Love Problem

Love Problem
25| Sehat



Tak terasa sudah 4 hari berlalu, semua rangkaian kegaiatan medis yang telah di jalanin chan akhirnya pun selesai juga. Seperti sedia kala wihandra adalah orang pertama yang menjemput chandra tanpa di suruh.


Tidak ada perubahan sama sekali, dalam empat hari hubungan mereka masih di tekankan pada alza yang selalu diam dan wihandra yang berusaha untuk mendapatkan alza.


"Haii jagoan!! Ayok pulang kita main ps" teriak dari arah luar terdengar cukup keras, siapa lagi kalau bukan hanza. Selama empat hari terakhir ia tidak sempat mengunjungi alza dan chan di rumah sakit sebab masih ada problem pekerjaan yang harus ia urus. Kali ini sewaktu mereka bersiap siap untuk pulang hanza pun datang. "Loh ada lo kok wi?" Tanya hanza.


"Panjang ceritanya, uda buruan ayo bang. Mobil lo parkir di mana?" Tanya alza buru buru sembari menarik tangan hanza untuk pergi.


Di sisi lain ada wihandra yang bingung. Sebab ia ke sini adalah untuk menjemput mereka pulang dengan mobil yang ia bawa, Alza yang menarik tangan hanza pun kini di tarik juga oleh wihandra.


"Loh aku gimana? Kan aku yang akan anterin pulang kalian za" keluh kesal wi dengan menunjukan mata yang iba.


"Yauda bapak pulang aja pak. Oh ya sekali lagi terima kasih banyak" ucap alza dan tidak di hiraukan oleh wi yang masih tetap memegang pergelangan tangan alza.


Hanza yang melihat pristiwa yang menurutnya asing itu pun secara tidak langsung ia bingung. Ia mulai memainkan matanya yang saat itu bertemu dengan chan. Mereka saling mengangkatkan alis seraya berkode satu sama lain.


"Yauda biar ga mubazir. Ayok chan ikut gue, biarin kakak lo nyusul pake mobil wihandra" Ajak hanza dan sesegera mungkin di iyakan oleh chan lalu mereka cepat cepat meninggalkan alza.


Wihandra yang saat itu masih memegang tangan alza pun ikut senang mendengar perkataan hanza barusan sebab ia masih bisa memiliki waktu lebih lama lagi bersama alza. Alza hanya menahan kekesalan yang ia dapat hari ini.


...****************...


Di mobil hanza, hanza hanya menggerutu tentang apa yang ia barusan lihat di ruangan rawat inap itu. Ia mulai bertanya tanya kepada chandra apa yang sebenarnya terjadi barusan dengan keduanya.


"Kayanya sih kurang lebih. Pa wihandra itu confes ke kakak, tapi dia ga jawab terus pak wi bilang dia mau kenal lebih dulu sama kakak, terus kakak mengizinkan untuk pdkt tapi kakak juga ga janji kalau bakal suka balik sama pak wi. Gitu sih bang kurang lebih" jelas chandra.


"Ini kok ribet banget sih, dan kok lo tau aja sih chan? Kakak lo cerita?" Kembali bertanya hanza.


"Ya kali bang, kakak cerita? Dia di rawat karena dbd aja abang tahu dari temen temennya kan?"


"Iya juga suek emang kakak lo. Terus kok lo tau chan?"


"Ya yang sebelum nya juga gitu terus ujung ujungnya kalau kakak uda suka, cowoknya bilang 'sorry za aku rasa aku salah pilih kamu'. Atau gak kalau kakak belum bisa suka sama cowoknya dan cowoknya nyerah gini 'sorry za aku beneran gabisa nunggu lagi' gitu" jelas chandra memeragakan sedikit gaya lelaki lelaki yang dulu bersama alza.


"HAHAHAHAH!!!" Terdengar suara keras tawaan mereka.


...****************...


"Kalau ada yang mau di omongin, omongin aja pak. Saya lihat dari tadi bapak mau ngomong gak jadi jadi" tutur alza.


"ZA JANGAN PANGGIL SAYA BAPAK DONG HUHUHU!!" teriakan wi yang sontak membuat alza kaget tetapi tertawa karena melihat wihandra yang ragu ragu sedari tadi ingin bicara.


"Nyatain perasaan dari hati ke hati sampai dua kali bisa, masa gini aja gak bisa cemen" Ledek alza kepada wihandra tentu saja membuat pipi dan telinga wi merah karena salah tingkah.


"Oh oke. Mulai sekarang apa pun yang aku lakuin ke kamu aku gak mau tanya atau minta dulu ke kamu" Jawab kembali wi.


Nadanya serius seperti nada ia menceritakan masa lalunya dan menyatakan perasaanya, tentu saja alza yang melihat itu sedikit khawatir dan gugup.


"Ya anu tapi ya gak bisa gitu dong! Harus tanya dan izin dulu! Oh ya besok besok jangan sembarangan pegang pegang tangan saya!!" Gerutu kesal alza yang semakin membuat wihandra gemas akan tingkahnya.


"Nolak aku bisa masa jawab gini aja gugup, dan buat psychal touch kamu kan uda mengizinkan aku untuk pdkt sama kamu, masa gandengan kaya gini aja gaboleh" ucap wi yang menyetir sambil memegang tangan alza.


Wajah alza memerah, ia hanya mencoba untuk tetap tenang dan tidak salting. "Apa sih ga gitu gatau deh terserah" sahut geram alza.


Wi yang melihat hanya tertawa dan tidak melepaskan genggaman tangannya itu. Alza pun sudah pasrah dengan sikap wihandra karena ia berfikir malas meladeni orang sepertinya, selain itu ia juga berfikir bahwa apapun yang dilakukan wi kepadanya tetap tidak mungkin bisa mengubahnya ke ranah percintaan.


"Ini uda sampai apart saya. Mau sampai kapan di pegangin terus tangan sayanya wahai pak manajer wihandra" tanya alza yang sedikit geram.


"Panggil mas dulu baru aku lepas" tuturnya.


"Mas lepasin ya,kalau gak di lepasin juga saya gaakan izinin mas buat pdkt sama saya apa lagi pegang pegang gini" Ancam alza yang membuat wi melepaskan tanganya itu.


Mereka sama sama memsuki apartemen alza untuk mengantar chandra hingga beristirahat, hanza yang melihat itu benar benar sudah tidak habis pikir bahwa wihandra sangat berbeda dengan wihandra yang belum lama ini putus cinta.


"Wi lo balik deh, ini urusan keluarga" Ucap hanza menyuruh wi pulang. Dan alza hanya mendengarkan tanpa berbicara apapun.


"Kan gue bentar lagi jadi keluarga lo bang" jawab kembali wihandra dengan senyuman menjengkelkan di wajahnya.


"Beneran ga habis pikir gue." Tuturnya hanza yang heran sambil memegang kepalanya seraya berfikir.