Love Problem

Love Problem
17| Bertemu pt.2



Flashback Pov keluarga basil


Sudah menjadi seperti tradisi, bahwa pasti ada satu hari setiap minggu keluarga basil untuk makan di luar bersama. Tentunya kebiasaan ini di buat oleh sandy hanya untuk mengeratkan hubungan adik dan kakak diantaranya.


"Kak, kenapa sih akhir akhir ini lo sering diem lagi?" Satu pertanyaan pembuka yang di ucapkan oleh aca kepada wi. "Paling hubungan nya sama cewek gagal atau gak identitasnya ke bongkar terus pindah kantor deh" celetuk sandy untuk menggoda adiknya itu hingga di balas denhan pukulan keras aca.


"Dua duanya" kalimat singkat padat mampu membuat ketiganya diam dan mencoba untuk berbicara serius.


"Soal alza, gue uda ngerasa deket sama dia sebagai teman. Jadi gue tanya tentang status sosial buat antisipasi, tapi kayanya dia cuma nganggap gue rekan kerja biasa, terus alza juga menurut gue tipikal orang kaya nesya bang". Mendengar ucapan wi itu tentu saja sandy sebagai seorang kakak ingin tahu tentang adiknya.


Awalnya pun wi tidak ingin berbicara. Namun wi berfikir bahwa ia dengan alza hanya sekedar mengenal jadi jika di ceritakan pun sudah tidak apa apa dan sudah tidak bisa di kait kaitkan lagi.


Akhirnya tiga bersaudara itu pun mulai mencerna apa yang baru saja wi ceritakan.


"Terus sekarang lo malah gelisah? Nyesel uda nanya kaya gitu ke dia?" Tanya sandy


"Gak tau. Gue sebenernya nanya tentang itu ke alza karena antisipasi aja. Gue beneran gamau kehilangan temen baik kaya alza cuma gara gara status sosial yang gue punya. Gue ngerasa seneng kalo deket alza sama hal nya gue seneng deket lo berdua."


"Terus sekarang lo berdua gimana?" Tanya sandy kembali.


"Buat sekarang gue sedikit demi sedikit memang menajuh dari dia bang, karena gue takut gue nyesel juga nantinya pas dia ninggalin gue"


"Kenapa lo takut nyesel pas dia bakal ninggalin lo? Kan dia cuma temen lo" kini giliran aca yang bertanya. "Dan satu lagi kenapa lo bisa bilang di sama kaya nesya kak? Ah sebel gue denger namanya di tambah namanya mirip sama gue lagi ah" lanjut aca geram.


"Ya sebagai temen, salah?" setelah wi berbicara layangan pukulan yang datang dari aca pun tiba di punggung wi dan wi hanya mengaduh kesakitan.


"Sumpah wihandra juniar basil. Aca kasih tau ya, ini lo namanya lagi denial kak sebenernya aca marah banget sama kakak kalau tiba tiba menjauh tanpa alasan. Aca ngerasa ga adil aja, aca mencoba memposisikan ka alza itu sebagai diri aca. Aca beneran ga suka kalau kakak sama samain aca sama orang lain itu namanya ga sopan. Dan sekarang malah tiba tiba kakak yang menjauh. Kak setiap orang itu berbeda kalau pun ada kesamaan di antaranya pasti jumlah perbedaannya lebih besar jadi kakak jangan jahat sama orang lain."


"Menurut gue lo emang jatuh cinta pada waktu yang salah aja wi. Lo berfikir diri lo baru aja patah hati dan ga berhak cepat cepat di cintai apa lagi mencintai. Tapi kenyataanya hati lo yang cepat jatuh hati lagi dan lo ga sadar itu." Sahut sandy


"Udah lah capek nanggepin kakak lo ca. Ayo masuk mobil gue semua kita cari makan". Lanjut ajak sandy kepada adik adiknya yang secars tak langsung menyudahi percakapan mereka tuk segera pergi makan malam keluarga tersebut.


"Kak jangan ke resto yang kaya biasa ya, kali ini kayanya mending ke yang sederhana aja" sahut aca dan di setujui oleh wi


Setelah sampai mereka di sana. Mereka pun duduk dan mulai memesan setelah beberapa menit yang lalu mereka berpapasan dengan seseorang yang sangat tidak terduga. Mata wi tak lepas pandangan terhadap alza yang sedang memanjakan dan bercanda dengan han dan adiknya itu.


"Kak wi. Mereka juga punya privasi jangan di lihatin gitu, nanti kesannya lo kaya lagi nguntit mereka tau" ucap aca yang melihat kakaknya tampak khawatir terhadap alza. "Dia kayaknya abis nangis, atau ga?" Gumam wi berbicara sendiri sambil melihat alza kembali.


"Tapi kalau di pikir pikir si hanza kok brengsek ga kasih tau gue dia" celetuk sandy tiba tiba memberhentikan makanan nya. "Tapi kakak yakin ga pernah ketemu kak alza gitu? Siapa tau emang lo kenal tapi lupa kak" ucap aca terhadap sandy.


"Iya ya? Coba deh ajak ngopi ntar" tuturnya.


Berbeda dengan keluarga basil. Alza, han dan chan justru menikmati waktu mereka bersama. Mereka kembali bercanda mengenang masa masa di mana mereka masih kecil. Mereka melupakan sejenak masalah untuk bercanda bersama. Jika di lihat dari jauh mereka memang terlihat seperti manusia paling bahagia di muka bumi, namun tidak dari dekat.


"Bang han abis ini ke supermarket ya, temenin gue belanja sekalian." Ucap alza dan hanya dibalas anggukan kepala oleh han.


Selesai dua keluarga itu makan pun keduanya berisap siap untuk pergi. Han bersiap siap untuk mengantar alza ke supermarket yang masih buka. Namun selangkah ia ingin pergi, sandy lebih dulu mencegatnya.


"Mau kemana lo buru buru amat ga pamit ke gue" tutur sandy kepada han.


"Lah iya gue lupa lo juga di sini san hahaha. Kita lagi buru buru nih duluan ya" pamit han kepada sandy namun malah di tarik kembali olehnya.


"Lo belum cerita apa apa ke gue mau kabur" Bisik kecil sandy si telingan han membuat han sedikit terganggu. "Kalian mau kemana kok buru buru banger?" Lanjut sandy kini giliran bertanya kepada alza.


Alza yang kaget tiba tiba pertanyaan tersebut mengarah kepadanya terlebih wajah sandy dan wi terlihat menunggu jawaban atas pertanyaan yang tadi ia lontarkan. "Oh anu ini bahan makanan di apart saya uda banyak yang habis jadi mau mampir dulu ke supermarket pak" jawab alza tentunya dengan rasa ragu ragu karena ia baru pertama kali berbicara dengan sandy.


"Ini masih jam delapan masih sore banget tau, ngopi dulu aja mau gak?" Tanya sandy memberanikan diri.


"Oh gausah gapapa pak beneran" jawab alza.


"Alza ini ada atasnya masa nolak sih" jawab kembali sandy yang menggoda alza dengan iming iming jabatan tentu saja jiwa jiwa budak korporat dalam dirinya semakin membuatnya patuh dan menganggukan kepala.


"lo beneran parah ya pake bawa bawa jabatan segala, lagi pula dia baru sampe dari bandung san. capek!" keluh kesal han seakan sedikit marah kepada sandy.


Wi dan aca yang mendengar pun sedikit merautkan wajah kesalnya terhadap kakak pertamanya itu. "Alza maaf ya saya beneran bercanda, oke lain waktu aja gapapa"


"Sekarang juga gapapa pak, kayanya masih ada waktu sedikit juga" jawab alza tiba tiba dan membuat chan dan hanza kaget bersamaan.


"Wah asik, oke kita ke caffe hesa aja ya han. Oh ya kalau kemaleman wi lo telepon in'food(supermarket milik perusahaan U&e) cabang terdekat aja buat suruh tutup agak malaman". Wi yang mendengar itu semakin kesal dengan sandy yang mempergunakan nama basil nya itu seenaknya.


"Yaampun gausah pak makasih banyak. Besok masih hari minggu jadi bisa pagi pagi untuk beli" ujar alza.


Mereka pun menuju ke caffe hesa dengan menggunakan mobil masing masing dan membawa keluarga masing masing.