Love Problem

Love Problem
2| Orang baru



Wihandra juniar basil pov:


Pagi itu adalah pagi tersibuk bagi keluarga basil, siapa yang tidak tahu basil'family. Mereka adalah keluarga yang bahkan sedari kecil tidak takut akan hidup karena di hadiahi hadiah kelahiran berupa saham.


U&e adalah perusahan fashion terbesar Lendra adipanji basil yang tidak lain adalah ayah dari Sandy chalvinio basil dan wihandra juniar basil juga acarifta nesia basil.


Wihandra adalah orang yang tidak mau identitas keluarganya itu terkenal ia sering kali berpindah pindah kantor ketika identitasnya tersebar luas. Singkatnya ia hanya mau berusaha sendiri dengan namanya tanpa ada basil di belakangnya.


Kakak wi juga sama sepertinya mereka berdua sama sama keluar dari lingkup keluarganya. Sandy kakak wi memiliki agensi dan dj dalamnya tentu di isi oleh artis dan penyanyi yang cukup terkenal. Kegilaanya terhadap seni mampu membuatnya keluar dari perusahaan u&e. Sedangkan adik wi, aca merupakan satu satunya adik perempuan yang sedang berkuliah jadi tidak ada kewajiban bagi aca untuk menaungi perusahaan, selain itu bontot ini juga kesayangan bagi kakak kakaknya.


sedangkan wi hanya mencoba berpindah pindah kantor untuk menutupi identitaanya.


"Kak ikut ya sampe depan kampus" kalimat yang setiap hari di ucapkan oleh aca adik wi. "Aca gamau pake supir plisss" lanjutnya seakan memohon kepada wi.


"Ajak aja wi, ribet emang adek lo" sahut sandy dan di sahuti lagi oleh aca "adeek lo juga gue"


"Sama supir aja sih emang kenap..." belum selesai wi bicara aca langsung memotong omongan "soalnya kalo sama kakak aca disangka punya cowo, kalau sama ceo muda di sana tuhh gue di sangka simpenan om om, terlebih orang orang ribet 'wahh tuh sandi ceo dari shadow entertainment' " cerocos aca membuat wi tertawa.


"Gue kan ceo muda kok temen lo ngiranya gue om om sih ca" tanya sandy penasaran "lagian kenapa lo mau dibilang kalo si wi pacar lo?" Lanjutnya


"Gapapa gue ada lagi di deketin sama seseorang, tapi gue ga suka jadi ya biar aja di anggap kak wi pacar gue gaada yang kenal juga dia kan misterius ga kaya lo masih muda uda kaya om om" ledek aca sambil berlari ke arah wi seakan bersembunyi dari kejaran kakak pertamanya itu. "Uda bawa adek lo tuh wi, oh ya beneran pindah ke adroe lo?"


"Iya, uda gue berangkat ya telat nih. Belom lagi nganterin princess si lama" pamit wi kepada kakaknya.


"Yeayy!! Bye om om!" Ledek aca sebelum berangkat.


"Kalo sempet mampir ke kantor gue"


"Yaa"


Dering ponsel alza di pagi hari cukup mengganggu kenyaman tidur nya pada saat itu tidak lain adalah mia dan deki yang sudah di jalan menuju kantor mereka.


Sambungan telepon:


"Zaa uda di mana? Kalo uda di kantor gue mau nitip kopi ya"


"Apa? Hah anjir jam berapa" suara mia menyebut kantor cukup mengagetkan alza pasalnya alza kesiangan pada hari senin pagi.


"Lah kok oon banget sih, uda buruu gausah mandi lah uda jam berapa ini" omel mia terdengar sambil merapihkan make up nya di mobil deki.


"Titip kopi ya gue latte kaya biasa, sama sandwich juga boleh deh gue di apart soalnya ga masak apa apa, tolong yaa gaiss mwahh"


"Kok jadi gue yang beli kan gue mau nitip lo bener ben.." belum selesai omelan mia sudah di tutup kembali telpon mia oleh alzaa


"Duh bener bener deh ki temen lo" gerutu mia yerhadap deki


Pagi itu cuaca atmosfer kantor seperti biasanya. Senin pagi yang merupakan hari paling malas bagi orang orang pencari nafkah seperti kita. Huft melihat awan nya saja sudah malas untuk pergi bekerja, tapi apa boleh buat jika tidak bekerja tidak bisa juga menghidupi kehidupan.


"Pagi kak alza" sapaan pagi yang menyambut alza itu adalah varen junior alza di kantor, varen merupakan anak magang baru beberapa bulan di kantor alza. "Kak ini tadi sekalian lewat kantor gue beliin latte buat lo kak" lanjutnya.


memang terlihat kasar. Namun hal itu ternyata alza yang meminta, meminta varen berbicara dengan santai kepada alza karena alza lebih nyaman untuk berbicaea santai. Tentunya awal bertemu alza varen pun sama dengan sebagian orang yang telah bertemunya. Sama sama menganggap alza itu menyebalkan karena terlihat galak. Namun, Seiringnta berjalan waktu mereka bahkan terlihat seperti adik kakak di kantor.


"Pagi pagii, thank you ya" setelah alza menyapa dan mengucapkan terima kasih kepada varen datanglah mia dan deki membawa kopi yang baru saja mereka beli. "Nih kopi lo, lah ini kopi tadi ngapain minta gue beli"


"Oh itu dari hansol"


"Yauda nih makan sandwichnya kopi lo gue kasih kwan aja gausah sok sok mau dua kebanyakan kafein mati lo" ketus mia kepada alzaa dan di jawab hanya dengan tertawa alza.