Love Problem

Love Problem
22| Aneh?



Satu hari telah berlalu sejak wihandra mengungkapkan perasaannya terhadap alza. Kini mereka malah menjadi semakin jauh, dan kini giliran alza yang menjauhi wi.


Tidak ada rasa penyesalan yang wi rasakan, melainkan rasa tidak ingin menyerah. Ia ingin bersama alza kapan pun di mana pun dan menerima semua keluh kesah yang ia dapatkan.


Selasa pagi itu cukup baik, alza yang khawatir akan kesehatan adiknya memilih untuk mengambil cuti. Seperti yang di ketahui alza adalah orang yang sangat profesional mengenai pekerjaan namun jika menyangkut keluarga dirinya lupa akan banyak hal.


Baginya sekarang hanyalah kesehatan chandra yang penting.


Teman teman alza yang mendengar kabar itu pun langsung sesegera mungkin menjenguk keadaan dirinya juga chandra.


Namun satu persatu temannya itu pun tahu bahwa ada yang alza sembunyikan, mereka satu sama lain berusaha untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.


"Ya ampun chandra, lo lagian kalo ada kendaraan tuh ya minggir jangan di samperin" ucap deki bercanda kepada chan yang sedang terbaring.


"Ini gue uda lama juga gak liat lo chan makin ganteng aja buset" timpal kembali zilo.


"Jadi adek ipar lo aja deh za gue, gapapa sama brondong" kali ini giliran mia yang meledeki chan.


"Dia katro jangan mau, masa main nya di perpus doang. Ajarin dek, zil biar bisa nikmatin hidup" jawab kembali alza dan hanya dibalas dengan tawaan oleh mereka.


Di samping itu justru ada orang tak terduga membuka pintu kamar yang di tempati chan sontak membuat pandangan tertuju pada orang tersebut. "Orang mau pinter kok di ajak senang senang, gapapa chan belajar dulu seneng senengnya nanti pas kuliah"


"Oh bang wi"


Kedatangan wi pun sontak membuat semua terkejut terlebih alza.


Zilo,deki dan mia mereka membuat pandangan mencurigakan satu sama lain, pasalnya alza yang sedari tadi mencurigakan itu belum menceritakan apapun terhadap mereka.


Tentu saja hal itu membuat alza kaget dan membayangkan apa yang di ucapkan wi semalam. Meski tidak salah jika wi datang setelah mengutarakan perasaanya kemarin, tapi tetap saja membuat alza semakin gugup dan tidak enak hati.


"Woah ada apa kah gerangan pak wihandra bisa sampai di sini" tanya deki sekaligus meledeki keduanya.


"Oh itu, kemarin kan chan di anter ke UGD sama bang wihandra" jelas chandra.


Alza yang mendengar itu tentu saja berdiam diri. Ia sebenarnya bingung, bagaimana bisa wihandra dengan santai nya menampakan diri di depannya tanpa rasa canggung atas apa yang terjadi pada mereka tadi malam.


Bohong jika wi tidak khawatir dengan alza. Matanya perlahan pun mencuri curi pandang kehadiran alza di dekatnya. Ia juga ingin kembali sesegera mungkin membicarakan pembiacaraan yang sempat tertunda tadi malam.


Setelah waktu menunjukan pukul 8.00 malam di mana semua temen teman alza satu persatu telah meninggalkan ruang rumah sakit, wihandra justru masih asik mengobrol dengan chandra.


Entah mereka akrab sejak kapan alza pun tidak tahu.


Setahu alza chandra memang orang yang susah sekali untuk dekat dengan orang terlebih karena faktor keluarga mereka. Tapi kini ia kedapati adik satu satunya itu asik mengobrol dengan wi.


Ini orang mau pulang kapan sih kok betah banget di sini.


Gerutu dalam hati alza memang terlihat tak sopan, namun di balik itu semua justru membuat alza penasaran. Pasalnya sikap wi yang selama ini kaku. aneh sejak ia datang tadi, alza merasa ada perbedaan dalam dirinya sejak kejadian semalam.


"Pak anu katanya mau traktir saya kopi" ucap alza secara tiba tiba, tidak ada angin dan hujan bahkan wi pun tidak pernah sekali kalinya mengajak alza meminum kopi.


Namun wi yang melihat dan mendengar itu hanya tertawa menyeringai sedikit, sebab ia sadar bahwa alza telah risih dengan keberadaanya di sini.


Kemudian wi hanya menuruti permintaanya ia menganggukan kepalanya dan ikut pergi bersama alza.


Keduanya melangkah keluar ruangan untuk mencari tempat yang pas untuk mengobrol "Padahal saya gak ada janji mau traktir coffe loh za barusan" tanya wi sedikit menggoda alza.


"Bapak sadar ga sih kalau bapak tuh aneh. Ada gitu ya orang di tolak malah makin berani. Terlebih nunjukin sikap aneh" ucap alza geram terhadap wi.


"Jadi yang semalam tuh kamu nolak saya? Soalnya saya emang gak ada mikir apa apa. Kamu juga kan gak nolak saya secara resmi"


"Resmi apaany.." belum selesai alza berbicara pada wi dengan sambil berjalan tanpa melihat ke arah wi, wi lebih dulu menarik pergelangan tangan alza. Dan alza secara tidak langsung menoleh kaget ke belakang.


"Coba bisa ga kamu ulangin ucapan kamu barusan sambil tatap mata saya secara langsung! Ah gak kita cari makan dulu aja saya lapar".


Alza yang tadinya gugup karena wi tiba tiba menarik pergelangan tangannya itu langsung tertawa sedikit ketika wi menyebutkan bahwa dirinya lapar.