Love Problem

Love Problem
1| Friendship



"Lo beneran gapapa kan za?" Tanya zilo yang mulai khawatir melihat alza diam tanpa bicara sepanjang perjalanan pulang."gue gapapa, gue uda curahin isi hati gue ke langit langit yang lagi cantik cantiknya tadi" jawab alza yang tiba tiba terlihat senang.


Alzanaya kayyana rizqy, kwanzilo erlangga, dekhian syahputra dan mia anindhiya mereka berempat memang sudah berteman 8 sampai 10 tahun. Akrab karena sekolah yang sama mereka berkumpul kembali dalam ruang kerja yang sama untuk saat ini setelah lama berpisah satu sama lain.


Alza yang memiliki kepribadian tertutup dan tidak bisa di tebak itu bisa mebuat teman teman mereka sabar dan selalu benar benar ingin mendukung apa yang terjadi kedepannya.


Mia, mia adalah orang yang sangat posesif terhadap alza. Mia baik, mia care mia terlalu ingin melihat alza menemukan kebahagian yang sedari dulu ia cari. Meski terlihat heboh mia juga perempuan ia paham betul perasaan alza dari dulu hingga kini.


Deki dan kwan, mereka berdua sama sama penghibur alza namun bisa menjadi orang tua alza, bagaimana bisa? Ya karena mereka terlalu seperti orang tua ketika menceramahi namun mereka tetap menjadi sahabat alza.


"Za lu mah bener bener ih. Jangan kaya gitu lagi ih za gue mah bukan apa ya, serem anjir lu di bukit tendaan tidur tiduran di rumput apa kaga di gigit uler di sono" cerocosan salah satu sahabat mereka bukan lain adalah deki si paling seperti anak kecil tapi paling perhatian terhadap sekitar. Biasanya atas kata kata yang ia keluar kan dari mulutnya itu membuat semua tertawa karena dibilang bodoh pun jabatanya lebih tinggi dari yang lain tapi beneran bodoh kalau lagi sama mereka.


Alza yang sedari tadi hanya tidur pun mulai mendengarkan dan kembali dari sandarannya. Ya alza memang seperti itu di mana pun dan kapan pun harus ada sandaran untuk tubuhnya, seakan tubuh nya lelah setiap hari tanpa sebab. "Pantai yu uda lama ga mantai" satu kalimat alza membuat semua heboh dan mengiyakan ajakannya.


"YAHOOOOO.... akhirnyaa wekeend gue ada yang bermakna juga gaiss" teriak mia kegirangan ketika mereka telah sampai di pantai itu.


"Tapi beneran deh gue kalo ga nyari lo kesini juga pasti gue lagi scrool toktok dirumah" sahutan dari mulut kwan mengarah kepada alza. "Ya berarti lo nyari gue ada untungnya dong" sahut alza


"Lo kalo kaya gini aja nyaut"


Merka berempat hanya berlari, bermain, dan mengobrol sepanjang hari seakan mengenang waktu mereka dari waktu ke waktu sekaligus memanfaatkan kebersamaan karena kesibukan masing masing yang mereka jalankan.


Alza dari tadi hanya duduk di pasir sembari memainkan pasir dan air, hingga teman temanya mendekat kearahnya, satu persatu mereka mulai mengenang dan tertawa satu sama lain dan menceritakan hal hal gila lainya.


"Gue tau semua hubungan yang lo jalanin selama ini palsu za, lo ga galau, lo gak merasa bersalah, lo gak merasa di tinggalkan. Gue tau ini cuma jadi alasan lo doang kan. Gue tau lu cuma mau istirahat dari masa lalu, tapi za come on banyak cara lain yang bisa sembuhin lo dari hal hal brengsek lainya, tapi jangan sendiri kaya gini lagi ya za? You have me, deki dan mia kita lebih suka kalo lo cerita kaya dulu ke kita. Semenjak si brengsek lo jadi lupa caranya menyelesaikan masalah kaya apa"


sepatah dua kata di ucapkan oleh kwan, seperti biasa ini adalah cara mereka untuk membujuk alza kembali ke alza yang dulu. Tidak hanya kwan yang lain pun sama seperti kwan mencoba untuk membujuk alzaa.


"Kita di sini za ga kemana mana. Ga ninggalin lo. ya paling nanti ditinggal kawin sih, tapi ya gaada salahnya buat cerita ke kita ya" sambung mia dan di sambung kembali oleh deki "iya za kaya dulu lagi ya yaampun kita mellow mellowan nih ah" deki mencoba mencairkan suasana yang dari tadi telah di bekukan oleh kata kata kwan.


"Makasih semua, tapi beneran gapapa gue ini, dan ya emang gue ga ngerasa sedih sama sekali soal gue putus kemarin. Tpi gue cuma kecewa aja karena gue berusaha untuk membangun hubungan yang siapa tau bisa buat gue percaya mi, tp akhirnya sama juga dan gue kesini juga cuma buat istirahat aja kok kalian jangan khawatir gitu. oh iya satu lagi mi jangan ngomong kaya gitu ke gue. Gue masih ga percaya sama janji untuk ga meninggalkan hahaha"


"Gue ga bilang janji,gue bilang faktanya ah tau ah uda maen air aja kita lah pulang abis ini" kesal gerutu mia ketika mendengar tanggapan alza namun dihibur kembali oleh kwan dan deki hingga mereka tertawa bersama.


Begitulah minggu yang dihabiskan oleh para budak korporat sebelum menghabiskan pengamdiannya ke pada kantor.