
Flashback alza take away food:
"Di makan ya" tutur alza yang tiba tiba masuk keruangan wihandra dan melihat wi hanya tertidur di kursinya.
Wihandra yang melihat itu langsung sesegera mungkin mencegah alza yang hendak pergi setelah meletakan makanan tersebut, ia menggenggam tangan alza perlahan untuk menahanya di sisinya.
"Katanya gamau ganggu saya hari ini? Lepas dong tangan saya nya" sahut alza ketika melihat wi memegang kedua tanganya.
"Emang siapa yang mau ganggu kamu? Orang aku cuma pegang tangan kamu kok, lagi pula aku mau tidur capek" tutur kembali wi.
"Bapak gak butuh saya beneran? Gamau ngobrol apa apa juga ke saya?" Tanya alza sekali lagi
Wihandra yang tahu arah atau maksud omongan alza ke mana ia mulai kembali menutup diri dengan membuat alza risih dengannya. Ia tahu bahwa ini adalah satu satunya cara yang bisa membuat alza pergi sesaat darinya.
"Kamu kenapa selalu lucu deh. Jangan salahin saya kalau saya gak bisa lepasin kamu.." sesaat setelah alza berbicara wi hanya mengikuti kata hatinya sesegera mungkin memeluk alza.
Alza yang tiba tiba di peluk itu pun tentu saja kaget dan gugup, jantungnya mulai berdetak cepat bahkan wajahnya pun sudah tidak bisa dikondisikan ia seakan hanya ingin hilang dari hadapan wi tanpa terlihat.
"Emang saya uda izinin ya peluk peluk gini?" Tanya alza yang kesal dan sedikit gugup.
"Dua menit za" tutur wi dan alza hanya membiarkannya.
...****************...
"Ini tuh beneran gue gak tau apa apa ya kak? Dari tadi lo cerita gue cuma bisa terkesima tau ga sih kak. Kaya kok bisa ya?" Kata varen yang sedari tadi hanya mendengarkan cerita alza.
"Gue beneran gak tau dia di tinggal nikah za. Gila tu cewek ya wah panas nih gue" sahut kembali mia.
"Ya gitu deh kurang lebih, gue gak tau pasti"
"Tapi kok lo di sini? Harusnya dia butuh lo ga sih kak?"
"Gapapa ren, biasanya emang orang kalau lagi kalut butuh sendiri. Gue uda nemuin kok tad.." belum sempat di lanjutkan beberapa teman alza yang sedari tadi menampilkam wajah menjengkelkan itu sangat menanti nanti untuk menjahilinya. "Apa gue bilang tuh nasi buat wihandra" teriak sedikir deki.
"Ngomong ngomong nyatain cinta, kenapa ga lu terima pak handra? Biasanya kan lo selalu penasaran dan gunta ganti cowok buat nyadarin perasaan lo yang labil" sekarang giliran kwanzilo yang berbicara. "ada rasa juga kan lo sama dia?" Lanjut mia.
"Wah gue merasa berdosa deh masuk circle kalia.." ucap varen dan dilanjut dengan pernyataan alza secara tiba tiba. "Iya" satu kata itu saja sudah cukup meyakinkan ketiga temannya.
Kelima nya hanya kembali menatap makanan mereka masing masing masing seolah tak terjadi apa pun, kecuali varen. Tentu saja ia merasa shook sebab dirinya yang sedari awal tidak pernah tahu tentang semuanya. Kini harus mendengar pernyataan alza yang menurutnya sangat gila.
Wajah yang seolah tidak percaya, mata yang hanya melototin alza, hingga mulut yang tidak berhenti menutup sejak pernyataan alza tadi.
"Nih sayangku makan ini aja ya, ya ampun kasian banget ini adek lo za sampe melongo gitu" ucap deki.
"HAHAHAHA!!" suara tawa bersama yang menertawakan tingkah varen dan deki