
"Iya, kayanya saya uda pernah bilang ke kamu untuk panggil mas aja? Karena agak aneh gitu ya".
"Hehe oke oke maaf lupa mas"
"Kamu seneng banget za ambil gambar? Kenapa ga jadi photografer aja?" Tanya wi. Alza hanya melebarkan senyumannya ketika mendengar pertanyaan itu. "Hehe mau nya juga gitu pak, tapi skill saya saat ini belum mampu buat ngidupin kehidupan saya. Saya soalnya butuh uang juga buat hidup kalau nurutin keinginan sendiri saya takut gagal" jelasnya
"Kamu orangnya lemah juga ya za, padahal kalo di lihat sekilas kamu bener bener terlihat kaya orang ya ga akan pernah mikirin kedepanya dan nurutin ego sendiri gitu, ya isitlahnya meski hasilnya mau gimana pun kamu terlihat seperti orang yang bodoamatan"
"Hehe kalo disuruh mendefinisikan diri sendiri saya masih gatau pak, saya beneran gangerti sama diri saya sendiri. Ya saya lebih mencoba menjalani aja sih"
"Kenapa suka awan?" Pertanyaan yang selalu ditanya oleh orang orang, kini pertanyaan itu muncul kembali sihadapan alza.
Jawaban dari pertanyaan ini bahkan masih belum terjawab dikalangan orang orang yang menanyakan. Dan hanya orang orang yang bisa memasuki kehidupan alza saja yang pasti bisa menerima dan mengerti atas jawaban dari pertanyaan tersebut.
"Secret hehe" alza hanya tertawa dan mulai membereskan beberapa barangnya seakan akan pergi meninggalkan bukit itu.
"Loh uda mau pergi?" Tanya wi