Love Problem

Love Problem
5| Wi And Friend



"Yang hari pertama kerja diem diem aja nih, ngumpul lah"


Satu kalimat yang muncul di notif wi tidak lain tidak bukan adalah shayan. Chat itu cukup membuat mereka berkumpul setelah selesai bekerja, mereka selalu berkumpul seperti biasa di cafe hesa. Ya itu juga teman wi.


Shayan anindjati, mahesa wibowo, ajihan alaska, dan juniar putra, ya nama mereka sedikit sama. Mereka ber empat adalah teman wi. Mereka biasa berkumpul di salah satu caffe milik hesa, sedangkan aji mempunyai beberapa cabang gym. Shyan dan jun mengelola beberapa bisnis berdua.


"Yoi pak manajer hari ini traktir kita yak" suara shayan yang cukup keras dari kejauhan dan terdengar oleh sang pemilik caffe "berisik yan, coustemer gue pada kabur liat lo cabut dah"


"Gue baru jadi manajer aja uda traktirin 8 manusia, gimana jadi ceo? Sekampung kali ya gue bawa" sahut wi


"Kita empat brow, gabisa ngitung lo ya"


"Shayan bodoh nya ga dibuat buat ya. Ya kalo kita ber empat berarti dia juga uda trakir empat orang lain nya yan" seru aji


"Loh iya? Traktir siapa lu?" Tanya jun


"Bawahan gue sama temen temennya" satu kalimat membuat seluruh isi caffe berisik karena suara terikan teman teman wi. "Tutup caffe sih lu saran gue, mana ada orang yang betah sama kelakuan lo semua kalo disni" lanjutt wi.


Begitulah wi and friends mereka setidaknya menyempatkan sedikit waktu satu sama lain untuk membiacarakan hal hal dari yang penting sampai yang tidak.


"Ini apa gue tutup aja ya caffe. Kerja aja gue jadi chef nya keluarga basil" Turur keluhan sambutan dari hesa ketika mereka bertiga datang dan ikut bergabung bersama wi and friend. "Mara marah mulu lo" Jawab usil hanza sambil memasukan beberapa cake yang di pesan teman temannya ke dalam mulut hesa.


"Ini bapak bapak umur yang uda mau 30 kalo dateng ngobrolin apaan sih yak" cetus lelucon shayan untuk menggoda ketiga nya itu. "Masih lama yan kita 30" Sahut kembali joshua.


"Iya tahun depan kan" Satu kalimat itu mampu membuat seisi ruangan tertawa bersama dan mulai mengobrol satu sama lain. "Gimana wi hari ini?" Tanya sandy kepada wi.


sambil meminum minuman yang ia pesan dan merubah duduk nya untuk menjawab pertanyaan kakak nya itu. "Biasa aja bang kaya sebelum sebelum nya. Karena kakn belum di tahap ada yang tahu kalo gue dari basil hahaha" Jawabnya.


"Tapi wi, buat kali ini apa ga sebaiknya lo ga pindah wi. maksud gue kayak yauda, emang kenapa kalo lo keluarga basil." Cetus joshua, salah satu teman sandy ini memang memiliki kebiasan terus terang yang tinggi, namun dengan kebiasaanya itu apa yang di jalan kan seseorang tersebut bisa membuatnya sadar entah buruk maupun baik nya.


Sandy hanya mendengarkan omongan yang baru saja di dengar dari joshua, serta teman teman nya pun juga memulai untuk menyimak karena menurut mereka berbicara tentang basil sama saja berbicara tentang kepemilikan saham. Ya, sangat serius.


"Kalau lo ngerasa nya masih belum bisa mengakui, gapapa wi. Coba mulai dari caffe aja misal nya, atau lo mau buka bisnis yang lain gue bantu. Gue kan abang lo!" Sandy mulai berbicara. "Jangan caffe bang bangkrut ntar gue, lebih ganteng wi dari gue soal nya" Celetuk hesa setelah mendengar sandy berbicara dan membuat semua tertawa bersama.


"Denger ya. Kalau pun kali ini gue ga bisa buat tetep menerima, Ya itu urusan gue dan untuk bisnis. Tertarik sih tapi itu urusan gue juga bang sandy gaada kewajiban bantu gue oke." Setelah wi berbicara semua hanya menyimak atas apa yang wi bicarakan barusan dan kembali mengobrol dan tertawa satu sama lain.