
Fitnah yang disebarkan oleh Evano, nampaknya belum berpengaruh ke Asna. karena gadis cantik itu masih terlihat riang bercanda dengan adiknya.
Seperti biasa berangkat ke sekolah dengan naik sepeda milik Dafa.
Begitu sampai di gerbang sekolah, Asna merasakan aneh akan susana. teman-temannya terlihat berbisik-bisik dan menunjuk-nunjuk Asna.
"Halo guys...! Simpanan om-om akhirnya datang juga ke sekolah.
Oh, Iya. tarif mu berapa? aku mau dong memakai mu.
Tapi aku maunya long week, memakai mu selama seminggu. nampaknya kamu profesional menjadi simpanan om-om.
Disekolah kau terlihat sederhana tapi di luar sana kau terlalu menggoda dengan seragam pink yang aduhai." seorang siswa laki-laki yang berusaha menggoda dan mengolok-olok Asna.
Asna masih terus berjalan dengan perasaannya yang sangat tidak nyaman, apalagi hari ini adalah hari Sabtu.
Hari bebas bagi para siswa untuk melakukan apapun yang di sukai.
ngeossssss..... ' suara mobil yang baru datang.'
Empat mobil mewah dan enam mobil milik berbagai media mendatangi sekolah Asna.
Mereka semua langsung masuk ke sekolah, sementara Asna langsung di rangkul oleh istri dari pak Hengky dan juga Freya.
"Apa karena Evano?" tanya Asna dengan nada suara yang bergetar.
"Iya, Asna. kita harus meluruskan semua ini." jawab istrinya pak Henky.
Asna dan istrinya serta Abian dan Freya, menunggu di depan kantor guru. sementara pak Frengky dan bu Hana serta Evano, masuk ke dalam kantor guru.
Hanya berselang beberapa menit kemudian, bapak ke sekolah dan guru-guru lainnya langsung keluar dari kantor tersebut yang di ikuti oleh pak Hengky dan rombongan.
Mereka semua menuju aula sekolah dan terdengar pengumuman agar semua siswa-siswi untuk berkumpul di aula.
Di aula sekolah yang besar nan mewah, sudah berkumpul para awak media yang telah di undang oleh pak Hengky.
Mereka menggambil posisi paling depan untuk meliput acara konferensi pers yang akan diadakan.
Kemudian masuk rombongan pak Hengky bersama Abian, Freya dan mama nya.
Demikian juga dengan Evano dan mamanya, lalu kepala sekolah dan tiga stafnya.
Sementara para guru-guru lainnya, berdiri diantara murid-murid yang sudah mulai duduk rapi di kursi.
Pengurus aula memberikan isyarat, kalau semua peralatan sudah standby dan siap memulai konferensi pers.
"Selama pagi semua." sapa bapak kepala sekolah.
"Selamat pagi, Pak...!" jawab para murid serentak.
"Tujuan bapak mengumpulkan semua anak-anak didik kami ke sini dan juga mengundang awak media.
Karena ada hal yang akan disampaikan oleh bu Hana, yaitu orang tua Evano." ucap kepala sekolah.
Lalu pak Henky mengambil alih, mickropan sudah di pegangnya.
"Selamat pagi anak-anak." sapa pak Hengky.
Para siswa-siswi menjawabnya serentak, lalu pak Hengky tersenyum.
"Namanya Hengky, wanita cantik yang di samping ku ini adalah istriku, namanya Laras."
Pak Hengky berhenti bicara karena tawa dari para siswa dikarenakan pujiannya terhadap istrinya sendiri.
"Anak bapak, namanya Abian. alumni dari Citra Insani juga dan baru lulus sarjana dari Oxford.
Lalu yang memakai dress pink bernama Freya, putriku yang paling cantik."
"Mungkin anak-anak sekalian yang berada disini sudah melihat postingan Evano yang sudah viral.
Sebelum membahas postingan itu, bapak mau menjelaskan terlebih dahulu.
Asna adalah guru privat matematika yang di idolakan oleh Freya, putriku yang paling cantik.
Kemarin malam Asna, memenuhi undangan Freya untuk menyanyi di acara ulang tahunnya yang di adakan di Hana Hotel.
Sebelumnya Asna di undang khusus oleh Freya, dengan tema ulang tahun serba pink dan Freya memberikan gaun berwarna pink untuk Asna.
Kemarin malam, supir pribadi kami menjemput Asna dari kediamannya dan begitu sampai di hotel langsung di kabari oleh supir pribadi kami.
Berhubung istiku sangat sibuk mengurus tamu-tamu yang lain, sehingga bapak yang menjemput Asna di lobi hotel.
Kami ngobrol sebentar dan kemudian bertemu dengan Evano.
Anehnya Evano ngedumel ngak jelas, dan mengatai Asna yang nggak-nggak.
Bapak mengenal Evano, karena bu Hana yaitu mama nya Evano adalah rekan bisnis bapak tapi Evano tidak mengenal ku.
Evano mengatai bapak sebagai pria tua bangka, dan mengatai Asna dengan sebutan yang sangat kasar.
Setelah Evano pergi, bapak berjanji ke Asna. nantinya akan mengurus tingkah Evano yang kurang ajar, karena saya mengenal mama nya.
Berhubung masih acara bahagia putriku yaitu Freya, dan bermaksud untuk mengurus Evano besoknya harinya.
Beranggapan tidak masalah fitnah yang keji ini, Saya dan Nak Asna, hanya ngobrol biasa.
Tengah malam disela-sela istrihat kami, Abian menggedor pintu kamar dan memberitahukan akan fitnah yang keji itu.
Saya Henky Aryanto, adalah pria yang ada di video dan juga foto itu.
Dengan menyatakan bahwa itu adalah fitnah dari Evano yang psikopat.
Jujur bahwa aku tidak terlalu mengenal, nak Asna. tapi melalui putriku, bahwa Asna adalah anak yang baik dan cerdas.
Tolong jangan membuly Asna karena fitnah tersebut, Asna bukan seperti yang di katakan oleh Evano." ucap pak Hengky dengan tegas.
Kemudian bu Laras yaitu istri pak Hengky, mengambil mickropan dari tangan suaminya.
"Ibu mengenal Asna, dan secara pribadi mengundang Asna atas permintaan Freya. untuk acara ulang tahun putri kami.
Ibu mempercayakan kepada Asna, untuk mengajari Freya di bidang matematika. karena Asna adalah anak cerdas dan sangat baik serta hatinya lembut.
Sehingga mampu mengikat hati anak-anak didiknya termasuk Freya.
Kami yang mengundang Asna, tapi gadis baik itu harus di fitnah keji seperti itu. itulah sebabnya kami melakukan konferensi pers untuk meluruskan atau klarifikasi keadaan yang sebenarnya.
Ibu mohon kepada anak-anak sekalian, tolong jangan buly Asna, Ya." ucap bu Laras yang memohon.
Lalu bu Hana yaitu mamanya Evano berdiri dan mengambil mickropan dari tangan bu Laras.
"Nama saya Hana, mamanya Evano." ucap bu Hana yang memperkenalkan dirinya.
Lalu berhenti bicara dan kemudian menatap wajah Asna dengan air matanya yang berlinang.
"Asna...! suatu hal yang perlu harus kamu ketahui. permata yang asli, walaupun di injak-injak lalu di buang ke sampah.
Permata tetap permata dan akan berkilau dan di butuhkan oleh umat manusia.
Ditempat manapun keberadaan permata, akan selalu berkilau dan tetap di cari orang dan Asna, adalah permata yang ibu maksud.
Sekalipun kau di fitnah, dan dibuang dilingkungan keras sekalipun. kamu akan tetap bersinar dan di cari orang." ujar bu Hana.
Lalu bu Hana tersenyum dan kemudian memegang kedua tangan Hana dengan genggamannya yang kuat.