
"In the first flush of a romantic love, we're all blind. We see only what we want to see."
— Queen Elizabeth II, The Crown
***
Tangan hangatnya itu berjalan ke seluruh tubuhku dan berhenti di pipiku, ia menbelai nya dan langsung membuat sekujur tubuhku meresponnya
"Apa Aku pernah menjadi seorang pria di matamu, V?"
Henry membunuh jarak diantara kami, jari jemarinya membawakan sensasi menggelitik di sekujur tubuhku. Napas hangatnya menyentuh wajahku yang membeku, tatapannya mengunciku, membuatku tak dapat menahan gejolak yang ada di perutku ketika ia mencium bibirku
Lumatan nya berhenti ketika ia tertawa bahagia, "walaupun mulutmu selalu berkata tidak tapi aku tau tubuhmu berkata sebaliknya,"
"Kau.."
Belum selesai aku berbicara, Henry kehilangan kesadarannya saat matanya tertutup dan kepalanya tenggelam di sisi leherku.
"Bagus. Sekarang kau tertidur pulas,"
Aku mengamati sekeliling kamar tidurku dan sepertinya aku punya ide yang lebih baik daripada harus menyebabkan skandal di istana di malam pertamaku sebagai tunangan resmi Raja Britania Raya.
***
"Astaga Paduka Raja!"
Aku terbangun kala mendengar suara teriakan seseorang dari arah pintu.
Sambil membenahi pakaian dan rambutku, aku mengamati tiga orang wanita muda yang mengenakan seragam pelayan. Tak lama kemudian, kamarku dipenuhi oleh pengawal istana yang di pimpin oleh Baptiste
"Ada apa ini?"
Henry akhirnya terbangun dari tidurnya, ia meregangkan badannya, dan detik selanjutnya ia menatapku yang tidur di atas ranjang dengan wajah yang seakan sedang melihat hantu
"Kau membiarkanku tidur di lantai!?"
Aku menutup mulutku yang menguap lebar dan menatap semua pasang mata yang melotot padaku
"Baiklah, teman-teman. Hen—maksudku Yang Mulia, tidak sepenuhnya tidur di lantai marmer, ada karpet hangat di bawah tubuhnya, dan lihatlah!" Aku menunjuk salah satu selimut yang kupakai untuk menyelimutinya, "aku bahkan bermurah hati memberikannya salah satu selimutku,"
Jangan kalian tanyakan reaksi semua orang setelah mendengar alasanku. Pelayanku bahkan nyaris pingsan.
***
"Selama tujuh generasi keluargaku melayani keluarga kerajaan, baru kali ini aku melihat seorang Raja tidur di lantai marmer, Nyonya,"
Aku mengangkat sebelah alisku menyimak penuturan Denish dari balik pantulan cermin. Tujuh generasi?
"Anda sungguh beruntung Nyonya, jika Ratu Margaret mendengarnya—"
Denish berhenti berbicara ketika badannya di siku oleh Marta
"Hey! Tidak apa-apa, kau bisa katakan semuanya padaku," bujukku
"Maafkan kami, Nyonya. Pelayan dilarang berbicara pada Tuannya karena perbedaan kasta," tegur Marta sambil menunduk padaku
"Tapi—" ucapanku terhenti ketika Marta yang berumur lebih tua diantara kami berempat berdehem, ia segera mengambil baskom yang ia gunakan untuk mencuci kakiku tadi dan pergi dari kamar ini. Denish dan saudara kembarnya Darish ikut memberi salam padaku
"Sungguh maafkan kami Nyonya," ujar mereka serempak sebelum berlari terbirit-birit meninggalkanku. Bagus, sekarang aku harus berbicara dengan siapa?
Aku ditinggal di ruangan yang mereka bilang, kamarku. Betapa pun aku menyukai kamar ini, aku tidak bisa memungkiri bahwa kamarku yang tidak memiliki balkon maupun perapian di desa jauh lebih nyaman daripada ini.
Sambil membunuh waktu hingga makan siang ku tiba, aku putuskan untuk membaca buku tentang hukum dan politik kerajaan yang kemarin sempat menarik perhatianku kala mengecek rak buku.
Tok! Tok!
Bunyi ketukan pintu itu menggema seisi ruangan. Aku menoleh saat melihat Baptiste disana
"Yang Mulia mengharapkan kehadiran anda di meja makan,"
Aku menutup buku ku, lalu beranjak dari sisi perapian dan mendekatinya. Ia berbalik tanpa basa basi lalu berjalan keluar
"Apa aku bisa pulang setelah makan siang?" tanyaku saat kami telah berjalan di koridor yang sepi
"Jika Raja mengizinkan,"
Aku menjatuhkan bahuku mendengar jawabannya. Apa-apaan ini? Apa aku di kurung di istana? Apa aku tidak bisa keluar kemanapun tanpa izin dari Henry?
"Silahkan,"
Aku berhenti berjalan kala Baptiste membuka kan pintu megah ruang makan di hadapan kami. Aku menatap temanku itu sekali lagi sebelum menghirup napas panjang dan masuk ke dalam.
***
TBC