Love Problem

Love Problem
32| Masa lalu



Beberapa minggu kemudian, wihandra yang sudah semakin dekat dengan alza juga dengan beberapa orang sekitarnya. Setidaknya ia sudah bisa membiasakan diri hidup sebagai wihandra juniar basil.


Ku pun seperti alza biasanya, yang setiap hari hanya melihat layar komputerku dengan tajam untuk mencari nafkah keluargaku.


Sekarang. Tepatnya pukul 3 sore dimana hari ini pengumuman kelulusan unniversitas adikku sudah dibuka. Tentu saja aku sebagai kakak yang baik hari mendampinginya membuka lembaran baru tersebut, apapun hasilnya tetap akan ku beri award terbaik kepada chan.


"Oy zaa" panggil mia kepadaku saat aku sedang memebereskan meja aku hanya menoleh sedikit. "Pulang cepet ya loo? idih enak bangett. Jangan di marahin si chandranya apapun hasilnya tetep bangga sama dia" ucap mia kepadaku.


"yaelah iyalah, gue pulang cepet pun masih harus lanjutin kerjaan dari rumah ya. lo jangan sembarangan!!'


"Hahaha oke deh"


Setelah berbincang sedikit dengan mia tentu belum afdol rasanya jika wihandra belum menghampiriku. Dalam hitungan menit pun benar saja telah datang ia dari arah ruangan.


"duh pawangnya dateng caww dah gue byee!!" tinggal mia


"mau pergi sekarang?" tanya tiba tiba wi kepadaku.


"iya. Pamit ya pak"


"ngapain pamit orang perginya sama aku" ujarnya tiba tiba


"loh apa nih? Emang saya nyuruh bapak ikut sama saya?" tanyaku.


Untungnya sesaat pembicaraanku barusan telepon wi lebih dulu berdering jadi ia tidak sempat menjawab pertanyaanku, sedangkan aku hanya pergi meninggalkannya karena aku pun sudah tahu pasti telepon tersebut adalah masalah pekerjaan.


Bisa terlihat jelas bagaimana wajah wihandra pada saat itu sangat kesal.


Setelah menempuh perjalanan yang tidak begitu jauh dari kantorku. Akhirnya aku bisa sampai dan bersantai sambil menunggu forum pengumuman itu dimulai.


"kak, kalau chan ga lolos giamana ya?" tanya chandra tiba tiba kepadaku sembari memperlihatkan ekpresi kekhawatiran yang menurutku cukup untuk di khawatirkan.


"kenapa ngomongnya sembarangan sih? Kita liat aja dulu chan, kalaupun kamu ga lolos kan ini ga satu satunya jalur penghambat untuk kejar mimpi kamu! Kakak masih kerja, masih sanggup biayain kamu kuliah. Gak usah khawatir seakan dunia kamu runtuh gitu aja cuma karena pengumuman ini yaa!!"


"iya. Oh uda jamnya kak uda bisa di lihat!!" seruu chandra yang mengiyakan omonganku sambil membuka forum tersebut lewat laptopnya.


"Selamat anda dinyatakan lulus perguruan tinggi negeri"


Satu kalimat yang terbuka di forum itu mampu membuatku meneteskan air mata. Karena tentu saja chandra sudah berusaha selama ini untuk mengejar mimpinya itu, sekarang segala prosesnya akan mudah untuk kedepannya.


"Woww selamatt!! Ayoo kita makan" Ajakuu kepada chan.


"Woahh apa ini kakak ku yang keras meneteskan air mata kah?" Tanya ia seraya mengejek ku.


Hampir saja ia ku habisi dengan tumpukan bantal karena mengejeku untungnya terselamatkan oleh sura bel apartku bunyi terlebih dahulu.


Chandra langsung berlari untuk membuka pintu apartku dan tentu saja feelingku lagi lagi benar. Itu wihandra dengan menggenggam sekantung hadiah di tanganya yang pasti untuk chandra.


"Selamat yaa chan!! Sekarang tinggal nikmati prosesnya!!" Ujarnya ketika masuk.


"tahu darimana kalau ku lolos kak?" tanya chandra


"Wajah senang yang dipancarkan olehmu, serta lembab pipi alza seakan habis mengusap air matanya"


"Idihh klasik banget geli" Ujarku karena tidak terbiasa dengan leluconnya semenjak kita menjadi dekat.


"Loh marah sama aku? Kenapa" tanyaku karena sempat lupa masalah yang tadi.


"kamu bisa bisanya ya ninggalin aku" sahutnya kesal.


Sebelum ku menjawab syukurnya ada chandra di tengah kita untuk memisahkan agar tidak menjadi panjang urusannya.


"uda yu kita pergi aja jangan ributt!!


Tak lama kemudian kita mulai bersiap siap dan berangkat untuk makan di resto yang sudah wihandra pilihkan. Jangan tanya yang lain kemana, karena wihandra ingin dianggap keluarga terdekatku.


Setelah sampai pun kita sesegara mungkin memesan makanan, karena resto itu hanya melayani tidak lebih dari 15 orang jadi terasa lebih sunyi.


Di sela sela makan, ada beberapa wanita yang menghampiri kita. Salah satunya mengenali wihandra. Aku tidak tergubris karena menurutku ia merupakan kolega atau teman sekolah, kampus atau dan lainnya. Karena ia adalah wihandra.


Namun melihat perempuan itu seakan lebih tau tentang wihandra hatiku mulai goyah, aku mulai peka dan mengenali bahwa ia bukan hanya sekedar teman biasa. Terlebih gerak gerik wihandra yang aneh, ia kembali ke wihandra yang kehilangan kesadaran ia hanya diam setelah perempuan itu menghampirinya.


"Hai wi. Uda lama ya? Kamu kelihatan lebih baik dari sebelumnya, aku seneng liatnya wi" sapa perempuan tersebut kepada wi. "who's beside you?" lanjutnya.


"Ah harusnya aku ga ikut campur ya, maaf" lanjut perempuan itu lagi.


Jujur. Aku tak tahu harus bagaimana, melihat wihandra hanya diam itu makin membuatku khawatir dan bingung. Karena jika sudah masalah begini aku bisa lebih gila dari biasanya. Sudahlah tak tahu apa yang aku lakukan aku hanya harus menanggung malu dan bertanggung jawab nantinya.


"Ini siapa wi?" tanyaku untuk memulai pembicaraan.


Wihandra yang mendengar ku bertanya kemudian menjawab dengan tangan yang masih gemetar dan mata dan mulutnya yang berusaha kuat.


"Hai nes apa kabar, oh ya alza kenalin ini nesia" tutur wi kepadaku dan nesia.


Sebenarnya nama yang wihandra sebutkan sangat tidaj asing buatku karena sedikitnya aca telah menceritakan kisah wi, namun aku masih belum yakin apa ia benar nesia.


"Hai, saya alza wanita dari laki laki yang berdiri di depan mbak sekarang" Tuturku.


Tentunya pernyataanku membuat wihandra dan chandra kaget, aku pun tak menyangka akan berbicara seperti itu kepada nesia yang bahkan aku belum tahu siapa dia.


"haha pacar kamu humoris ya wi" jawabnya kepada wi "Aku seneng liat kamu bisa buka hati lagi, dan aku bahkan sampe sekarang masih harus minta maaf sama kamu lagi. Maaf wi uda buat kamu kecewa and makasih uda mau sama wihandra ya alza aku titip ke kamu wihandra." lanjutnya kepadaku.


Aku semakin yakin bahwa ia adalah nesia yang aca ceritakan. Setelah mendengar kalimat itu entah mengapa batinku sangat kesal hingga ingin merobek mulutnya yang cantik itu.


"loh kenapa kamu yang titipin wihandra ke aku? Wihandra punya kamu? Sorry but he is not an item jadi menurutku ga seharusnya kamu bilang gitu. Lagi pula kalau pun dia barang dia udah bukan milik kamu right? Malah seharusnya aku yang berterimakasih sama kamu karena udah lepasin wihandra ya walau dengan cara yang gak seharusnya but its okay aku bisa lebih bahagia sama wihandra sekarang"


Hahh. Aku mungkin sudah gila benar benar alza gila, bagaimana aku bisa ikut mencampuri urusan wihandra. Aku bisa lihat bagaimana chandra melototi ku juga reaksi wihandra yang benar benar kaget pada saat itu.


"Ahh maaf aku ga seharusnya ngomong kaya gitu, aku bener bener minta maaf alza, wi" tutur perempuan itu. Dan menurutku dia aneh dia seakan ingin di ketahui bahwa dirinya juga ikut menyesal aghh aku kesal.


"Hei lo gak perlu minta maaf nes, Lo juga menderita inget ya nes lo sampe cerai gara gara wihandra alias diaa nih"


Sontak pernyataan teman dari nesia pun membuat kita kaget khususnya wihandra dan aku.


"Eh apaansi udah deh. Wi kayanya kita uda ngobrol terlalu jauh, maaf ya aku ganngu kamu aku pergi dulu".


Aku bisa lihat wajah wihandra yang masih memikirkan pernyataan tersebut.