
"YOOOWWW alzaaa ayu ayu makan" teriak heboh siapa lagi kalau bukan deki beserta kwan and mia.
"Brisik banget umur uda 26 masih kaya bocil aja temen lo za" seru kwan dan tentunya di balas kembali oleh mia "lo juga" disaat teman temannya alza saling merusuh satu sama lain alza malah sibuk melihat lihat ruangan manajer barunya itu.
"Eh iya za gimana manajer lo? Ah ya cerita langsung aja deh nanti pas makan, hayo dong elah lama banget masih lama ga sih? Lo liat apa sih za dari tadi?" Tanya mia
"Bentar ya, lo liat aja ntar sendiri" sahut alza dan tentunya membuat mia,kwan dan deki berpikir satu sama lain dan melirik lirik ke arah satu sama lain. Di sela sela itu malah wi yang sudah bersiap menghampiri alza "ayok alza saya uda sia.." belum selesai wi berbicara langsung di potong oleh kwan " Wah alza gila, kita makan bareng manejer lo?"
Tentu saja kata itu merupaka kata kata yang mewakilkan isi pikiran teman alza satu sama lain. "Za? Makan bareng manajer lo serius??" Tanya mia meyakinkan "iya hehe hari ini dia yang traktir kitaa yeay". "Hehehehe serah lo deh stress" celetuk deki sambil teratawa terpaksa.
Entah suasana apa disana yang terjadi membuat wi canggung, pada dasarnya wi pun tidak tahu kalau ia akan makan siang bersama alza and the geng itu namun tetap saja setidaknya ia tidak terlalu memalukan ia langsung mengenalkan diri terlebih dahulu "halo saya wihandra manajer pemasaran yang baru" tentu perkenalan nya itu di sambut baik juga dengan suasana yang canggung oleh teman teman alza "halo pak saya deki"
"Saya mia"
"Saya kwanzilo"
Suasan sepanjang makan siang terlalu canggung, tidak bahkan atmosfer alza and the geng dengan wi sangat sangat berbeda. Mereka yang terbiasa berisik hanya memakan makanan pesanan mereka dengan sangat tenang. Lain dari yang lain alza justru malah senang menikmati makanan yang ia makan, ia lahap sekali sampai teman temanya pun terheran heran.
"Haha lucu" satu kata yang membuat semua mata tertuju pada wi pada saat alza tersedak makanan namun kembali memakan makanan ia dengan sangat lahap.
"Aduh eh anu mas sukir jus buah naga dong satu butuh tenaga gue nih, mumpung di traktir juga kan ya saldo aman" ledek deki kepada wi. padahl ia juga hanya memaksakan supaya suasana tidak canggung aslinya ia pun takut terhadap wi.
"gue baru tau deh kita terkenal keren banget gua temenan sama alza terkenal" celetuk kwan
"Gapapa pak sebenernya awalnya aja kita canggung tapi sudah bisa menyesuaikan tenang aja, asal sering sering traktir" sahut deki.
"Ini bapa makan siang sama alza apa ga marah pacar bapa" celetuk mia yang membuat suasana kembali terbangun dan heboh ria.
"Yailah mia bahasa lo anak esempe banget, bilang aja lo mau modus tanya pak wi ada pacar apa gak" geram deki sambil menoyor tipis kepala mia seperti biasanya mereka bercanda selama ini. "Ya kalo pak wi peka sih pasti jawab cong" sahut kembali mia
"Hahaha saya jomblo nih, tapi untuk saat ini masih belum tertarik untuk menjalin hubungan. Tapi kalo mau saya kenalin temen saya banyak yang jomblo dan sedang mencari juga nih"
"Waduh boleh tuh hahaha" jawab mia dan dibalas dengan senyuman dan tertawa bersama.
"Kalian semua memang belum ada pasangan?" Tiba tiba wi bertanya.
"Belum nih pak, masih usaha. Kemarin ada yang uda ada tapi gajadi alhasil pacaran sama awan di langit" sahut deki sambil meledeki alza
Wi hanya tertawa, karena ia paham apa yang di maksud oleh deki dan yang lain.