Love Problem

Love Problem
9| Teh Hangat



Hujan sudah cukup berhenti, namun langit sudah mulai menggelap menandakan hari sudah mulai larut. Sementara dua orang itu hanya terjebak di satu mobil sambil menunggu hujan benar benar berhenti.


"Kamu pindah ke sini ya za, aku yang bawa mobilnya" ujar wi dan dibalas anggukan alza lalu menuntun alza untuk pindah di tempat yang wi tempati saat itu.


Alza hanya diam, ia bingung. Ia kacau sisi lain yang ia bahkan tidak mau orang tahu namun di ketahui oleh orang yang benar benar baru saja ia kenal. Ia hanya diam dan menocba bersikap biasa saja.


"Aku cari warung deket deket sini ya mau cari teh biar anget juga badan kamu, kamu ada alergi atau apa ga? Mau teh atau apa? Asal jangan kopi ya kamu belum makan".


"Teh" jawaban singkat alza dan dilanjut anggukan wi. "Kamu ada selimut atau apa ga di mobil?" Tanya wi dan di jawab hanya dengan gelengan kepala alza.


Lalu wi membuka jaket kulit tebal yang tadi pagi ia gunakan untuk menghangatkan badan alza. "Pake ini dulu deh, jangan kemana mana okey? Jangan di tinggal juga aku nya ya za" kata kata itu keluar dari mulut wi.


Alza yang mendengar itu tentunya tidak percaya sama sekali, wihandra juniar basil yang tadi membentak ia berubah seketika menjadi seperti pacar? Ah tidak tapi melihat kelakuan wi hari ini patut diapresiasi.


Sekali lagi wi berhasil membuat alza sediam diamnya.


Room chat alza and friend


"Diamana lo uda dirumah kan @alza?" -mia


"Belum" -alza


"Gue kesana skrg @deki jemput gue" -mia


"Iya" -deki


"Alza gapapa lo semua gausah khawatir" -kwan


"Hujan kwan, gila ya lo"-mia


"Dia masih bisa di hubungin kok dia gapapa mi"-kwan


"Gue sama pak wi" -alza


"LOH manajer lo?" -deki


"Gimana ceritanya?"-kwan


"Gausah nangis za, gue ke aprt lo. lo pulang skrg"-mia


"Ikut" -deki&kwan


"iya"-alza


"Bau bau ngeteh nih" -deki


Dari jauh sudah terlihat wihandra dengan kantong doraemon nya sudah sampai didepan alza. Dengan tangan kanan dan kirinya memegang susu hangat dan teh hangat, pergelangan tangannya digantungi bingkisan beberapa makanan, dan paper bag roti dan kue yang masih hangat lalu ia gigit karena tidak ada tempat lagi untuk membawa itu semua.


contoh pict:



Ia hanya mengangguk angguk seraya meminta tolong ambilkan paperbag yang ia gigit karena tangan iya penuh.


"Hahh akhirnya lepas juga, sulit ternyata ya" keluhnya


"Lagian kenapa ga tau di bingkisan yang ini aja sih" gerutu alza tetapi sambil tertawa melihat tingkah wi.


"Loh iya ya aku gantungin bingkisan juga di tangan ah lupa gapapa deh" alza mendengar itu hanya tertawa dan meminum sedikit demi sedikit teh yang diberikan oleh wi. "Udah baikan?" Tanya wi dengan pelan karena takut alza tersinggung.


"Iya udah gapapa mau pergi sekarang juga gapapa pak" seru alza dan mengajak wi untuk segera pulang sebab di apartnya sudah singgah beberapa teman teman alza.


"Aku anterin kamu aja ya, nanti dari apart kamu aku bisa naik ojol atau apapun" seru wi dan alza hanya mengagguk sebab badan alza memang sedang tidak baik. "Tapi pak saya masih rada aneh kalo ngomong aku kamu gini maaf ya, gara gara situasi saya yang kaya gini dan pak eh masnya jadi repot. Maaf juga mas bisa rahasiain ini dari siapapun kan" tanya alza dengan tatapan mata penuh harapan terhadap wi.


"Tapi za aku uda nyaman ngomong gini sama kamu gapapa ya" mendengar itu alza hanya bisa membesarkan bola matanya dan kaget akan perkataan yang keluar dari mulut wi. "O..ookey" hanya itu jawaban alza.


Setelah mereka menikmati cemilan yang wi beli akhirnya mereka berdua memutuskan untuk kembali ke perjalanan apart alza.


"Za" panggil wi. "Ya?" Jawab alza


"Kalo hari kamu lagi gabaik cukup inget tingkah aneh aku aja, atau awan awan cantik yang tadi kita liat. Asal jangan inget kejadian tadi, aku tau kamu masih belum mau terbuka dan aku sadar aku cuma orang baru yang lancang. Tapi sesekali kita boleh lepasin semuanya jangan di tahan kita cuma manusia za butuh nangis juga aku juga sering nangis. Aku gatau something apa yang buat kamu trauma sampai sebegini nya tapi kalau kamu butuh aku di kala temen temen kamu sibuk, gapapa za hubungin aku? gunain aku sesekali untuk tenangin kamu ya"


Kata kata itu tentu saja membuat alza membeku, sebab nya ia bahkan tidak pernah mendengar kata kata tersebut selain dari teman temanya. Selama ini ia hanya menahan diri untuk tidak jadi sisi lainya yang tidak di ketahui orang lain.