Love Problem

Love Problem
26| Semua tahu



Pagi kembali datang. Kembali juga hari hari normal menacari nafkah. Alza yang pagi itu sudah rapih dan hendak berangkat ke kantor itu sesegera mungkin menyiapkan sarapan terlebih dahulu untuk chan.


"Kak ngapain?" Tanya chan yang keluar dari kamar.


"Masak lah"


"Gak usah, tunggu bentar"


"Apa sih lo"


Ting tong.. ting tong... tidak lama kemudian suara bel rumah alza berbunyi, alza sudah berfirasat bahwa yang datang adalah seorang wihandra. Namun ia tetap penasaran dan sesegera mungkin membukakan pintu.


"Halo good morning!!!" Teriakan pagi wihandra yang tentu saja berbeda dari sebelum sebelumnya membuat alza kaget. "Halo chan, ini sarapan nya di makan ya! Ayo alza kita berangkat nanti telat kamu sarapan sama aku aja di mobil" Lanjut wi yang sambil menarik tangan alza dan membawakan tas yang seperti biasa alza bawa.


Alza yang sadar chandra sudah tau itu mulai menatap tajam mata chandra sementara chan hanya tertawa sambil melambaikan tangan seraya salam pamitan bersama kakaknya itu.


Di dalam mobil, atmosfer pun sangat bagus karena suasana hati wihandra yang saat ini masih sangat bagus. Ia hanya menampikan kegembiraan di hatinya.


"Nih za" Ucap wi sambil memberikan sandwich yang terlihat dari buatan tangan sendiri karena tidak rapih.


"Ini saya makan ada racunya gak?" Tanya alza dengan serius kepada wi dan hanya di jawab dengan tawaan yang terdengar kencang.


"Enggak kok! Saya cuma taruh separuh hati eh gak deh semuanya semua hati saya, saya taruh di situ biar kamu luluh sama saya"


"Duh lebih ke pelet ya pak"


Keduanya mulai memakan dan berbincang bincang hingga mereka sampai di kantor. Berbeda dengan di mobil justru kantor lah yang memiliki atmosfer sangat tidak baik. Semua orang terlihat diam ketika wihandra dan alza datang, mereka enggan menatap satu sama lain.


Wihandra juniar basil. Ia pun tahu jika hari itu pun tiba, hari di mana dirinya diketahui semua orang dan terlebih hari di mana dirinya sakit hati pun di ketahui di sini. Wi hanya tertawa sepanjang jalan menuju ruangan nya melihat semua orang tahu.


Alza yang bingung itu setidaknya hendak bertanya dengan wi, namun seketika ia sadar bahwa sikap wihandra sedikit berbeda tidak tapi kembali ke sikap semulanya. Ia kembali diam tanpa berbicara apapun.


"Kak alza, gue ikut makan siang bareng ya" Teriak kecil varen melihat alza ketika sampai.


"Makan siang sama siapa lo?"


"Alza and the genk lah"


Tidak lama kemudian mia yang berlari kecil sedikit teriak dan mengkode alza untuk sesegera mungkin melihat ponselnya.


Tentu saja alza menuruti itu, alza yang terbiasa tidak membuka ruang obrolan pekerja kantor itu akhirnya membuka. Semua yang keanehan yang wi tunjukan tadi ternyata datangnya dari sini. Tanpa beranggotakan wihandra ruang obrolan itu saling berbicara segala sesuatu tentang wi. Mulai dari dirinya adalah putra kedua dari lendra basil yang mana salah satu pengusaha besar hingga dimana dirinya di tingalkan pada saat hari h pernikahannya berlangsung.


Alza yang tak lama membuka ponselnya itu langsung melihat sekeliling dan sekitar. "Kenapa kak?" Tanya varen penasaran. "Engga ren, eh iya ini laporan yang harus di periksa manajer wi kan ya?" Tanya lagi alza kepada varen "iya gih sana kak periksa dulu ke pak wi".


Tentu saja alza langsung buru buru pergi untuk memberikan laporan sekaligus melihat keadaan wihandra. Tak lama itu ia mulai langsung tanpa berbasa basi membuka pintu, karena ia merasa sudah dekat dengan wi. Ia hanya langsung membuka pintu tanpa mengetuk karena khawatir.


"Aku gak papa za" Satu kata sambutan yang keluar dari mulut wihandra ketika alza sampai padanya saat itu


"Saya gak mau ngecek keadaan bapak kok. Ini cuma mau ngasih laporan yang harus bapak periksa." Jawab alza.


"Oh lagi lagi aku kepedean yah. Aduh wihandra. Oh ya, hari ini aku gak ganggu kamu, kalau mau lunch sama teman teman kamu aku izinin za" lanjut wi.


"Iya pak makas.. "belum selesai menyelesaikan katanya alza langsung berfikir sejenak. "Atuh kenapa saya harus izin ke bapak? Emang bapak siapa saya dih" lanjut alza.


Wi yang melihat tingkah gemas alza itu pun akhirnya pecah tertawa, ia langsung menyuruh alza keluar dari ruangannya untuk melanjutkan pekerjaan.


Lunch:


"Apaan sih kok take away? Lo mau makan di ruang kerja? Uda gila ni orang" tutur mia yang mengomeli alza ketika ia tiba di tempat makan tersebut.


"Iya deh kak aneh banget lu" sahut varen dilanjut dengan omelan zilo yang kaget melihat varen ada di samping alza, "eh bocil lu ngapain?" Tanyanya.


"Gue pengen ikutan makan bang. Sepi banget makan sendirian mulu gue" sahutnya melas


"Uda ajak aja. Bentar ya, lo pesenin gue dulu kaya biasa dompet gue ketinggalan di kantor nanti gue balik lagi" sahut kembali alza yang sambil mengambil beberapa pesanannya dan berlari kecil.


Tentu saja hal yang di lakukan alza sangat membuat keempatnya asing, mereka sama sama melihat satu sama lain dan mengerti, setelah itu mereka hanya memesan beberapa makanan dan duduk di mana tempat mereka akan makan.


"Temen lo kenapa sih bang? Akhir akhir ini aneh banget dah dia" Tanya varen memulai pertanyaan sembari menyenggol sikut deki sedikit.


"Ini bocil masih disini dari tadi ngapain sih ikut- ikutan aja deh" kembali deki meledek varen.


"Uda dek, kesian gaada yang nampung". Jawab mia.


"Bang uda kek elah".


Sikap varen sangat membuat ketiganya tertawa satu sama lain sebab terhibur dengan melihat dirinya pasrah diledeki satu sama lain.


"Lagian juga temen lu aneh banget, pake segala alesan mau ambil dompet, itu dia bayar pake apaan emang ya" mulai zilo.


"Tau, kalau mau ngasih pak handra kenapa ga ngomong aja ya gengsi mulu" sahut kembali mia.


"Kan apa gue bilang beneran kan. Kak alza ada something sama pak wi" celetuk varen.


"Lo aja yang gak sadar bule, eh ngomong ngomong dompet. Jangan jangan emang belum bayar nih si alza, ****** ngasih makan lakiknya pake duit kita" sahut kembali deki.


"Introgasi aja bang tuh orangnya dateng"


Tak lama kemudian apa yang dibilang varen benar. Alza benar benar kembali dari alasanya itu, ia mulai duduk dan meminum seteguk minuman yang di pesan untuk menghilangkan rasa hausnya.


Ia kemudian hanya langsung memakan makanannya tanpa berbicara apapun kepada temanya seraya menghindar setelah melakukan kesalahan.


"Abis nganter makanan ke wihandra kan lo?" Cetus tiba tiba mia tentu membuat kedua mata alza melotot dan sedikit gugup. "Eh bocil liat kakak lo nih! Kalau salting jelek banget" lanjut kembali mia memberi tahu varen.


"Za, tapi lo ga cerita lo masalah kalau dia pernah gagal nikah. Bohong kalau lo baru tahu sekarang" kembali bertanya zilo.


"Iya maaf. Gak ada waktu buat cerita karena chan juga sakit..." belum selesai berbicara deki juga ikut menyuarakan pendapatnya "lo berdua makin deket pas chan sakit kan?" Tanyanya.


"Iya! Iya dia confes sama gue puas lo!" Cetus alza geram.


Keempatnya tentu melihat satu sama lain kecuali varen yang sedari dulu tidak tahu tentang apapun. Ia hanya berdiam seolah tidak percaya apa yang baru saja ia dengar.


Alza yang ragu ragu untuk melanjutkan kaliamtnya itu pun ikut diam karena ia melihat keempat temanya yang masih terpaku satu sama lain.


"Lanjut" seru deki.


"Ya yauda gitu doang".