
Sesampainya mereka di sana. Mereka langsung menempatkan tempat duduk yang mmebuat mereka nyaman.
Pada hari itu. Sama seperti hari hari biasanya, hari dimana teman teman wi pasti berkumpul di caffe hesa. Hari itu ada Jun dan shayan. Hanya ada mereka berdua, setelah melihat kedatangan dari dua keluarga tersebut mereka berdua langsung cepat cepat berpindah ke meja yang sedikit agak jauh.
"Rada ngeri ya jun, itu juga bang han ngapain anjir sama alza" ucap shayan yang heboh melihat dua keluarga tersebut.
"Gue beneran bakal jegat si wi sih abis ini. Bakal seru banget nih gosip sampe malem" jawab jun meladeni omongan yang baru saja shayan bicarakan.
Keduanya sangat bersemangat melihat dua keluarga yang duduk bersama di caffe hesa seakan telah pada tahap makan malam keluarga.
Di samping itu, ada alza dan wi yang juga gugup. Karena mereka berdua terlihat sangat canggung semenjak kejadian terakhir mereka bertemu. Bola mata yang mencari cari, keduanya sempat sedikit menatap satu sama lain namun kembali menatap yang lain.
"Lo ngapain sih ah ribet, pake acara ngopi ngopi segala uda gitu ramean gini. Harusnya tadi lo sekalian bayarin aja makanan gue" gerutu han yang sebenarnya sejak tadi tidak nyaman jika harus membawa chan dan alza berada di ruang lingkup pertemanan nya.
"Emang kenapa sih. Orang alza aja gapapa lo malah yang heboh" jawab sandy sambil mengangkat alis mengarah kepada alza seraya berbicara juga kepadanya. "Lo juga belum cerita sama sekali kalau lo kenal sama alza ya han, wi juga! berarti lo berdua sama sama tahu tapi kok ga cerita" Lanjut sandy.
Penyataan yang baru saja di bicarakan sandy tentu saja membuat seisi ruangan caffe ini sontak merasa kaget (kecuali chan). Jun dan shayan sama sama memandang satu sama lain membesarkan bola mata mereka yang kaget akan peryataan itu.
Hesa yang baru saja ingin duduk bersama jun dan shayan pun ikut memutarkan bola matanya. mereka sama sama tidak percaya bahwa dunia memang sesempit ini.
"Gue juga baru tahu baru baru ini bang itu juga dari alza, dan gue baru banget tahu tadi dari bang han kalau mereka sepupuan" Jawab wihandra tentunya jawaban itu kembali membuat semuanya terdiam bahkan benar benar tidak bisa berkata kata.
"Tolong pegangin gue, gue spicless jun woy tolong" ucapa shayan sesaat mendengar pernyataan wi.
"Diem yan gausa heboh, ntar lo di gaplok hesa" sahut kembali jun sambil serius mendengarkan percakapan dari kedua keluarga tersebut.
Hesa yang segera mengambil pesanan dari meja sandy itu pun segera menghampiri meja tersebut untuk memberi semua pesanan yang telah di pesan.
"Bang kata gue sih omelin aja habis habisan si wi sama bang han, parah banget penipuan publik itu bang" ucap hesa menggoda hanza dan wi yang sedari tadi menampakan wajah yang sangat serius. Mendengar hal itu mereka hanya tertawa satu sama lain.
"Yauda sory dah. Sekarang uda tahu ini kan" sahut hanza tanpa dosa sembari meminum coffe yang ia pesan barusan.
Aca dan chan yang bosan melihat obrolan yang bahkan ia tidak mengerti itu pun mulai pergi menjauh. Chan yang hanya menunggu di meja sepi sambil membaca buku yang ia bawa kebetulan, sedangkan aca hanya melihat lihat beberapa varian cake untuk ia coba.
"Alza sekarang juga uda tahu kan jadi mohon di rahasiakan ya, kalo gak nih bocah tengil bakal pindah kantor lagi" Seru sandy sembari menatap wi dan dibalas dengan gumaman kesal wi terhadap sandy "apansi bang malu".
Alza hanya menanggukan kepalanya dan mencoba menjawab santai beberapa pertanyaan yang di tanyakan oleh sandy, ke empatnya mulai mengobrol satu sama lain.
Hingga jam menunjukan pukul 21.00 Dimana alza harus segera ke supermarket terdekat dan membeli semua bahan yang ia harus beli. Pikiran nya mulai bingung karena hanza dan sandy sangat asik mengobrol, sementara wi malah memilih untuk duduk dengan teman temannya.
Dengan sangat hati hati alza menarik narik sedikit lengan baju kemeja hanza ketika sandy lengah. Ia mencoba berbisik kecil seperti anak kecil yang merengek untuk pulang. "Bang hayu pulang" bisiknya.
Hanza yang melihat itu pun sadar akan sikap alza yang sudah mulai tidak nyaman, sesegera mungkin ia mencoba pamit terhadap temanya itu. Wihandra pun begitu, yang walau sudah berpindah tempat ia selalu memperhatikan alza. Ia juga sadar bahwa alza merasa tidak nyaman dan ingin pulang. Namun, ia hanya memeperhatikan nya dari jauh hingga alza dan hanza pulang.
"Gue pulang duluan deh. Ngopi ngopi nya udah kan? Kasian nih si chan pasti capek banget belum lagi nanti kita mampir supermarket." Tutur hanza kepada sandy.
"Ya kan uda gue bilang kalau mau ke super market.." belum sempat sandy berbicara hanza sudah lebih dulu menarik tangan alza dan chan untuk pergi dari caffe tersebut. Sementara alza dan chan hanya sedikit menunduk memberi salam seraya pamit kepada mereka.
Mereka langsung menuju mobil untuk cepat cepat mencari supermarket yang kira nya masih buka. Sedangkan sandy hanya terlihat kesal dan menggerutu kepada semua teman wi. "Si han kebiasaan deh ya"
"Uda bang elah jangan terlalu maksa gitu deh mentang mentang lo punya duit" sahut wi kesal terhadap kakaknya itu.
...****************...
Setelah hanza dan alza meninggalkan caffe tersebut. Semuanya berkumpul menjadi Satu meja, bahkan hesa pun ikut mengumpul di satu meja tersebut meninggalkan pekerjaannya untuk di ambil alih oleh karyawan nya.
Teman teman wi yang melihat wajah wi seakan marah terhadap kakaknya itu tentu saja sangat khawatir, aca yang sedari tadi menyimak obrolan mereka pun ikut datang dan membuat semuanya membaik.
"Kak sandy nih emang ga bisa kayanya ya ga memamerkan kekayaan" gerutu aca kesal terhadap sandy sambil memukul kecil kakaknya itu. "Lain kali jangan kaya gitu bang, dia kolega gue bukan semata mata bawahan yang rendah" lanjut wi kesal.
"Yaiya maaf kan gue gatau, lagi pula maksud niat gue ga gitu kok. Gue cuma sekedar mau ngebantu aja ah lo paham deh" seru sandy sembari meminum coffe yang ia pesan barusan.
Melihat suasan kembali dingin sebab wi terlihat masih marah kepada sandy, teman teman wi pun mencoba mencairkan suasana untuk meredakan topik yang baru saja mereka keluhkan.
"Kok bisa ya bang han punya sepupu kalem gitu kaya alza, dia nya kan tengil banget" kini giliran jun yang menyuaraka pendapatnya. "Beda emak bapak jun masih masuk akal" sahut kembali shayan.
"Tapi gue juga beneran kaget banget tadi pas gue tahu kalau tu cewek alza, dalam hati gue cuma mikirin gimana bisa hanza nikung adek gue" ucapan sandy itu sangat sangat berpengaruh pasalnya mereka langsung tertawa setelah mendengar omongan yang ia katakan tadi.
...****************...
Lain dari yang lain, hanza yang sudah memulai mengemudi untuk pergi ke supermarket bersama chan dan alza itu malah menggerutu di mobil akibat ulah yang telah dilakukan sandy tadi.
Sepanjang perjalanan alza dan chan hanya mendengarkan seluruh keluh kesah yang dikeluarkan oleh hanza hingga sampai di supermarket
Untungnya masih ada beberapa yang memang buka hingga malam sehingga mereka bertiga masih bisa memilih milih barang yang ingin di beli.
"Uda bang, gue gapapa mending lo ambil beberapa cemilan sana biar kalo ke apart gue lo ga ngambisin cemilan gue" ucap alza kepada hanza yang bahkan sudah sampai toko pun masih menggerutu. "Iya juga. Yauda"
Ditengah tengah hanza meninggalkan alza untuk mencari beberapa cemilan untuk dirinya, chandra adik alza pun kembali sembari membawa makanan dan barang yang ia ingin beli.
"Kak yang tadi beneran kaya banget mereka bertiga?" Tanya chandra yang pensaran sambil mengambil alih dorongan belanja dari alza untuk ia dorong.
"Hahaha ntar lo kalo uda masuk dunia kerja juga ngerti chan seberapa miskin kita. Tapi jangan lo jadiin acuan untuk ga bersyukur, ada baiknya kalau mereka lo jadiin contoh untuk lebih kerja keras lagi" jawab alza.
"Tapi gue beneran ga kepikiran untuk iri apa lagi ga bersyukur pas tahu mereka sekaya itu kak, karena gue ngerasa setiap lembar yang lo hasilin dari lo SMA untuk gue itu uda lebih dari cukup banget buat gue" Jawab kembali chandra dan membuat alza melirik kedua matanya lalu mereka tertawa seakan tidak percaya apa yang baru saja mereka bicarakan. "Aduh ketawa ketawa ga ngajak ngajak gue nih" sahut han.
"Tapi bang han, kok lo bisa temenan sama dia bang?" Tanya chandra penasaran.
"Bisa lah. Panjang ceritanya, males gue cerita. Tapi intinya mereka baik sebenernya cuma kadang emang gitu sengklek otaknya kalo lagi ngomongin duit" jawab han.
"Tapi bang, gue lebih suka bang josh ketimbang lo. Dia sabar banget ngadepin temen usil kaya lo kok bisa si bang, lo bangun perusahaan sama bang josh, masih ga abis pikir gue apa ga ngebatin dia bikin perusahaan bareng lo" ledek alza dan di iringi canda tawa bersama.
"Iya ya sian banget si josh" Timpalan hanza itu tentu saja membuat ketiganya tertawa terbahak bahak.
Bisa dibilang sebagai pepatah panjang umur. Hal yang tidak terduga datang, joshua yang baru saja mereka omongi tiba tiba ada di depan ketiganya ketika mereka mengantri bersama untuk mencicipi strawberry.
"Sumpah merinding gue" Ucap hanza yang membuat josh pun kaget tidak menduga bahwa dihadapannya telah ada seorang hanza. "Lo ngapain joshua tengah malem" Tanya hanza.
"Lah lo sendiri? Ah engga deh lo sama siapa di sini, punya pacar ga bilang bilang lo" ucap josh yang membuat hanza tertawa dan memperkenalkan alza dan chan kepadanya.
"Han jangan bilang alza yang itu?" Tanya kembali dan di balas dengan anggukan ketiganya. Reakasi yang ditunjukan tentu saja seperti teman lainnya ia merasa kaget dan tidak percaya. "Sempit banget ya dunia, ini sandy dan wi tau?" Tanya kembali ia.
"Barusan banget diajak ngopi di caffe si hesa gue sama dia, lo jangan ngajak gue ngopi lagi ya cuma gara gara pengen tau tentang si alza. Nyiksa lambung gue lo namanya" gerutu hanza kepada josh yang ditanggapi hanya dengan tawaan.
"Enggak lah uda malem, kalian juga mau istirahat kan. Kapan kapan aja kita ngopi ya alza ya mau kan?" Tanya joshua mengarah kepada alza tentu saja alza juga mengiyakan ajakan joshua tersebut.
Ketiganya pun sudah sampai dengan selamat sentosa di apartemen alza, alza yang baru saja sampai dari bandung itu segera membereskan barang barang adiknya. Sedangkan chandra langsung tertidur karena rasa capek yang ia dapat hari ini.
"Gila bang untung besok minggu ya, Ada istirahat juga gue seharian dirumah. Oh ya lo mau balik apa mau nginep sini"
"Gatau liat ntar aja za kalo gue ga cape" jawab hanza sambil menggunta ganti channel tv yang ia tonton.
"Kalo kata gue bang, rumah lo jual aja dari pada ga kepake. Nginep mulu lo di rumah gue" gerutu alza
"Jangan lah. Ntar kalo lo di pecat ga mampu bayar sewa apart kan ada rumah gue" cetus hanza dan hanya di jawab dengan lemparan bantal oleh alza.
"Tapi bang, bang josh baik banget kan ya tadi. Orang baik kaya dia kok ga punya pacar sih?" Tanya candaan alza kepada hanza. "Dia setia sama gue menemani gue menjomblo" jawab hanza
"Lo sama kak ajeng gaada niatan balikan? Gue suka tau bang sama dia, dia baik" lanjut keusilan alza
"Uda diem za, gue mau tidur bareng chandra aja lo beresin semuanya bye" Jawab hanza seakan mengalihkan pembicaraan dan hanya pergi tidur.
"Yailah baper lo, orang kaya gini biasanya masih ada rasa" teriak alza untuk menjaili kakak sepupunya itu dan kembali layangan bantal itu terjun ke wajah alza.